Artikel:  Tak Ada Yang Bisa Menghentikan Mereka Yang Pantang Menyerah
 
Hore,
Hari Baru!
Teman-teman.
 
Anda pernah gagal? Aneh sekali jika tidak. Karena, setiap orang yang pernah 
membuat pencapaian bermakna, pasti pernah gagal. Jadi, jika merasa tidak pernah 
gagal; mungkin perlu dicek kembali pencapaian-pencapaian kita selama ini. 
Tetapi, sungguhkah setiap orang yang pernah mencoba pernah gagal?  Ya. Memang 
demikian. Tetapi, mengapa ada orang yang kemudian berhasil, dan ada yang tidak? 
Tahukah anda apa gerangan penyebabnya?
 
”Aku tidak pernah kehilangan rasa kagum pada pohon pisang.” begitu saya bilang 
kepada istri saya ketika melintasi pintu gerbang komplek perumahan kami. Disana 
ada sebidang tanah kosong yang ditumbuhi beberapa rumpun pohon pisang. Ketika 
melintasinya, saya melihat beberapa batang pohon yang tumbuh dari pohon yang 
sudah ditebang. ”Karena,” saya melanjutkan. ”Mereka tidak pernah berhenti untuk 
tumbuh meski sudah ditebang.” 
 
Mendengar pernyataan itu, istri saya tertawa geli. ”Iya,” katanya. ”Temanku 
sampai mencincangnya berkali-kali.” lanjutnya.
 
”Mencincang pohon pisang?” Saya dilanda keheranan. Kok ada orang yang 
mencincang pohon pisang. Bagi saya, kata ’mencincang’ memiliki unsur horor yang 
diciptakan dari kekesalan seseorang terhadap sesuatu. Kecuali ’daging cincang’, 
tentu saja.
 
Lalu, istri saya menceritakan tentang temannya yang membeli sebuah rumah 
minimalis yang cantik. Namun, dihalaman rumahnya terdapat pohon pisang. Rasanya 
janggal ditengah kota ada rumah minimalis yang ’dihiasi’ pohon pisang 
dihalamannya. Sangat mengganggu pemandangan. Maka, ditebanglah pohon pisang 
itu. Masalahnya, setiap kali ditebang sang pemilik baru rumah minimalis itu; 
sang pohon pisang selalu tumbuh lagi. Ditebang lagi. Tumbuh lagi. Sampai-sampai 
pemilik rumah kesal. Hingga, suatu kali dicincangnya itu batang pohon pisang. 
Matikah pohon pisang itu setelah dicincang? Subhanallah. Dia tumbuh lagi!
 
Setelah seluruh upayanya untuk ’mematikan’ pohon pisang itu gagal, akhirnya 
teman istri saya memutuskan untuk ’mengijinkannya’ tumbuh dihalaman. ”Yah 
sudahlah..., kalau berbuah nanti bisa dimakan juga,” begitu sang pemilik rumah 
bilang. 
 
Anda yang pernah membaca buku pertama saya ’Belajar Sukses Kepada Alam’ tentu 
masih ingat kisah seorang petani yang mengajarkan nilai-nilai keteguhan hati 
kepada anaknya. Beliau menggunakan pohon pisang sebagai media untuk menunjukkan 
keutamaan sifat pantang menyerah itu. Sebab, pohon pisang; tidak mau mati 
ketika ditebang. Dia hanya akan bersedia mati, setelah dia berbuah. Kalau dia 
ditebang sebelum berbuah, jangan harap anda dapat membunuhnya. Lalu, petani itu 
berkata kepada anaknya; ”Ada satu cara yang tidak mungkin membiarkan engkau 
gagal, Nak.”
 
”Apakah gerangan itu Ayahanda?” Tanya sang anak.
”Yaitu, engkau tidak berhenti melakukan sesuatu; sebelum berhasil.” jawabnya.
 
