opini konyol,…….

justru analisis muskitawati nich yang ga berdasar,……

 

kalau dulu manusia bisa melahirkan mencapai sebegitu banyak kenapa sekarang
tidak ada yang bisa melahirkan sebanyak itu  mus?

tapi wajar sich kalau opini si mus itu ada manusia melahirkan sampai 14
anak? muskit kan anak tikus…… hahahahahaha

 

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of muskitawati
Sent: Sunday, March 28, 2010 9:11 PM
To: [email protected]
Subject: -:: Milist NB::- Tidak Terbukti Pernah Ada Manusia Pertama

 

  

Tidak Terbukti Pernah Ada Manusia Pertama

Secara analitis empirik, didapatkan konklusi pasti bahwa Tuhan lebih dari
satu, atau Allah tidak mungkin cuma satu. Semua agama yang mempercayai
adanya Tuhan cuma satu atau hanya ada satu Allah adalah kepercayaan yang
paling absurd yang sama sekali tidak ada dasarnya sama sekali. Itulah
sebabnya, agama Islam dan Nasrani tidak pernah jadi rujukan ilmu
pengetahuan. Para ilmuwan lebih banyak merujuk segala sifat2 alamiah ini
kepada sifat2 para dewa dewi yang ada dalam dongeng2 kepercayaan Yunani
kuno.

Dari penelitian bisa dibuktikan bahwa manusia pertama yang didongengkan
Quran dan Bible tidak benar atau tidak perlu seperti itu kejadiannya. Adam
bukanlah manusia pertama, karena harusnya kita sebut sebagai ciptaan pertama
bukan sebagai manusia pertama. Ciptaan pertama bukan cuma satu manusia atau
sepasang manusia melainkan jutaan manusia yang gender-nya berlangsung
sebagai random karena tidak perlu satu laki2 dan satu perempuan, tidak perlu
harus seratus laki2 dan seratus perempuan, bisa jadi sejuta laki2 dan
seratus ribu perempuan.

Bisa jadi bahwa penciptaan manusia dilangsungkan secara massal misalnya 100
juta manusia yang sekaligus berhasil diciptakan, dari hasil 100 juta yang
diciptakan ini tidak semuanya berhasil survive misalnya hanya 34000 yang
berhasil hidup sedangkan sisanya semuanya mnati karena kebuasan lingkungan
alam ini waktu itu yang belum begitu cocok untuk kehidupan manusia.

Melalui metode sampling penelitian diatas ini juga bisa dibuktikan hal
diatas ini. Sepasang suami isteri menciptakan bayi A laki2, sedangkan
pasangan suami isteri lainnya menciptakan bayi B perempuan, kemudian A dan B
kawin menciptakan keturunan baru yaitu C. Hal seperti inilah yang berlaku
sebagai urut2an manusia pertama menurut dongeng2 di Quran dan Bible dimana
si A adalah Adam dan si B adalah Eva atau Siti Hawa.

Cara ini sudah menggunakan metode berpikir, sayangnya cara berpikir yang
salah yang kemudian dijadikan kepercayaan baik di Islam maupun dalam
Nasrani.

Alam semesta juga terbukti bukan diciptakan dari satu sumber, karena ledakan
big bang bisa berulangkali yang menjadi sumber terciptanya alam semesta ini.
Sekali alam semesta itu tercipta setelah ledakan big bang ini, maka yang
tercipta bukan cuma satu matahari tapi jutaan matahari, bukan cuma satu
bintang tapi milyardan bintang2, bukan cuma satu planet yang tercipta
melainkan milyardan planet2 bertebaran sekaligus dalam alam semesta ini
tanpa ada urut2annya nomor satu, dua, dan sepuluh tapi sekaligus tanpa
urutan tercipta pertama kali jutaan matahari dlsb.

Terbukti juga bahwa dalam cyclus penciptaan yang sudah berjalan ini sepasang
suami isteri bisa melahirkan sekaligus 14 bayi kembar yang meskipun susunan
DNA-nya berbeda tetapi bisa dibuktikan sumbernya sama yaitu dari pasangan
suami isteri ini. Dari ke 14 bayi kembar ini tidak perlu ada urutan kesatu,
kedua, ketiga dst, bisa jadi mereka semua berasal dari telur2 yang berbeda
yang juga dibuahi oleh sperma yang ber-beda2 yang tak hanya dari satu laki2
saja sumbernya.

