MENGUAK (kembali)
STAGE HYPNOSIS/ HIPNOSIS PANGGUNG
By Iwan Ketan (Authorized Hypnosis Instructor)
Pekan lalu kembali saya
mendapatkan telpon dari seseorang yang minta Forensic Hypnosis. Singkat
cerita dia bilang kalau ada kemungkinan kalau pasangan hidupnya
selingkuh sehingga untuk menguak kebenarannya beliau minta saya
menghinotis pasangan hidupnya tersebut seperti di TV. Karena berdasar
informasi yang diterima dari tontonan tersebut begitu mudahnya
seseorang dibikin tidur dan menjawab pertanyaan dengan polosnya. Menyikapi
permintaan tersebut, saya pun harus meluruskan apa hypnosis dan
bagaimana proses hypnosis (atau orang awam bilangnya hipnotis) yang sebenarnya
terjadi. Karena tidak serta merta seseorang bisa dihipnosis dan langsung
menerima sugesti yang diberikan. Sebelum
saya melanjutkan, dalam tulisan ini saya lebih banyak menggunakan kata
hypnosis. Mungkin kepada para pembaca yang masih awam mohon memaklumi
karena hipnotis menurut asal katanya adalah hypnotist yang memiliki
arti “orang yang melakukan perbuatan hypnosis”, sedangkan hypnosis
adalah ilmu nya itu sendiri yaitu ilmu yang memanfaatkan fikiran bawah
sadar manusia “. ini yang disembunyikan
Hypnosis
yang seperti disaksikan di TV mungkin bisa dikatakan tidak semuanya
adalah benar. Ada beberapa proses hypnosis yang disembunyikan oleh sang
Penghipnosis. Mungkin disebabkan oleh durasi tayangan TV yang cukup
singkat mengakibatkan proses awal hypnosis harus dilakukan di belakang
layar.
Pada prinsipnya untuk melakukan proses Stage Hypnosis memerlukan 6 tahapan.
Tahap I , tahap Perkenalan (Building Rapport), dimana pada proses ini
sang penghipnosis harus membuat keakraban dan memiliki otoritas
(dipercaya) oleh suyetnya (suyet = orang yang dihipnosis).
Tahap II, tahap Pre Induction,
dimana para proses ini sang penghipnosis mengetes dengan sugesti
ringan, apakah orang tersebut bisa dihipnosis atau tidak.
Prinsip
utama hipnosis adalah setiap hypnosis adalah self hypnosis. Artinya
seseorang hanya bisa dihipnosis kalau dirinya mau dihipnosis.
Persetujuan seseorang bisa dihipnosis biasanya kalau di layar kaca
adalah ketika seseorang tersebut tidak berontak atau menolak untuk
dihipnosis. Jadi hypnosis pada dasarnya tidak bisa terjadi kalau saja
sang suyet menolak untuk dihipnosis.
Ketika
seseorang mendatangi sang penghipnosis sebenarnya itu adalah
persetujuan juga (persetujuan tidak langsung) antara orang tersebut
dengan sang penghipnosis. Sama seperti dalam kasus kejahatan hypnosis,
dimana sang pelaku memberikan kabar gembira berupa hadiah “Mobil”,
“Uang” atau bahkan berita duka seperti “kecelakaan”, maka orang yang
mendapatkan kabar tersebut tidak akan bisa dihipnotis oleh sang pelaku,
tatkala dia tidak mempercayai “sang Pelaku” atau bahkan tidak mengikuti
permintaan pelaku ke “ATM”
Karena
pada prinsipnya “Hipnosis hanya berlaku jika orang tersebut mengizinkan
dirinya dihipnosis”, maka tentunya sang penghipnosis yang terhebat
sekalipun tidak akan pernah bisa menghipnosis orang yang mereka tidak
pernah mengizinkan dirinya dihipnosis, kalaupun bisa biasanya
menggunakan trapping method (metode jebakan)
Tahap III, dari proses ini adalah tahap Induction, dimana para proses
ini sang penghipnosis melakukan induksi hipnotis, baik itu relaksasi
maupun rapid (Rapid adalah hypnosis dengan kejutan dan biasanya sang
penghipnotis melanjutkannya dengan berkata “tidur”),
Tahap IV, tahap Deepening,
adalah proses dimana sang suyet, dibuat lebih nyenyak dan lebih lelap
dalam tidurnya. Hal ini disebabkan pada saat seseorang di-induksi
pertama kali , bagi mereka yang belum pernah dihipnosis biasanya kalau
menurut skala Davis Husband Scale biasanya mereka tertidur pada skala “Light
Trance” atau sekitar skala “6-12” (Skala ada digambar berikut atau pada link
http://2.bp.blogspot.com/_e5Ht20FCUH4/S6h1JWgmJcI/AAAAAAAAAbQ/ytNs9nxe94A/s320/DHS.jpg)
Deepening
adalah hal yang penting dalam proses hypnosis. Karena dengan deepening
inilah seseorang baru bisa diketahui apakah sudah sampai level dimana
sugesti bisa diterima atau tidak.
