Sala,
Hore hari baru
Hore kebanjiran lagi!
Tanggapan singkat ini hanya mengenai soal DASI  saja.
1) Dasi adalah pakaian orang diiklim dingin , bukan tropis.
2) Leher terbuka disamakan dengan dada terbuka, bagi orang Barat adalah simbul 
ketidak sopanan dan  ketidak perdulian/ketidak disiplinan.
Ini semuanya tidak bertaku bagi bangsa Indonesia yang hidup didaerah tropis dan 
mempunyai ukurannya sendiri dalam bidang kesopanan berpakaian.
Wasalam,
Wal Suparmo
--- Pada Ming, 21/3/10, Dadang Kadarusman <[email protected]> menulis:


Dari: Dadang Kadarusman <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Artikel: Sudah Layakkah Kita Untuk Mengenakan Dasi ?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Minggu, 21 Maret, 2010, 11:28 AM


  








Artikel:  Sudah Layakkah Kita Untuk Mengenakan Dasi ? 
  
Hore, 
Hari Baru! 
Teman-teman. 
  
Apakah selama beraktivitas di kantor anda mengenakan dasi? Atau, mungkin kolega 
anda ada yang berdasi. Secara tidak langsung kita sering mengkorelasikan dasi 
dengan posisi dan gaji tinggi. Jadi, jika dikantor ada orang yang berdasi dan 
yang tidak berdasi, serta merta kita berpikir bahwa orang yang mengenakan dasi 
memiliki hirarki yang lebih tinggi. Itulah sebabnya, dulu kita ingin sekali 
mendapatkan pekerjaan yang dekat dengan dasi. Tetapi, apakah sekarang kita 
sudah layak untuk mengenakan dasi? 
  
Di tahun 1970-an dasi belum menjadi asesoris yang umum dikenakan oleh orang 
Indonesia.  Hanya mereka yang tinggal di perkotaan saja yang memakainya. Itupun 
jika mereka termasuk kedalam kalangan kelas atas. Atau orang-orang yang 
berpendidikan tinggi. Tapi, dikampung saya yang terpencil ada sebuah keanehan. 
Disana ada sebuah lemari pakaian yang menyimpan beraneka dasi, dalam warna yang 
beragam. Lemari itu ada di sebuah rumah. Dan rumah itu adalah milik Kakek saya. 
Ketika saya masih SD, Nenek mengenalkan saya kepada dasi. Dan cara saya 
sekarang mengikat simpul dasi, adalah hasil dari apa yang diajarkan oleh Nenek. 
  
Bagi saya, dasi bukan hanya menarik sebagai pelengkap pakaian. Karena selain 
memperindah penampilan, dia juga memiliki sensasi yang mengesankan. Beda dengan 
kalung, dasi itu melingkar dekat sekali dengan leher. Namun, dia sama sekali 
tidak membuat kita tercekik. Tidak pula kelonggaran. Dengan kata lain, ukuran 
lingkar dasi menyesuaikan dengan ukuran leher pemakainya. Bukankah ini yang 
biasa kita sebut sebagai ’different stroke for different folk’?  Kita 
memperlakukan orang lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing. 
Prinsip ini tidak hanya digunakan dalam bidang HR dan kepemimpinan. Tetapi juga 
dalam konsep pelayanan kepada pelanggan. Intinya, jika kita mampu melayani atau 
memperlakukan orang lain sesuai dengan kebutuhannya masing-masing, maka kita 
bisa memperoleh tempat teristimewa dihatinya. 
  
Dikantor-kantor bergengsi, dasi sudah menjadi identitas yang nyaris tak 
terpisahkan atas hirarki seseorang di perusahaan. Meskipun tidak selalu benar, 
namun dasi identik dengan kesuksesan karir seseorang. Jika kita berangkat ke 
kantor menggunakan dasi, penampilan kita terkesan lebih bonafid. Demikian pula 
halnya ketika berhadapan dengan pelanggan. Memang ada orang yang memakai dasi, 
tapi sebenarnya tidak memegang jabatan yang tinggi. Contoh orang yang seperti 
itu adalah saya beberapa belas tahun yang lalu. Saya mengenakan dasi meskipun 
status pekerjaan saya adalah tenaga penjualan, alias salesman. Dasi yang saya 
kenakan sama sekali bukan simbol jabatan saya yang keren. Melainkan karena 
perusahaan mendorong kami untuk menampilkan diri sebaik-baiknya dihadapan para 
pelanggan. 
  
