di siang hari yang terik, disaat berteduh di bawah pohon di pinggir jalan, sambil menunggu bis kota lewat, seorang anak berkata kepada bapaknya " Pak, kaca jendela gedung - gedung itu bagus ya ." Jawab sang bapak " benar nak, tetapi akan lebih bagus lagi kalau melihat kaca jendela tsb di malam hari." sang anak penasaran dengan jawaban bapaknya, lalu bertanya " kok bisa begitu pak ?" Jawab bapaknya " sebab kalau siang hari, yang membuat kaca jendela itu tampak bersinar dan bagus dilihat adalah situasi di luar gedungnya, seperti terangnya sinar matahari, tidak ada mendung di langit. semua kaca jendela akan terlihat seperti itu. " sejenak sang bapak berhenti mengambil nafas, kemudian " sedangkan saat malam hari, lingkungan yang gelap, tak ada sinar seterang matahari siang hari, akan membuat kaca jendela menjadi gelap, tidak bersinar lagi dan tidak sebagus seperti siang tadi." sang anak menganggukan kepala, walau tidak paham maksud bapaknya. tetapi kemudian berkata " tapi pak. kan masih ada kaca jendela yang tetap selalu bersinar dan bagus untuk dilihati ?" jawab bapaknya dengan senyum senang, sebab anaknya mulai kritis " ya nak, kamu benar sekali, tetapi kaca jendela yang masih tampak bersinar dan bagus tuk dilihat tsb, dikarenakan adanya sinar dari dalam gedung yang memancar keluar, dan menembus beningnya kaca jendela tsb.jadi bukan kaca jendelanya yang bagus, tetapi sinar yang dari dalam itu yang membuatnya lebih bagus untuk dilihat."
tak lama kemudian bis kota datang, dan mereka naik ke dalam bis, tanpa melanjutkan percakapan tsb. dalam hari bapaknya hanya ada doa " ya Allah, biarkanlah sinar dalam hatiku memancar keluar melalui kaca jendela hidupku, dan tetap bersinar di saat lingkungan sekitarku gelap dan dapat menerangi kehidupan istri dan anakku, amin." bis kotapun meneruskan perjalanan, tanpa mau mengerti apa dan siapa saja yang naik di dalamnya. apalagi apakah dari dalam diri penumpangnya masih ada sinar yang terus bersinar saat malam menjelang. Solo, 25 nov 2009 Soewarto
