Tersandung SARA, Ruhut Adu Mulut di Diskusi Century
Hery Winarno - detikNews



<a
href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&amp;cb=INSERT_RANDOM
_NUMBER_HERE' target='_blank'><img
src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=24&amp;cb=INSERT_RANDOM_
NUMBER_HERE&amp;n=a59ecd1b' border='0' alt='' /></a>  

Jakarta - Ruhut Sitompul kembali terlibat masalah gara-gara keseleo lidah.
Pengacara yang bergabung dengan Partai Demokrat (PD) itu mengulangi
kecerobohannya terkait penyebutan etnis tertentu berkonotasi merendahkan
yang pernah dia lakukan di masa kampanye Pilpres 2009.

Kasus yang terbaru ini terjadi di sela diskusi yang bertajuk "Angket
Century, SBY Jatuh?" di Wisma Intiland, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu
(16/12/2009). Ruhut bertindak sebagai panelis dalam diskusi siang ini.

Kejadian bermula dari pemaparannya mengenai kasus bailout Bank Century.
Ruhut menyatakan sebenarnya kasus skandal dana talangan pemerintah kepada
bank banyak terjadi di era Presiden Megawati Soekarnoputri, tetapi tidak
semuanya diikuti dengan penyelesaian hukum dan politik seperti sekarang.

"Kasus yang seperti begini dari dulu sudah ada. Sejak zaman (pemerintahan)
Megawati sudah ada, waktu itu Sri Mulyani-nya (Menkeu -red) si China, Kwik
Kian Gie," ujar Ruhut.

Pernyataan keras itu nampaknya dinilai terlalu keras oleh Adi, salah seorang
peserta diskusi. Maka pada sesi tanya jawab, pria yang menolak menyebutkan
identitasnya itu langsung menyampaikan keberatannya.

"Bang Ruhut, saya mohon mencabut kata-kata soal etnis tadi. Bagi saya lebih
baik orang China daripada pribumi yang korupsinya lebih banyak. Ingat di
pemilu kemarin Bang Ruhut sudah berbuat salah dengan mengungkit soal SARA,
jangan sampai diulangi lagi," gugat Adi.

Peringatan tersebut rupanya disalahpahami oleh Ruhut. Pria paruh baya itu
pun langsung menyambarnya dengan nada penuh emosi.

"Kamu itu siapa kok ngomong seperti itu? Saya minta kamu keluar (ruangan)!
Kalau kamu tidak keluar, saya yang akan keluar. Saya tamu yang diundang ke
sini. Saya punya harga diri, tidak mau dipermalukan begini. Lebih baik saya
keluar!" gertaknya. 

"Saya tidak mau keluar. Anda yang harusnya keluar!" balas Adi tidak kalah
sengit.

Tanpa berkata-kata, Ruhut pun langsung beranjak menuju pintu keluar. Meski
moderator dan panita memintanya tidak meninggalkan ruangan, dia berkeras
keluar dan tidak menggubrisnya.

Melihat keributan tersebut, Permadi yang juga hadir sebagai pembicara itu
pun spontan berpartisipasi 'memeriahkan' suasana. "Ah... dia itu keluar
karena takut nggak bisa menjawab. Dia takut dibantai di sini," celetuk
politisi senior PDIP yang kini bergabung ke Gerindra tersebut.

Peserta diskusi langsung menimpalinya. "Huuu... Takut... Huuu...," ejek
mereka kepada Ruhut yang sudah di ambang pintu.

Maka makin bulat saja tekad Ruhut meninggalkan ruangan. Pertanyaan seputar
isu mantan menteri yang mendalangi unjuk rasa menurunkan pemerintahan, tidak
dia tanggapi. Ia terus keluar dari lobi gedung diskusi.

Ruhut datang terlambat 30 menit ke diskusi yang digelar Forum Umat Islam
(FUI). Bahkan di awal diskusi, moderator sempat mengumumkan Ruhut tidak bisa
hadir karena sedang mengikuti rapat Pansus Angket Century. Sebelum memulai
paparannya, Ruhut juga menyatakan dirinya izin dari rapat untuk menghadiri
diskusi siang ini.
(lh/nrl) 


Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser
ponsel anda!

 

 

MARIA PRASETYOWATI

PT. BNI LIFE INSURANCE

Gedung BNI Life Insurance

JL. Aipda K.S. Tubun No. 67 Petamburan

Jakarta Pusat 10260

Tel. (021) 53667676 

Fax.(021) 53667677 

E-mail :  <mailto:[email protected]> [email protected]

 

 

<<image001.png>>

Kirim email ke