Faktanya, memang ada hubungan erat antara keunggulan penampilan seseorang 
dengan citra dirinya. Sedangkan citra diri yang positif melahirkan penghargaan 
kepada diri sendiri yang lebih tinggi. Misalnya, anda lebih percaya diri untuk 
memasuki gedung tinggi tempat para elit bisnis berkantor ketika mengenakan 
pakaian yang rapi dibandingkan dengan saat mengenakan seragam kumal. Citra diri 
yang tinggi juga meningkatkan penerimaan orang lain terhadap diri kita. Tidak 
mengherankan jika mereka yang berpenampilan menarik lebih diterima, 
dibandingkan yang lusuh tak terawat. Ini berlaku secara universal. Dan dasi, 
sedikit banyak memberikan andil untuk membentuk citra diri itu. 
  
Ketika Presiden Direktur kami dulu menganjurkan para salesman mengggunakan 
dasi, sebenarnya beliau menginginkan agar kami mampu meningkatkan citra diri. 
Sehingga penghargaan kepada diri sendiri semakin tinggi. Karena, pekerjaan 
‘salesman’ juga sama mulia dan terhormatnya dengan pekerjaan lain. Jika kita 
menjalaninya secara professional seperti penampilan kita itu, maka tentu kita 
akan mendapatkan hasil yang sepadan. 
  
Sekarang, mari kita perhatikan apa yang dibutuhkan oleh seorang pekerja seperti 
kita untuk merajut kesuksesan dalam karir. Jika kita ingin berhasil dalam 
karir, sekurang-kurangnya kita mesti memiliki empat aspek penting berikut ini. 
Yaitu; 
  

Dedication, atau dedikasi. Tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan 
baik tanpa dedikasi tinggi. Sehingga orang-orang yang kurang berdedikasi saat 
bekerja tentu tidak akan mampu menjadi karyawan yang layak dibanggakan. 
Sebaliknya, mereka yang memiliki dedikasi yang tinggi kepada pekerjaannya sudah 
pasti akan bersedia mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memastikan hasil 
pekerjaan yang terbaik. Karena mereka yang berdedikasi tinggi menghargai makna 
pekerjaannya. Sedangkan karyawan yang memberikan hasil terbaik sangat disukai 
oleh perusahaan. 
Attitude, atau sikap. Adakah sesuatu yang bisa menggantikan sikap? Jika kita 
lulusan sekolah luar negeri. Atau berpengalaman belasan tahun. Atau memiliki 
posisi yang tinggi. Namun attitude alias sikap kita buruk, apakah kita bisa 
menjadi karyawan yang baik? Pasti tidak. Mengapa, karena dengan sikap yang 
buruk kita berperilaku buruk. Padahal tak seorangpun menyukai orang-orang yang 
sikapnya buruk. Sebaliknya, orang-orang yang memiliki sikap yang baik pasti 
berperilaku baik. Dan kepada orang baik, banyak sekali yang menyukainya. Jadi 
tidak mengejutkan jika orang-orang yang memiliki sikap baik akan berperilaku 
baik. Lalu memberikan pencapaian yang baik. Hingga memperoleh imbalan yang juga 
baik.
Sense of Belonging, atau rasa memiliki. Banyak karyawan yang merasa bahwa 
keberadaannya diperusahaan tidak lebih dari sekedar mencari nafkah saja. 
Sehingga, fokus utamanya adalah; bagaimana supaya memperoleh penghasilan setiap 
bulan. Jika setiap bulan ada jaminan untuk memperoleh pendapatan, mengapa harus 
susah-susah memikirkan kepentingan perusahaan? Sedangkan orang yang memiliki 
sense of belonging berbeda. Meskipun mereka bukan pemegang saham, tapi mereka 
memiliki kesediaan untuk mendahulukan kepentingan perusahaan daripada tuntutan 
pribadinya. Sehingga, pada saat perusahaan sedang bagus, mereka tidak menuntut 
melebihi haknya. Sebaliknya, ketika perusahaan berada pada situasi sulit, 
mereka tidak serta merta mencampakkannya.
Integrity, atau integritas diri. Ini adalah aspek yang paling dicari. Sebab 
orang-orang yang mempunyai integritas selalu bisa dipercaya. Padahal, bisnis 
merupakan serangkaian kegiatan yang didasari oleh kepercayaan. Sedangkan 
orang-orang yang memiliki integritas diri tidak mungkin mengkhianati 
kepercayaan yang diberikan. Dengan integritas diri, mereka menghindari 
kecurangan. Mensucikan diri dari perilaku yang menggerogoti kondisi kesehatan 
keuangan. Dan menjaga diri dari tindakan apapun yang merugikan perusahaan. 
Sebab, orang-orang yang memiliki integritas diri sadar bahwa seluruh 
perbuatannya harus dipertanggungjawabk an. Bukan semata-mata kepada atasan. 
Melainkan kepada Tuhan.
  