 
Apa yang saya ceritakan diatas bukanlah kisah rekaan belaka. Melainkan sebuah 
realitas yang jika kita resapi maknanya; akan menunutun kita kepada sebuah 
keunggulan pribadi kelas tinggi. Sebab, seseorang yang memiliki semangat hidup 
seperti pohon pisang tidak akan pernah berhenti sebelum dia berhasil mewujudkan 
cita-citanya. Karena, falsafah hidup pohon pisang berbunyi;”tidak akan pernah 
menyerah, sebelum berbuah.” Sehingga, orang-orang yang menerapkan falsafah itu; 
tidak akan pernah menyerah, sebelum berhasil mewujudkan tujuan hidupnya.
 
Apa tujuan hidup anda? Saya tidak tahu. Yang pasti, tidak satupun manusia 
dimuka bumi ini yang tidak memiliki tujuan hidup. Apa tujuan hidup pohon 
pisang? Untuk berbuah. Kita tanya sekali lagi; apa tujuan hidup anda? Mungkin 
untuk berbuah juga. Namun, buah yang kita hasilkan bukan berupa tumbuhnya organ 
atau bagian tubuh secara fisikal. Melainkan, sebuah karya yang dihasilkan oleh 
tindakan dan perbuatan yang kita lakukan. 
 
Jikapun kita masih belum mampu mendifinisikannya, tidak berarti tidak 
memilikinya. Karena, manusia normal memiliki ’will’ atau kehendak. Sehingga, 
pastilah mereka mempunyai dorongan dari dalam diri untuk berprestasi. Atau 
mencapai sesuatu dalam hidupnya. Oleh karenanya, sekalipun kita belum mampu 
mendefinisikan tujuan hidup kita dengan jelas, namun kita selalu memiliki 
keinginan untuk mencapai sesuatu. Dan itu bisa berarti sebuah anak tangga untuk 
menuju kepada wujud ’tujuan hidup itu’. Misalnya, ingin mendapatkan jabatan 
lebih tinggi lagi. Ingin memiliki uang lebih melimpah lagi. Ingin menjual lebih 
banyak lagi. Ingin memberi manfaat kepada orang lain lebih besar lagi. Ingin 
menjadi orang yang lebih penyayang. Dan sebagainya. Anda tentu memiliki 
keinginan-keinginan semacam itu, bukan?
 
Sekarang, coba periksa lagi; apakah perjalanan kita untuk mewujudkan keinginan 
itu selalu berjalan dijalur mulus. Atau selalu melintasi jalan terjal, licin, 
dan berliku? Yah, kadang-kadang segala sesuatu berjalan seperti yang kita 
inginkan. Namun, kita tahu bahwa tidak selamanya semudah itu. Pada saat segala 
sesuatunya indah, tentu hati kita berbunga-bunga. Hingga kita sering lupa 
daratan. Namun, pada saat segala sesuatunya begitu sulit; kita sering sekali 
mudah patah semangat. Dan gampang menyerah.
 
Padahal, pohon pisang itu tidaklah demikian. Bahkan setelah berkali-ali 
dicincang; dia tumbuh lagi. Dan terus tumbuh lagi. Saat sang pemilik rumah 
menemukan bahwa tidak ada gunanya terus menerus menebang pohon pisang; kita 
jadi tahu bahwa tak ada yang bisa menghentikan mereka yang pantang menyerah. 
Sebab, mereka yang pantang menyerah tidak akan pernah berhenti untuk berusaha. 
Seberat apapun tantangan yang mereka hadapi. Seperih apapun penderitaan yang 
mereka alami. Sesulit apapun rintangan yang mereka lintasi. 
 
Duh, andai kita mampu mencerna falsafah pohon pisang itu. Lalu meresapinya 
didalam hati. Kemudian menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin tak 
ada satu hal pun dimuka bumi ini. Yang mampu membuat langkah kita terhenti. 
Karena, dengan falsafah itu; maka kita. Tidak akan pernah berhenti. Sebelum 
Berhasil. Mewujudkan. Tujuan hidup kita. 
 
Mari Berbagi Semangat!
Dadang Kadarusman
Learning Facilitator  of “Business Process And Continuous Improvement” Program
http://www.dadangkadarusman.com/  
 
Catatan Kaki:
Ada satu cara yang pasti membuat kita berhasil. Yaitu, tidak berhenti melakukan 
sesuatu; sebelum berhasil.
 
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul 
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara 
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan 
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo 
atau gmail) lalu kirim ke [email protected] 
 


      

Kirim email ke