Diancam Balik Oleh Israel Syria Ketakutan
Gara2 mendapat bantuan senjata dari Soviet di tahun 1967 dulu, kelompok negara2
Arab mengira akan mampu menghancurkan Israel dalam serangan keroyokan yang
paling pengecut !!!
Baru2 ini presiden Syria Bashar Al-Ashad meminta Israel mengembalikan dataran
Golan yang direbutnya pada waktu perang 6 hari 1967. Syria mengancam akan
merebutnya kembali dengan cara kekerasan senjata. Presiden Bashar Al-Ashad
menyatakan perang yang akan datang akan beda dari perang 1967. Jawaban pihak
Israel malah menantang, bahwa Israel siap untuk menghancurkan Syria, dan perang
yang akan pecah nantinya akan menjamin Syria tidak akan bisa menjadi negara
Merdeka selamanya. Israel mengancam bahwa presiden Syria turun temurun jadi
presiden selama ini akan dihentikannya dan akan diangkat presiden baru dari
luar keluarga Ashad. Di September 2008, Israel berhasil menghancurkan pabrik
pengayaan uranium didalam wilayah Syria, pasukan Israel menerobos perbatasan
dan menghancurkan keseluruhan pabrik itu dan tidak satupun ada yang ditemukan
hidup.
http://en.wikipedia.org/wiki/Bashar_al-Assad
Marilah selanjutnya kita analisa kemungkinan2 dimasa depan dengan mengingat
kembali perang 1967 yang berhasil membawa negara Israel kepada pengakuan penuh
oleh dunia Internasional:
Demikianlah, atas nama Allah dan Islam, maka 10 negara2 Arab: Egypt, Jordan,
Syria, Iraq, Libanon, Saudi Arabia, Sudan, Tunisia, Morocco dan Algeria
melakukan serangan mendadak untuk menghancur luluhkan Israel tanpa pernyataan
perang. Menyerang sebuah negara tanpa pernyataan perang merupakan pelanggaran
konvensi Geneva.
Gabungan kekuatan kesepuluh negara2 Arab ini mendapat supply Mig terbaru dari
Soviet, dan yang paling hebat adalah radar teknology mutakhir yang jauh lebih
maju dari semua senjata2 milik Israel maupun Amerika Serikat dilibatkan dalam
serangan ini beserta sekondan2 Soviet yang bertindak sebagai konsultant
dilapangan perang ini. Kesepuluh negara2 Arab ini memajukan lebih dari 500
ribu tentaranya, sedangkan Israel mengerahkan lebih dari 100 ribu tentaranya.
Hasil penyerangan pengecut kesembilan Arab jingjing ini hasilnya betul2 ajaib,
lebih ajaib dari kekuasaan Allah maupun Muhammad. Semua kesembilan negara2
Arab bertekuk lutut menyerah tanpa syarat karena semua serangannya dipatahkan,
lebih dari 400 Mig milik Syria yang terbaru berhasil dihancurkan Israel, lebih
dari 10000 tank terbaru milik Mesir dihancurkan. Dan yang lebih menakjubkan
adalah, pasukan Israel berhasil merebut dan menduduki post2 militer terpenting
dan paling strategis di: semenanjung Sinai, jalur Gaza, Westbank, Jerusalem
Timur, dataran tinggi Golan, dan dataran Sheba. Puluhan ribu tentara2 Arab
mati terbunuh dan puluhan ribu lainnya tertawan. Ini adalah perang 6 hari yang
paling mengerikan sejak berakhirnya perang dunia kedua.
Lepas dari semua kesuksesan Israel dalam perang 6 hari ini, pihak Soviet
menuntut Israel untuk mengembalikan radar teknologi mutakhirnya yang disita
oleh tentara Israel didataran tinggi Golan. Israel menolaknya, malah diteliti,
difoto, dan dijiplak dengan kombinasi teknologi mutakhir dari Amerika sehingga
terciptalah radar baru yang lebih hebat dari semua radar yang ada dimuka bumi
sekarang ini. Radar inilah kemudian dibeli oleh Amerika untuk dikembangkannya
lebih hebat lagi.
Kesepuluh negara2 Arab ini dipaksa untuk menanda tangani perjanjian
pengontrolan senjata oleh Israel. Sejak itu kesepuluh negara2 Arab ini
ibaratnya lumpuh, tidak mampu lagi berperang, semua senjata2nya disita.
Hingga detik ini, semua wilayah yang berhasil direbut Israel telah menjadi
wilayah kesatuan negara Israel. Meskipun pada dasarnya negara2 Arab ini tidak
rela kehilangan wilayahnya, namun apa daya, siapa kuat dia jadi raja begitulah
hukum Islam yang berlaku. Israel menolak perundingan ataupun percakapan yang
menyentuh tentang wilayah2 yang telah direbutnya itu dan apalagi, kesepuluh
negara2 Arab itu telah menanda tangani surat pernyataan menyerah dan juga surat
pernyataan tentang penyerahan wilayah2 yang direbutnya tersebut.
http://en.wikipedia.org/wiki/Six-Day_War
Sejak kekalahan perang 6 hari inilah, negara2 Arab langsung bungkam, hilang
kecongkakannya, mereka malu propagandakan Allahnya. Pada waktu yang sama,
Amerika sedang terjepit di perang Vietnam. Jendral Moshe Dayan telah menjadi
bintang cemerlang dalam perang 6 hari yang spektakuler ini.
Demikianlah, sejak ancaman dari Israel terakhir ini, keluarga Ashad betul2
berada dalam suasana ketakutan, terutama bila membayangkan tahta kepresidenan
akan lepas dari warisan keluarganya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.