Mari sekali lagi memperhatikan keempat aspek penting itu. Dedication disingkat 
D. Attitude disingkat A. Sense of belonging disingkat S. Dan Integrity 
disingkat I. Hey, bukankah jika kita mengurutkan keempat singkatan itu kita 
akan memperoleh hasil berikut ini: D-A-S-I. Ya, dasi. Ternyata memang dengan 
dasi kita bisa meraih keberhasilan dalam karir. Bukan semata-mata dasi yang 
menggantung di leher kita. Melainkan dengan empat elemen penting yang tertanam 
didalam diri kita itu. 
  
Mungkin saat ini kita belum berkesempatan menduduki posisi yang mematutkan kita 
untuk mengenakan dasi. Tetapi, percayalah bahwa dasi tidak hanya pelengkap 
keindahan penampilan fisik belaka. Kerena, ternyata dasi memiliki makna untuk 
meningkatkan kualitas diri kita. Melalui dedikasi yang tinggi, sikap postif, 
rasa memiliki, dan integritas diri. Jika keempat unsur itu ada dalam diri kita; 
maka tidak lagi penting apakah di leher kita melilit dasi atau tidak. Karena, 
jiwa kita sudah secara otomatis mengenakannya. Sehingga dengan atau tanpa dasi 
yang necis, kita bisa membentuk diri sendiri untuk memiliki nilai yang lebih 
tinggi. 
  
Mari Berbagi Semangat! 
Dadang Kadarusman 
Learning Facilitator  of “Fundamental Leadership Development” Program 
http://www.dadangka darusman. com/   
  
Catatan Kaki: 
Kualitas seorang karyawan sama sekali tidak ditentukan oleh apakah dia 
mengenakan dasi atau tidak.  Melainkan oleh dedikasi, sikap, dan rasa memiliki, 
serta integritas dirinya terhadap pekerjaan. 
  
Melanjutkan tradisi tahun lalu, pada bulan April dan Mei 2010 ini kami akan 
mengundi/memilih 4 perusahaan untuk memperoleh sesi Pengembangan Diri Gratis 
kami selama 2 jam. Hanya berlaku di DKI Jakarta. Topiknya; ”Kita Ini Mahluk 
Sempurna, Tapi Tidak Berarti Tanpa Cela.”  Bagi Anda yang tertarik untuk 
mengikutsertakan perusahaannya dalam undian/pemilihan ini  silakan mendaftarkan 
nama dan identitas perusahaannya melalui email dengan subjek “Tradisi 2010” 
lalu kirim ke dkadarusman@ yahoo.com . Perusahaan yang tahun lalu sudah 
terpilih diperbolehkan untuk mendaftar kembali.   
  
Melalui project Mari Berbagi Semangat! (MBS!) sekarang buku saya yang berjudul 
”Belajar Sukses Kepada Alam” versi Bahasa Indonesia dapat diperoleh secara 
GRATIS. Jika Anda ingin mendapatkan ebook tersebut secara gratis silakan 
perkenalkan diri disertai dengan alamat email kantor dan email pribadi (yahoo 
atau gmail) lalu kirim ke bukudad...@yahoo. com 








      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke