Salam,
Kok sejarah bertulang?
Bung Karno TIDAK ada rupanya sama sekali sebagi orang Indo apalagi Belanda. 
Lain dengan Suharto dengan mata yang sipit dan kepala botak.( penampilan 
setelah tua)seperti saudaranya satu bapak tetapi lain Ibu..
Ibu Suharto adalah PRT seorang Cina yang datang dari Tiongkok, tidak membawa 
istrinya. Yaitu  ayahnya LIEM SIOE LIONG. Suharto sepertinya diterlantarkan dan 
terpaksa dititipkan  ke beberapa orang a.l.Mantri Ulu-Ulu ( pengairan sawah 
desa).SANGAT bertentangan dengan adat orang Jawa, Suharto tidak pernah mencari 
atau bersiarah kemakam ayahnya.Di rumah Cendana dulu ikut tinggal OOM TIK , 
yaitu LIEM SIOE TIK. Yang akhirnya meninggal di peternakannya Suharto di Tapos 
beberapa tahun yang lalu.Karena merasa ibunya disia-siakan, Suharto sangat 
membenci orang Cina, kecuali saudara2nya a.l.Liem Sioe Liong.
Ayahnya Liem Sioe Liong juga tidak beragama Islam.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Jum, 19/3/10, muskitawati <[email protected]> menulis:


Dari: muskitawati <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Sukarno Tolak Syariah Karena Mau Menghapus Anak Haram
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 19 Maret, 2010, 12:52 PM


  



Sukarno Tolak Syariah Karena Mau Menghapus Anak Haram

Ibu kandung Bung Karno adalah wanita Bali yang bekerja sebagai pembantu RT 
seorang duda pegawai tinggi Belanda.

Dikalangan orang2 Belanda sendiri hal ini bukan rahasia dan juga tidak 
merendahkan bayi yang dilahirkan ini, karena itulah Sukarno tidak susah untuk 
diterima dilingkungan orang2 Belanda maupun para feodal pribumi yang sangat 
dekat hubungan kerja samanya dengan orang2 Belanda ini.

Jadi enggak heran kalo banyak feodal pribumi yang berusaha mengangkat Sukarno 
jadi anak angkat mereka se-mata2 untuk memelihara hubungan mereka dengan orang2 
Belanda ini.

Sukarno pernah diangkat anak oleh HOS Cokroaminoto, diangkat anak oleh ibu 
Inggit tapi akhirnya dinikahi ibu Inggit sebagai suaminya bukan sebagai anaknya.

Tetapi dalam sejarah bangsa, Sukarno harus ditulis sebagai bunga bangsa yaitu 
anak si matahari terbit, sehingga dia menamakan dirinya sendiri sebagai 
"Fajar". Semua ini bukanlah sebagai kesalahan meskipun bukan kebanggaan dan 
tidak perlu dibanggakan.

> "wawan" <selarasmilis@ ...> wrote:
> emaknya bung karno orang hindu bali,
> jadi nggak heran bung karno itu
> seorang pluralis, karena kenyataannya
> ibunya adalah orang hindu bali.
> 

Anda betul sekali, tetapi jangan dilupakan, bapak biologis Bung Karno itu orang 
Belanda yang beragama Kristen.

Itulah sebabnya, dalam akte kelahirannya bapak Bung Karno tercatat nama orang 
Indonesia aseli. Karena pemerintah Belanda sama sekali tidak membedakan surat 
nikah kepada setiap wanita yang melahirkan.

Disinilah kunci penting kenapa Bung Karno menolak mentah2 Syariah Islam.

Karena kalo Indonesia menjadi negara Syariah Islam, maka semua bayi yang 
dilahirkan tanpa surat nikah ibu bapaknya, maka dalam akte kelahiran sang bayi 
akan tertulis dalam kolom nama ayahnya sebagai "anak Haram", sehingga susah 
untuk diterima kerja, sekolah, bahkan juga susah dapat ktp.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke