Lelaki itu sedang menyesali pilihannya Lelaki itu terus saja mengusap airmatanya Sambil sesekali menciumi bunga yang ada ditangan Berusaha membendung airmata yang meleleh Terlihat pesona kecewa teduhnya jiwa Wajah pucat pasi memendam berjuta kecewa Kecerobohan untuk memilih telah terjadi Terbuai oleh janji-janji yang aduhai Setelah ia lima tahun lalu memilih orang yang sama Kini ia telah melukai impiannya Untuk tetap mendambakan negeri yang damai Wakil-wakil rakyat kecil yang dihormati Tak ubahnya seperti bangsa kurawa Saling lempar kata-kata kotor Saling serang, saling tuding, saling elak Lelaki itu tetap menyingsingkan lengan bajunya yang hitam Sembari melepas penutup kepalanya Derai air matanya semakin pecah Tatkala menatap batu nisan didepannya Yang tertulis dengan miris ”Disini telah dikubur suara rakyat kecil yang merindukan demokrasi” Jakarta, 9 februari 2010 Praktisi Waluya Reiki Reiki Training And Developmnent center +628569024880 http://surgahati09.blogspot.com
