Kosmopolitan di Banten Lama
Oleh Novieta Tourisia
Berwisata ke Banten Lama, Banten, seperti meluncur dalam terowongan waktu.
Serangkaian peninggalan sejarah tempat ini seperti menyihir saya, seperti
menyeret saya menuju kehidupan pada ratusan tahun lalu. Di sini Banten tampak
sebagai kawasan kosmopolitan; pengaruh Eropa/Belanda, China, dan Arab mewarnai
situs-situs yang ada. Situs-situs ini banyak ragamnya. Mulai dari warisan
sejarah hingga yang mengandung unsur spiritual.
Sebut saja Keraton Kaibon yang didirikan oleh Sultan Muhammad Syafiuddin
(1809-1813). Keraton ini kemudian dihancurkan oleh Jenderal Belanda, Daendels.
Begitu juga dengan Benteng Speelwijk yang dahulu merupakan benteng Kesultanan
Banten (1684-1685) namun dihancurleburkan dan dinamakan sesuai dengan gubernur
jenderal Hindia Belanda yang saat itu sedang memerintah, Cornelis Speelman.
Ada juga Vihara Avalokitesvara yang sering disebut Klenteng Dewi Kwan Im. Ini
juga sebuah kompleks vihara bagi keturunan Tionghoa yang sungguh terawat dengan
baik. Nuansa spiritual juga menyeruak dari Masjid Agung Banten Lama yang
didirikan oleh Sultan Maulana Hasanuddin (1552-1570). Masjid ini diarsiteki
oleh seorang China, Cek Ban Cut.
Lihat foto-fotonya di sini.
Salam,
TM. Dhani Iqbal