Sebenarnya kejadian paling nyata adalah masa2 pra renaissance, Jadi saya pikir benturan agama & sains tidak terjadi dalam Islam tetapi dalam kristen. Mungkin perlu mendalami sejarah zaman dark ages dan zaman pertengahan, Sehingga yg mungkin perlu disebutkan bukan ulama tetapi pendeta. Galileo adalah saksi gelapnya agama barat sehingga tidak bisa menerima sains. Justru sains dan teknologi dalam Islam sangat berkembang pesat pada masa jaya2 Islam, Sehingga aneh jika topik ini muncul yg terkesan dibuat2. Terima kasih.
Salam, Nugra S. Sent from my CPU® powered by Sinyal Kuat IKHLAS ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of muskitawati Sent: Wednesday, March 17, 2010 5:37 PM To: [email protected] Subject: -:: Milist NB::- Agama Bukan Sumber Awal Tapi Racun Bagi Ilmu Pengetahuan !!! Agama Bukan Sumber Awal Tapi Racun Bagi Ilmu Pengetahuan !!! Sejarah membuktikan, ilmu pengetahuan dan para ilmuwan telah menjadi korban serangan2 biadab dari ulama maupun ajaran agamanya. Namun karena dizaman sekarang mayoritas umat manusia bisa membuktikan kebenaran ilmu pengetahuan, wajar kalo akhirnya agama terdesak dan terkalahkan dalam realitasnya. Umat beragama berusaha menyusup kedalam dunia ilmu pengetahuan untuk mempropagandakan agama kepercayaan mereka. Padahal, ilmu pengetahuan netral, tidak berpihak kepada agama manapun juga. Jadi kalo ada sesorang yang mengaku ilmuwan tetapi selalu menyisipkan ajaran agama kepercayaannya.... maka orang itu sebetulnya adalah opportunis yang tidak etis membonceng keringat ilmuwan sejati untuk menipu umatnya agar tetap terikat kepada kebohongan2 agamanya. Umat manusia sekarang menjadikan agama sebagai hanya tradisi entertainment untuk mengenang masa lalu, mengingatkan kita bahwa kemajuan hanya bisa dicapai dengan mencatat, mencari, menemukan, mengkritik dan mengkoreksi kesalahan2 nenek moyang kita. Misalnya kepercayaan dewa dewi Yunani kuno hingga sekarangpun kita pertahankan bukan untuk dipercaya melainkan untuk menciptakan nilai2 baru yang secara simbolis menggunakan atau mengkaitkannya dengan kepercayaan lama. > Sukamto Sukamto <sukamto1...@...> wrote: > JLEG: Agama produk ilmu pengetahuan. titik. > Yang lain bisa dicopas ajah, ngarti opo > ora, no sekian2 > Ilmu pengetahuan adalah merupakan kegiatan para ilmuwan yang berkaitan dengan pengumpulan data2 melalui Observasi, experiment, pengolahan dan pencatatan data, Analysis dan kemudian dipresentasikan dalam sebuah laporan yang kemudian dari hasilnya menjadi data baru untuk dikembangkan mengulangi semua proses ini secara terus menerus berkelanjutan sepanjang zaman. Agama juga merupakan kegiatan umat yang terkait dengan angan2 yang diyakininya tanpa ada proses dari kegiatan ilmu pengetahuan diatas, meskipun ada ulama yang berpartisipasi dalam kegiatan ilmu pengetahuan tapi sama sekali bukan dari kegiatannya dalam beragama. Jadi, kalo ilmu pengetahuan selalu memproduksi hal2 yang baru yang menyebabkan teknolgi terus berkembang, maka sebaliknya, agama sama sekali tidak memproduksi teknologi apapun juga selain hanya bergiat mengembangkan angan2 baru yang tidak pernah bisa dibuktikan menjadi kenyataan yang bisa diobservasi oleh setiap orang selain mereka yang percaya saja. Dalam banyak hal, agama hanya menimbulkan kontroversi saja yang justru menghambat kegiatan ilmu pengetahuan dan menghambat pengembangan teknologi. Karena secara umum, ajaran agama dan para ulamanya merasa terpojok akibat berkembangnya ilmu pengetahuan sehingga banyak ulama berbagai agama yang mencatut nama ilmu pengetahuan untuk mempertahankan atau mengikat umatnya menjadi sapi perahan dalam mempertahankan kepentingan para ulamanya itu sendiri. Mereka selalu mengkaitkan agamanya dengan ilmu pengetahuan agar tetap bisa diterima umatnya. Agama bukanlah kegiatan yang mengajarkan kebaikan atau mengajarkan nilai2 kepada umatnya agar menjadi manusia sosial yang baik, karena untuk mengajarkan nilai2 sosial yang baik, tidak perlu siapapun untuk mempercayai atau menyembah Tuhan, Allah, Yesus ataupun dedemit. Manusia sosial yang baik bagi masyarakat tidak perlu beragama dan tidak perlu percaya Tuhan apalagi menyembahnya. Hal inilah yang menjadikan ajaran Buddha dari Sidharta Gautama menjadi sangat disukai diseluruh dunia karena untuk menjadi orang baik dan benar tidak perlu beragama, tidak perlu percaya Tuhan, dan tak perlu menyembah apapun juga. Sedangkan kegiatan umat Buddha yang se-olah2 menyembah patung Buddha, sama sekali bukan menyembah patung melainkan hanya penghormatan kepada Sidharta Gautama saja dalam mengenang ajaran2 beliau. Sama saja dengan mendirikan patung Obama bukan bertujuan menyembahnya melainkan sebagai expressi daripada penghargaan umat pengikutnya. Beribadah agama Buddha tidak perlu patung sang Buddha, dan ibadah agama Buddha disebut "Dharma" yang kegiatannya justru mengemis bukan menyembah sesuatu. Jadi urusan patung Buddha hanyalah simbolisme. Ny. Muslim binti Muskitawati. ________________________________ Disclaimer : This electronic mail transmission may contain material that is legally privileged and confidential for the sole use of the intended recipient. Any review, reliance or distribution by others or forwarding without express permission is strictly prohibited. If you are not the intended recipient or the employee or agent responsible for delivery of this message to the intended recipient, you are hereby notified that any disclosure, copying, dissemination, distribution or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited and may be unlawful. If you have received this communication in error, please notify the sender immediately by responding to this electronic mail and then delete all copies including any attachments thereto from your computer, disk drive, diskette, or other storage device or media. Adaro Group does not accept any liability in respect of communication made by its employee that is contrary to company policy or outside the scope of employment of the individual concerned.
