muslim mukitawati maksudnya pak…….. hehehe….. hus….. dimarahin orang nanti……

 

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of saleh w siregar
Sent: Wednesday, March 03, 2010 10:18 PM
To: [email protected]
Subject: Re: -:: Milist NB::- Ruhut sekarang Gundul

 

  



ha..ha..ada2 aja !
buang sial kali ya makanya dia gundul
habis aq gunduli kemaren ha..ha..

pulang lah kau ke Medan, dia ini orangnya kocak dan ceplos ha..ha,,meski banyak 
orang mengira dia seorang kuda loncat sana loncat sini..
saya dengar2 dia tambah sedikit kalem karena salah satu bininya adalah Muslim..

regards bang ruhut

--- On Wed, 3/3/10, rifky pradana <[email protected]> wrote:


From: rifky pradana <[email protected]>
Subject: -:: Milist NB::- Ruhut sekarang Gundul
To: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected]
Date: Wednesday, March 3, 2010, 5:01 PM

  

Ruhut Sitompul, SH adalah seorang pengacara yang sekaligus juga politisi 
flamboyan dari Partai Demokrat.

 

Anak kedua dari empat bersaudara yang lahir pada tanggal 24 Maret 1954 di Medan 
Sumatera Utara ini sebelumnya pernah aktif di Partai Golkar.

 

Selain itu, ia juga pernah menjadi salah satu dari pengacara atau pembela di 
sejumlah kasus yang membelit sejumlah yayasan miliknya mantan Presiden Soeharto.

 

Tak hanya sebagai pengacara dan politisi saja, anak dari pasangan Humala 
Sitompul dan Surtani Panggabean ini juga pernah membintangi sejumlah sinetron, 
antara lainnya Gerhana, Anak Ibuku, Taman Mertua Indah, James Bono, serta 
beberapa acara lawak seperti antara lainnya Ngelaba, dan Asep Show, serta 
Ketoprak Humor.

 

 

Ruhut yang alumni fakultas Hukum di Unpad ( Universitas Padjajaran) Bandung ini 
juga dahulunya terkenal dengan kuncir rambutnya. Akan tetapi saat ini, Ruhut 
berpenampilan plontos alias gundul.

 

 

Mungkin karena penampilan barunya itu, maka perfomance Ruhut di sidang 
paripurna DPR juga tak seperti biasanya.

 

Mungkin hal itu juga karena instruksi dari atasannya, atau entah oleh sebab 
yang lainnya, saat ini Ruhut tampak lebih pendiam dibandingkan biasanya.

 

 

Padahal Ruhut Sitompul yang pengurus teras di Partai Demokrat ini terkenal 
dengan celetukannya yang vulgar, atau ada juga yang menyebutnya kontroversial, 
bahkan ada juga yang menengarainya sebagai politisi yang menyukai kalimat 
umpatan atau makian.

 

Ruhut pernah mempopulerkan kata ‘bangsat’ saat sidang di Pansus. Juga pernah 
mempopulerkan kalimat yang bernuansa rasisme seperti ‘Arab tidak pernah 
membantu Indonesia’.

 

Bahkan Ruhut yang juga dikenal dengan nama sebutan si Poltak ini pernah pula 
melontarkan kalimat ‘Si Cina, Kwik Kian Gie’ pada waktu diskusi yang digelar 
oleh Forum Umat Islam di Wisma Darmala Sakti, Jakarta.

 

Tak hanya itu, saat Pansus memanggil Mantan Wapres Muhammad Jusuf Kalla, si 
Poltak dari Medan Sumatera Utara ini dituduh mempermainkan sebutan ‘daeng’ 
sehingga telah menyinggung dan melukai perasaan orang-orang dari etnis Makasar.

 

 

Selain itu, Ruhut Sitompul ini juga suka sesumbar. Seperti contohnya pada saat 
Pansus berencana memanggil Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani. Saat itu 
Ruhut pada tanggal 20 Desember 2009 yang lalu pernah sesumbar bahwa ‘Saya akan 
menjamin saat Boedi dipanggil tidak datang, Sri Mulyani tidak datang saat 
dipanggil. Teman-teman bisa panggil saya keluar, rajam saya, cabut nyawa saya’.

 

 

Disamping sesumbar, Ruhut juga sangat bersemangat dalam melakukan pembelaannya 
terhadap kawannya yang seiiring.

 

Inilah yang dilakukannya sewaktu sidang Pansus Skandal Century. Saat itu Ruhut 
membela Partai PAN yang diteriaki ‘banci’.

 

“Itu nggak boleh. Banci juga manusia, dan banyak banci-banci yang menonton (di 
TV)”, kata Ruhut Sitompul.

 

 

Pembelaannya terhadap Partai PAN itu mengingat pada saat sidang paripurna DPR, 
sikap politik Partai PAN sejalan dengan yang diinginkan oleh Partai Demokrat.

 

 

Sebagaimana diketahui, saat ini dari 9 fraksi yang ada di DPR, sikap politiknya 
terbelah menjadi dua kubu.

 

Kubu pertama yang terdiri dari lima fraksi, yaitu PKS, Gerindra, Hanura, Partai 
Golkar, FPDIP, lebih cenderung untuk memilih opsi C yang menyatakan ada 
pelanggaran dalam kasus Bank Century.

 

Sedangkan kubu kedua terdiri dari empat fraksi, yaitu Partai Demokrat, PAN, 
PKB, PPP, lebih cenderung untuk memilih opsi A yang menyatakan tidak ada 
pelanggaran dalam kasus Bank Century.

 

 

Akhirulkalam, apakah penampilan yang cenderung agak santun dan sopan serta agak 
kalem dan pendiam yang diperlihatkan si Ruhut Sitompul politisi dari Partai 
Demokrat ini dapat bertahan dalam kurun waktu satu minggu ke depan ?.

 

 

Wallahulambishswab.

 

 

*

Catatan Kaki :

Artikel lain yang berjudul ‘ 
<http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/03/kompromi-kebenaran-atau-kebenaran-kompromi/>
 Kompromi Kebenaran atau Kebenaran Kompromi ?’ dapat dibaca dengan mengklik di  
<http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/03/kompromi-kebenaran-atau-kebenaran-kompromi/>
 sini .

*

Ruhut sekarang Gundul

 <http://polhukam.kompasiana.com/2010/03/03/ruhut-sekarang-gundul/> 
http://polhukam. kompasiana.com/2010/ 03/03/ruhut- sekarang- gundul/

*

 

 

 

 

 

 

 

 



Kirim email ke