Logika siapa yang ingin anda gunakan? logika anda sendiri? Kalau melihat 
rangkaian argumentasi anda, justru terlihat jelas bahwa anda menarik kesimpulan 
yang terburu-buru, 
perbedaan nama seperti Trimurti, Zeus, gak bisa disimpulkan Allah itu gak 
ada... kalau kemudian setiap agama punya argumentasi (yang anda mengatakan 
sebagai suatu keyakinan belaka) tentu ini yang harus dibuktikan dulu,...  
argumentasi siapa yang paling valid....

Anda mengatakan bahwa roh gak punya otak, logikanya dimana? Anda kan gak punya 
bukti empiris kalau roh itu ada? Kok bisa-bisanya mengatakan kalau roh itu gak 
punya otak, gak punya rasa sakit?

Pertanyaan saya: kalau anda mengatakan bahwa adanya manusia alam semesta tidak 
membuktikan adanya Allah ini, lantas siapakah yang menciptakan semua itu?.... 
menurut logika anda.... 

  ----- Original Message ----- 
  From: muskitawati 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, February 25, 2010 10:18 AM
  Subject: -:: Milist NB::- Tidak Adanya Allah Bisa Dibuktikan Tanpa Perlu Mati 
Dulu !!!


    
  Tidak Adanya Allah Bisa Dibuktikan Tanpa Perlu Mati Dulu !!!

  Terus terang, masih banyak umat agama Islam dan Nasrani yang masih saja 
menganggap bahwa tidak bisa dibuktikan Allah tidak ada.

  Padahal dengan analisis dan experiment manusia sekarang itu bisa dibuktikan 
dengan tepat bahwa Allah itu tidak ada tanpa harus anda mati dulu untuk 
memastikan ada atau tidak adanya Allah.

  Secara analisis, kita bisa membuktikan bahwa kalo anda menganggap adanya 
Allah karena adanya ciptaannya atau hasil penciptaan yang dilakukannya, maka 
anggapan ini jelas salah.

  Karena kalo anda mempercayai bahwa manusia dan alam semesta itu ciptaan 
Allah, maka orang lain juga bisa bilang bahwa manusia dan alam semesta ini 
pasti ciptaan Trimurti, yang lain lagi bilang ciptaan Dewa Zeus.

  Dan ini jadi debat kusir karena masing2 membuktikannya dengan cara2 yang 
sama, yaitu keyakinan atau kepercayaan. Lalu apanya yang bisa dari salah satu 
keyakinan diatas dianggap paling benar??? tak satupun.

  Oleh karena itulah metode analisisnya harus dengan pembedaan claim.

  Hanya agama Islam dan Nasrani saja yang menganggap bahwa Allah itu pencipta 
neraka dan sorga sedangkan kepercayaan dewa2 itu tidak mengenal sorga dan 
neraka meskipun mereka mempercayai Kahyangan sebagai tempat tinggalnya dewa 
dewi.

  Jadi kahyangan itu bukan sorga, juga bukan neraka tapi tempat tinggal para 
dewa dan dewi.

  Itulah sebabnya, kahyangan itu tak perlu kita perdebatkan karena tidak ada 
yang berusaha mempertahankan ide2nya.

  Yang perlu diperdebatkan justru adanya sorga dan neraka karena inilah kunci 
yang membuktikan ada tidaknya Allah ataupun Tuhan.

  Naah.... untuk membuktikan tidak ada sorga dan tidak ada neraka, maka anda 
tidak perlu mati dulu, meskipun sekarang masih hidup bisa anda dengan pasti 
bahwa sorga dan neraka itu tidak ada.

  Terbukti karangan atau dongeng2 sorga dan neraka menjelaskan dengan jelas 
bahwa sorga itu senang dan bahagia, dan neraka itu tersiksa dan menderita.

  Demikianlah ini kunci pembuka tabir bahwa Allah atau Tuhan bisa dibuktikan 
secara pasti tidak mungkin ada. Karena kita hanya bisa menderita dan bahagia 
apabila fungsi otak kita masih berfungsi dan bekerja secara utuh sempurna.

  Waktu kita mati, mana mungkin masih ada otak yang berfungsi, lalu mana 
mungkin roh itu punya otak??? Yang punya otak itu khan manusia hidup yang 
normal, meskipun masih hidup kalo otaknya sudah rusak juga pun jadi mayat hidup 
tak bisa merasa bahagia atau menderita meskipun tidak mati.

  Lalu kalo tidak bisa bahagia dan tidak bisa menderita, bagaimana mungkin bisa 
ada sorga dan neraka ???? Dan kalo tidak ada sorga dan tidak ada neraka, 
bagaimana mungkin bisa ada Allah atau Tuhan ???

  Inilah yang harus anda renungkan baik2 untuk bisa memahami mengapa Allah dan 
Tuhan itu tidak ada.

  Tetapi kalo anda tetap mau ngotot dan percaya Allah dan Tuhan itu pasti ada, 
inilah yang dinamakan kebebasan berpendapat, cuma satu hal anda harus 
memahaminya, janganlah mengorbankan orang lain untuk kepercayaan anda seperti 
menjarah umat Ahmadiah, membakar gereja, menteror orang Hindu, dan membomb 
Amerika.

  Kepercayaan anda yang mecelakakan orang tidak bisa dimaafkan, bukan karena 
kepercayaan anda yang disalahkan, tapi justru perbuatan anda akibat dari 
salahnya kepercayaan anda.

  Ny. Muslim binti Muskitawati.



  

Kirim email ke