Semoga berguna ☺

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
On Behalf Of Mirza
Sent: Monday, November 30, 2009 1:04 PM
To: Agnes Agustin Lestari; Aldi Cendana; Amril Yasi Rahman; Andi RBC; AXA 
Jamal; AXA Catur; AXA Eko; AXA Hendra; AXA Joni; Idris Arman; Wulan Agustina; 
Kalis; [email protected]; [email protected]; 
Ucup Carrick; [email protected]; [email protected]; denee 
fos; [email protected]; [email protected]; [email protected]; 
Imam Wallstreet; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; My Sunshine; Sunshine; [email protected]; 
[email protected]; nonny saleh; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]; 
[email protected]; [email protected]; [email protected]
Subject: [Belajar Masakan] Fakta dan mitos seputar mie instan


Informasi seputar Mie Instant, mungkin bermanfaat…..

Banyak isu berseliweran seputar makanan instan yang membuat hati tak tenang. 
Misalnya saja soal lilin yang katanya menempel pada mi, atau tentang cara 
pengolahan yang harus pas agar aman di konsumsi. Ikuti penjelasan 
Prof.Dr.F.G.Winarno, mantan Presiden Codex Dunia & Ketua Dewan Pakar PIPIMM 
(Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman) mengenai mie instan.

Dibalik kelezatannya banyak persepsi salah yang beredar seputar mi 
instan.Daripada terjebak isu tak jelas, pahami fakta seputar makanan favorit 
ini.

Mitos : Mi instan mengandung lilin. Oleh karena itu, ketika dimasak airnya 
menguning.
Fakta : SALAH. Mi instan tidak menggunakan lilin. Lilin adalah senyawa inert 
untuk melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Lilin sebenarnya 
ada pada makanan alami, spt apet/kubis. Kubis jika dicuci dengan air tidak 
langsung basah, atau apel yang jika di gosok akan mengilap. Itulah lilin yang 
memang diciptakan alam

Mitos : Mi instan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan.
Fakta : Dalam proses pembuatannya mi instan menggunakan metode khusus agar 
lebih awet, namun sama sekali tidak berbahaya. Seperti yang telah dijelaskan di 
atas, salah satu cara pengawetan mi instan adalah deep frying yang bisa menekan 
rendah kadar air(sekitar 5%). Metode lain adalah air hot drying (pengeringan 
dengan udara panas). Inilah yang membuat mi instan bisa awet hingga 6 bulan. 
asalkan kemasannya terlndung secara sempurna. Kadar air yang sangat minim ini, 
tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah mi 
instan tidak beraroma tengik serta tidak menggumpal basah. Langkah terakhir 
untuk memastikan mi instant layak konsumsi adalah perhatikan dengan seksama 
tanggal kadaluarsanya

Mitos : Metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mi
Fakta : Justru air rebusan mi pertama yang mengandung kandungan takaroten yang 
tinggi. Semua vitamin (dari minyak dan bumbu) yang larut dalam air terdapat 
dalam air rebusan pertama ketika memasak mi. Apabila air rebusan di ganti 
dengan air matang baru, semua vitaminnya menghilang. Selain itu, minyaklah yang 
membuat mi (atau makanan lain) lebih enak. Jadi air rebusan pertama tidak perlu 
dibuang. Dan kandungan betakaroten juga tecoferol dalam minyak sangat berguna 
memenuhi kebutuhan gizi

Mitos : Penggunaan styrofoam berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika styrofoam 
terkena air panas, seperti ketika memasak mi instan dalam cup.
Fakta : Styrofoam untuk mi instan cup terbukti aman di gunakan, karena telah 
melewati standar BPOM ( Badan Pengawas Obat dan Makanan. Cup yang dipakai mi 
instan adalah styrofoam khusus untuk makanan. ia memang bisa menyerap panas, 
ini terbukti setelah di seduh air panas, tidak terasa panas di tangan ketika 
dipegang. Tetapi karena proses pressingnya memenuhi standar, tidak menyebabkan 
molekul styrofoam larut (rontok) bersama mi instan yang di seduh air panas. 
Jadi, jika selama ini khawatir dengan mi instan menempel pada cupnya ketika di 
seduh air panas, sematamata disebabkan tingginya kadar minyak dalam mi (sekitar 
20%). Desain pun dibuat berbeda yaitu dengan menambahkan gerigi dibagian atas 
cup, sehingga tak langsung panas di tangan. Selain itu, expandable polysteren 
yang di gunakan mi instan cp telah melewati penelitan BPOM dan Japan 
Environment Agency sehingga memenuhi syarat untuk mengemas produk pangan. 
Berdasar penelitian tsb, kemasan ini aman digunakan.

Mitos : Mi instan kenyal karena bahan bakunya adalah karet.
Fakta : Sama sekali tidak ada bahan karet dalam bahan baku mi insta. Mi instan 
dibuat dari bahan bahan berkualitas tinggi dan pilihan terbaik seperti tepung 
terigu yang sudah difotifikasi dengan zat besi, zinc, vitamin B1,B2 dan asam 
folat. Begitu pula dengan bumbu, yaitu bawang merah, cabe merah, bawang putih, 
dan rempahrempah. Pembuatannya pun digarap serius. Melewati proses pengeringan 
yang telah dipaparkan sebelumnya, seperti hot air drying atau deep frying. 
Karena itulah mi instan kenyal dan tidak mudah putus.




Kirim email ke