Kalau
menurut Skala ini , maka kejadian pada “Show“ Forensic Hypnosis di
layar kaca dimana ada seseorang yang baru pertama kali kenal kemudian
dihipnosis langsung bisa sampai level “Somnabulism" itu tidak akan
pernah bisa terjadi. Karena Somnabulism adalah level dimana biasanya
proses Forensic Hypnosis itu terjadi.” Sedangkan untuk mencapai
level Somnabulism, biasanya diperlukan deepening terlebih dahulu
melalui dari level Hypnoidal, Light Trance, Medium Trance barulah
sampai di level Somnabulism.
Sehingga
besar kemungkinan proses deepening menuju level Somnabulism dilakukan
di balik layar. Karena untuk melakukan proses deepening ini membutuhkan
proses yang tidak sebentar. Sehingga dengan seseorang sudah dibawa ke
kondisi Somnabulism sebelumnya maka orang tersebut dapat dengan mudah
dan cepat langsung kepada kondisi Somnabulism, yaitu level hypnosis
dimana forensic hypnosis biasanya dilakukan
Tahap V, tahap Sugesti
Tahap
sugesti adalah tahap dimana sang Penghipnosis memberikan informasi yang
kemudian dianggap layak diterima oleh sang suyet. Tidak semua sugesti
bisa diterima oleh Suyet. Hal ini disebabkan di dalam Pikiran manusia
masihlah ada Filter Value. Filter Value ini bertugas untuk menyaring
informasi mana saja yang bisa diterima dan informasi mana saja yang
ditolak karena tidak sesuai dengan value yang dipercaya oleh sang
Penghipnosis.
Misalnya
seseorang wanita muslimah yang kemudian disuruh melepaskan jilbabnya.
Ketika hal tersebut bertentangan oleh Value Agama yang diyakininya maka
sepanjang hal tersebut diyakini dengan teguh oleh sang suyet maka Sang
Penghipnosis tidak akan mampu membuat sang suyet melepaskan jilbabnya
Namun
ketika sugesti itu bisa diterima oleh Filter Pikiran, maka orang
tersebut malah bisa melakukan hal-hal yang mungkin tidak bisa dilakukan
oleh orang normal. Seperti mematahkan besi dengan tangan, memakan api,
jalan diatas paku, atau mengangkat mobil dengan tangannya. Hal ini
disebabkan orang tersebut sudah mengakses kekuatan Pikiran bawah sadar
yang luar biasa.
Tahap VI, tahap Terminasi (selesai kembali normal) .
Ketika
proses hypnosis sudah selesai, maka biasanya suyet dikembalikan ke
kondisi awal/semula. Untuk proses pengembalian ke kondisi normal
dibutuhkan prosedur counting (hitung 1 sampai 5) agar sang suyet bisa
kembali ke kondisi normal dengan aman. Tepukan tangan untuk menyadarkan
orang yang terhipnosis bukanlah cara terminasi yang aman. Bahkan malah
membuat orang pusing seperti kaget ketika bangun dari tidurnya.
Wow
ternyata prosedur hypnosis yang sesungguhnya tidak semudah yang mungkin
kita kira selama ini. Ada tahapan-tahapan yang mungkin belum sempat
disampaikan oleh media, maupun sang Penghipnosis. Hal ini bisa jadi
karena keterbatasan waktu mereka show di TV yang memiliki durasi yang
cukup singkat.
Seperti
yang kita ketahui mungkin selama ini masih banyak yang menganggap
hypnosis adalah ilmu yang mistis bahkan ada yang menganggap sesat
maupun haram. Sehingga penulisan prosedur hypnosis panggung dalam
tulisan saya kali ini, semoga memberikan informasi proses hypnosis yang
lebih jelas. Dan juga dengan penulisan artikel ini para pembaca dapat
lebih memahami bahwa hypnosis tidak se-simple yang kita lihat bersama
di televisi. Mungkin kalau di Televisi ada orang yang dihipnosis
kemudian bercerita tentang dirinya dalam waktu yang cepat dan mudah,
maka bisa jadi sudah ada proses di balik layar sebelumnya.
Saya
menyadari tulisan sederhana ini pastilah belum memuaskan para pembaca
akan ilmu hypnosis. Karena ilmu hypnosis baru dapat diketahui rasanya
ketika para pembaca mengalaminya secara pribadi (Personal Experience).
Jika mungkin para pembaca masih penasaran atau ingin mengetahui lebih
lanjut apa dan bagaimana Hypnosis itu sebenarnya terjadi, silakan
berdiskusi melalui Facebook saya di Iwan ketan atau bisa pula dengan
menghadiri Beyond Hypnosis Training yang diadakan pada hari Sabtu, 17 April
pukul 09 – 15 WIB. Informasi dan Pendaftaran dapat melalui Sdr Mahmudi di nomer
021 3677 8500 atau menyimak Brosur Training melalui link berikut
http://4.bp.blogspot.com/_I4BAigVuDz0/S6hqwLWxJaI/AAAAAAAAAEI/54ngo4gGoq0/s1600-h/HYPNOSIS.jpg
Salam berbagi senantiasa
A.Setiawan
Keep on Smile to Face the World
http://TrainingGratis.co.nr ::Training Gratis untuk Indonesia Lebih baik
Life Learner,Trainer & Motivator
021- 4029 4912 | 08888962555 | YM: listant2000 | FB: Iwan Ketan