Islam Harus Dilandasi HAM Agar Menjadi Agama Kasih !!!
                                                      
Saya mengajarkan semua pembaca agar mengenal ajaran Buddha ini yang belakangan 
telah dikutib oleh Yesus, Yahweh, dan berbagai agama2 diTimur Tengah, dan juga 
diadopsi oleh banyak aliran2 Islam di Indonesia seperti Ahmadiah, kejawen, 
Santriloka, Samulah, dll-nya.

Artinya, janganlah anjuran saya agar jangan mencubit kalo tak mau dicubit 
dianggap telah menghina atau menista agama Islam.  Juga bukan berarti saya 
telah "Mencubit" kepercayaan anda.

Buktinya tidak semua Islam yang sepaham dengan ajaran ini, contohnya, Islam2 di 
Indonesia seperti Ahmadiah, Kejawen, "Santriloka, Samulah dan lainnya juga 
mengqanut paham yang sama melarang mencubit kalo tak mau dicubit.

Saya sendiri seorang muslimah 100% yang juga menganut ajaran universal dari 
sang Buddha yang bahkan dilestarikan dalam deklarasi HAM yang telah ditanda 
tangani oleh seluruh negara2 didunia sekarang ini.

Hal inilah yang mengharuskan saya mengingatkan sesama muslimin tentang ajaran 
Islam yang se-aselinya yang kekurangan kasih sayang karena tidak mengajarkan 
nilai2 universal sang Buddha ini.  Oleh karena itulah, berulangkali saya 
mengajak semua muslimin agar menjalankan ibadahnya berlandaskan kepada nilai2 
HAM, bukan berdasarkan Syariah Islam yang terkutuk itu.

Kita sebagai muslimin dan muslimah berkewajiban mengubah ajaran Islam yang 
penuh kebencian, penuh dendam, dan penuh ketidak adilan menjadi agama kasih 
sayang bukan agama kebencian yang melahirkan teror2 jihad yang sekarang 
diperangi diseluruh dunia.

Coba anda bayangin, kakak saya di Jawa punya sepasang anak kembar laki2.  
Meskipun keduanya mulanya mendapatkan pendidikan dipesantren yang sama, tapi 
sejak umur 10 tahun keduanya berpisah, yang satu si A saya titipkan kepada 
keluarga di Jepang untuk melanjutkan kuliahnya, sedangkan yang satu lagi si B 
kuliah Al-Ashar di Kairo karena mendapatkan beasiswa pemerintah Mesir.

Setelah lulus, keduanya balik kepada orang tuanya ditanah airnya Indonesia 
tercinta ini.  Ternyata si B yang kuliah di Mesir sangat membenci Yahudi, 
sebaliknya, si A yang di-Jepang malah isterinya justru orang Yahudi.  Anehnya 
kemudian si B selalu benci dan memfitnah si A sehingga keluarganya jadi tidak 
bahagia akibat ulah si B yang selalu cari gara2 mengganggu pasangan si A ini 
karena isterinya orang Yahudi.

Akhirnya, si A saya bantu mendapatkan kerjaan di Australia dan sekarang menjadi 
warganegara Australia yang baik yang mampu mengirimkan bantuan uang kepada 
keluarganya.

Sebaliknya, si B sekarang berada dipenjara karena dicurigai terlibat dengan 
gerakan Islam radikal terorist fundamentalist, dimana ayah ibunya sering ditipu 
uangnya untuk disumbangkan kepada organisasi Jihad terlarang itu.

Disinilah bukti nyata, Islam sebagai agama kebencian, agama teror, dan agama 
dendam apabila tidak disertai landasan HAM.  Padahal sikembar anak2 dari kakak 
saya berasal dari akar Islam yang sama, genetik sama, hanya lingkungannya 
pendidikannya saya yang berbeda, yang satu dari lingkungan pendidikan yang 
bernafaskan Buddhisme, sedangkan lainnya aseli berasal dari lingkungan yang 
paling Islamiah.

> Ade Chika <ade.ch...@...> wrote:
> Tante ini rupanya tidak mengenal
> dirinya. dia katakankan Islam
> mengajarkan dan menyebarkan
> kebencian, tapi Tulisan ajaran
> Kebencian terhadap Islam yang dia
> buat ini disuruh disebarkan.
> aneh... kok dia malah Nyubit......

Buddha mengajarkan jangan cubit kalo tak mau dicubit.
Yesus mengajarkan mata bayar mata, darah bayar darah.

Semua agama dan budaya diluar Islam sudah mengenal paham, "hutang uang bayar 
uang, hutang nyawa bayar nyawa".

Demikianlah, perumpamaan2 diatas semuanya sama meskipun diekspresikan dengan 
kata2 yang berbeda-beda.

Namun pemahaman perumpamaan diatas sama sekali diharamkan dan tidak diajarkan 
dalam Islam karena pahamnya justru bertentangan yaitu: "masuk kita gembirakan, 
keluar kita bunuh".  Yang artinya, kafir masuk Islam kita gembirakan sebagai 
mualaf, tapi muslim keluar Islam kita bunuh sebagai murtad.  Hal ini telah dan 
pasti diimani setiap umat Islam meskipun tidak semua muslimin mau 
mempraktekkannya karena sebagian besar muslimin didunia juga mengimani ajaran 
universal dari sang Buddha diatas sebagai pelopornya meskipun akhirnya sering 
konflik terhadap sesama Islam lainnya.

Pemahaman salah dan sesat inilah yang akhirnya menimbulkan malapetaka diseluruh 
dunia dan juga dalam lingkungan Islam itu sendiri.  Malapetaka2 itu berupa 
teror bomb karena mau memaksakan Syariah Islam diterima semua orang.  Juga 
membakar gereja, membakar mesjid, memperkosa cina2 kafir, membantai Yahudi, 
menjarahi sesama muslim dari Ahmadiah, bahkan juga menjarah, merampok, 
memperkosa semua umat2 lain agama yang dasarnya hanyalah filsafatnya yang 
bertentangan dengan nilai2 universal diatas.

Ny. Muslim binti Muskitawati.











Kirim email ke