Demikianlah kenyataan2 diatas akhirnya mendorong para ahli melakukan
penelitian DNA yang kemudian bisa dipastikan bahwa manusia pertama tidak
pernah ada karena dari penelitian DNA ini terbukti dan bisa dibuktikan
manusia berasal dari ciptaan oleh sumber atau asal yang tidak cuma satu
pasang. Lebih lanjut lagi, hasil analysis genetika memperkuat bukti2 ini
ternyata manusia utuh disusun oleh 23 pasangan chromosom dimana satu
pasangan chromosom yang membentuk atau membedakan gender manusia itu sebagai
perempuan atau laki2. ke 46 pasang chromosom inilah yang membuktikan sumber2
asal mulanya tercipta manusia juga bukan dari satu sumber meskipun juga
bukan dari 46 sumber tapi bisa lebih dari itu.

Satu big bang ternyata cuma menciptakan satu galaxy, dan satu galaxy adalah
gambaran satu alam semesta yang cuma memiliki satu matahari. Demikianlah,
terbukti bahwa ada jutaan atau milyardan galaxy yang tercipta atau berasal
dari milyardan big-bang.

Dan karena sekarang terbukti bahwa tidak pernah ada manusia yang pertama,
tidak pernah ada pasangan manusia yang pertama, karena terciptanya manusia
sekaligus bisa terjadi milyardan jumlahnya seperti jumlah milyardan bintang2
yang sekaligus tercipta dilangit.

Memang, keberadaan Tuhan tidak bisa dibuktikan dan tidak terbukti segalanya
diciptakan oleh Tuhan yang satu pada permulaannya. Segala yang ada atau yang
tercipta tidak perlu berasal dari satu sumber, dan bisa dibuktikan bukan
dimulai dari satu. Konsekuensinya, kepercayaan adanya Tuhan yang cuma ada
satu, atau adanya cuma satu Allah sama sekali absurd. Lebih masuk akal Tuhan
berjumlah lebih dari satu, bahkan kemungkinan besar ada milyardan Allah2
karena tidak mungkin cuma satu.

Meskipun tidak terbukti ada satu Tuhan ataupun satu Allah, tetapi secara
analitis empiris bisa dibuktikan bahwa Tuhan atau Allah tidak perlu satu
bahkan kemungkinannya Tuhan atau Allah itu ada banyak meskipun sama2 tidak
terbukti adanya satu Tuhan dan satu Allah.

Konklusi dari semua rentetan penelitian cuma bisa membuktikan bahwa tidak
pernah ada Tuhan dan tidak pernah ada Allah, dan untuk itu tidak perlu dan
sangat absurd kalo cuma mempercayai adanya satu Tuhan maupun satu Allah.

Apalagi, matahari yang menjadi sumber kehidupan, sumber penciptaan, dan
sumber pemeliharaan, ternyata bukan cuma satu, sejagat raya ini ada
milyardan matahari2, tentunya absurd kalo Tuhan cuma ada satu atau Allah
cuma ada satu.

Jadi janganlah heran kalo agama Islam dan Nasrani yang mempercayai cuma
adanya satu Tuhan atau satu Allah sama sekali tidak sejalan dengan hasil
penelitian metode ilmu pengetahuan sehingga tidak satupun cabang ilmu
pengetahuan yang merujuk kepada Quran atau Bible.

Ada planet bernama Pluto, ada planet bernama Luna, ada planet bernama Venus,
ada planet bernama Mars, ada planet bernama Jupiter, dlsb.

Nama2 planet ini kesemuanya merujuk kepada nama dari dewa dewi Yunani kuno,
karena ada kesamaan sifat2 planet tsb dengan sifat2 yang digambarkan oleh
dongeng dewa dewi Yunani kuno. Meskipun begitu, kepercayaan Yunani kuno ini
tidak pernah menjadi kepercayaan para ilmuwan, dan penggunaan nama2 ini
se-mata2 mengingatkan adanya kaitan dongeng dewa dewi Yunani kuno ini dengan
realitas sifat2 benda2 yang bertebaran dialam semesta ini.

Itulah sebabnya, para peneliti kemudian memberi nama bintang2 atau planet2
dilangit sesuai dengan nama dewa2 Yunani kuno bukan mengambil nama2nya dari
Quran atau dari Bible. Hal ini bukan dikarenakan kepercayaan dewa dewi
Yunani kuno lebih benar, tetapi dikarenakan kepercayaan dewa dewi kuno ini
lebih cocok untuk dijadikan rujukan simbolis dari kenyataan2 yang ditemukan
dalam ilmu pengetahuan.

Jadi jangan harap bisa ditemukan planet bernama Abdullah, bernama Muhammad,
bernama Siti Aisyah, atau bernama Yesus, Johannes, Moses dan segala bulshit
lainnya yang berasal dari Quran atau Bible.

Ny. Muslim binti Muskitawati.



Kirim email ke