Tak pernah menyangka kalau kini saya telah hampir tiga tahun menjadi Trainer 
sungguhan. Tepatnya pada tahun 2007 saya cukup depresi karena bisnis saya 
hancur total dan meninggalkan hutang di mana-mana. Hal ini membuat saya harus 
mencari inspirasi baru dengan silaturahim kepada kawan-kawan pengusaha supaya 
bisa termotivasi kembali untuk bangkit dan semangat kembali walau hutang belum 
terselesaikan.

Malah dari silaturahim itulah perjalanan saya sebagai trainer dimulai. Ketika 
seorang diantara kawan yang meminta saya untuk menjadi pembicara tentang 
"Bangkit  dari keterpurukan".  Saat itu bermodal pengalaman saja saya 
memberanikan diri berbagi ilmu. Tetapi justru dengan pengalaman alhamdulillah 
para peserta merasakan manfaat training yang saya berikan. Tidak itu saja. 
Bahkan membawa saya ke dunia training yang sesungguhnya serta memakmurkan 
kembali bisnis "Network Instalation" yang saya geluti.

Mengenang perjalanan saya tersadarkan bahwa Silaturahim adalah modal yang 
penting dalam sebuah perjalanan hidup. Betapa tanpa kita sadari, silaturahim 
menjadi alat untuk mempermudah mendatangkan rizki yang kita rasakan seakarang.

Seorang sahabat bernama Pak Agung pernah bercerita kepada saya. Ketika beliau 
mendapatkan pekerjaan di Astra Honda  Motor, pada awalnya berawal dari 
silaturahim ke seorang sahabat. Ternyata dari silaturahim yang sederhana 
tersebut sekarang Pak Agung telah menduduki posisi yang strategis di perusahaan 
tersebut.

Demikian juga dengan Ita seorang wanita yang mendapatkan beasiswa untuk kuliah 
lantaran bertemu dengan kawan yang telah lama tidak dia jumpa. Perjalanan 
hidupnya yang tadinya penuh kebimbangan kemudian berubah menjadi cerah karena 
silaturahim atau berkunjung , mempererat tali persaudaraan dengan teman, kawan 
atau sahabat yang pernah dimiliki.

Lantas bagaimana dengan kita sekarang?
Seberapa sempat diri kita untuk berkunjung kepada saudara-saudara kita?
Mungkin pekerjaan kita banyak, mungkin aktifitas kita padat, namun bukan 
menjadi alasan buat kita untuk tidak bersilaturahim dengan kawan, sahabat atau 
bahkan kerabat.

Terkadang kita mungkin lebih sering silaturahim ketika kita sedang susah dan 
membutuhkan pertolongan. Bagaimana dengan kondisi kita yang sudah lebih baik, 
apakah kita masih menyambung silaturahim dengan mereka? 

Ketika kita menyadari silaturahim itu begitu penting. Mari kita agendakan 
silaturahim dengan kawan, sahabat atau kerabat terdekat kita. Dan semoga bias 
dari silaturahim ini mendatangkan berjuta manfaat atau bahkan memperbesar rizki 
kita nantinya.

Salam berbagi senantiasa



A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
http://TrainingGratis.co.nr ::Training Gratis untuk Indonesia Lebih baik
Life Learner,Trainer & Motivator
021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan




      

Kirim email ke