wah ini lebih kocak lagi, ada fakta bolak balik kuakakakakkakaka kayak main teka teki, nah buat contoh ahmadiyah ini lebih kocaklagi, ahmadiyah bilang nabi terakhir adalah mirja gulam ahmad, itu orang indiya ya, bukan orang arab, hehehehheeh kalo nabi muhamad musuhnya adalah orang kafir, nah kalo nabinya si mirjagulam ahmad ya musuhnya ganti, gak laen gak bukan musuhnya pasti tuan takur dan yang bantu adalah inspektur vijay, kagak boleh liat tiang aer mancur ama taman pasti dianyanyi, hehehehehehhehe jus kiding maklun saya orang indonesia jadi nulis inggrisnya rada mletot, hehehehehehe,kalo masalah rumah tangga itu mah masalah bersukur aja gimana kalo si istri bersukur ama pendapatan suami juga kagak bakalannya dia kerja, nah kalo dia kagak bersukur dan merasa kurang jadi dah noh dia kerja dan ninggalin keluarganya, kekekekekekekekkekeke, perasaan gue yang pada kerja kagak komplain2 amat, heheheehehhehe wasalam nyok kita joged lagi biar asoy.
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, April 12, 2010 4:10:57 AM Subject: -:: Milist NB::- Fisiologi Proses Internal Kehancuran Islam Secara Alamiah !!! Fisiologi Proses Internal Kehancuran Islam Secara Alamiah !!! Islam yang melarang wanita bekerja diluar rumah, terpaksa sekarang wanita bekerja diluar rumah. Islam yang melarang wanita keluar rumah tanpa diantar muhrimnya, terpaksa sekarang wanita keluar rumah bekerja tanpa bisa diantar muhrimnya. Islam yang mewajibkan suami bertanggung jawab atas nafkah keluarga, terpaksa karena pengangguran maka isterinya lah yang bertanggung jawab atas nafkah keluarganya. Jadi ketiga contoh kejadian diatas yang bertentangan dengan ajaran Islam sekarang ini telah berlangsung tanpa bisa dicegah, ketiga kejadian diatas bukanlah cuma tiga kejadian, tapi sudah ada ratusan hal kejadian lain yang juga berlangsung bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri. Kejadian2 yang bertentangan dan menentang ajaran Islam yang berlangsung terus itu makin lama makin bertambah, makin banyak kejadian2 lainnya yang terpaksa harus bertentangan dan menentang ajaran Islam yang akibatnya juga bisa saya kasih contoh dibawah ini. Islam aliran Ahmadiah menentang ajaran Islam umumnya yang mengharuskan menganggap nabi Muhammad adalah nabi terakhir, akibat aliran Islam Ahmadiah ini menentang ajaran Islam umumnya, terjadilah pembakaran mesjid, terjadilah penjarahan, dan terjadilah pembunuhan2 yang tujuannya menghancurkan dan memusnahkan Islam aliran Ahmadiah ini. Naaah... demikianlah proses yang sama dari contoh kejadian yang terpaksa harus bertentangan dengan ajaran Islam diatas tadi, akhirnya akan menimbulkan gelombang atau badai malapetaka seperti yang dialami oleh Islam Ahmadiah ini. Wanita yang bekerja diluar rumah menyebabkan sesama umat Islam bisa memperkarakannya. Wanita yang keluar rumah tanpa dikawal muhrimnya juga menyebabkan sesama umat Islam bisa memperkarakannya. Suami yang tidak bisa cari nafkah bisa diperkarakan dan diceraikan isterinya, dan karena keluarga itu merupakan unit terkecil dari kelompok, maka keseluruhan kelompok akan hancur seluruhnya kalo semua unitnya hancur. Lalu gimana dimasa depannya Islam dan musliminnya bisa terus exist kalo secara bertahap, secara berjenjang terjadi pertentangan internal dalam semua kelompok Islam antara dua kelompok yang menentang danyang mempertahankan aturan2 Islam itu sendiri. Mereka yang masih bisa kerja, tentu akan menyalahkan dan memurtadkan mereka yang nganggur. Dan keduanya sama2 menghalalkan saling menghancurkan seperti halnya menghancurkan sesama Islam Ahmadiah. Yaaa.... ini kenyataan ya, mau bantah juga ternyata enggak didukung fakta2nya. Sebaliknya yang saya ungkapkan diatas justru banyak fakta2nya, nasib jemaah Ahmadiah cuma satu fakta saja dari begitu banyak fakta2 lainnya. Coba deh bayangin, suara pemilu untuk partai2 Islam jeblok, karena jumlah umat Ahmadiah yang didholimi itu ada 40 juta, padahal suara pemilu yang 120 juta itu ternyata yang ikut memilih jumlahnya cuma 85-90 juta. Dan dari 85-90 juta ini, ada 40 juta penganut Islam Ahmadiah. Sisanya yang 45-50 juta pemilih itu tersebar dalam partai2 sekuler termasuk yang agamanya bukan Islam, dan partai2 Islam yang mendukung Syariah Islam. Ternyata para pendukung partai2 Islam ini cuma kebagian jatah suara kurang dari 10% saja. Jelas jumlahnya makin turun setelah sesama Islam saling membunuhn, menjarah, maupun saling membakar. Lalu fakta apa yang bisa digunakan untuk mempercayai bahwa Islam bisa menguasai Indonesia??? Lebih2 mau cari fakta2 bahwa dunia ini nantinya akan cuma ada Syariah Islam. Lebih2 gimana mau percaya bahwa orang Barat akhirnya akan masuk Islam sementara Islam diIrak saling membunuh dan sebagian berusaha mau menyelamatkan dirinya dengan masuk Nasrani agar bisa pindah ke negara2 Barat sebagai suaka politik ???? Inilah faktanya, kepercayaan itu cuma angan2, dan Islam juga menjadi angan2 dari umat yang gagal yang menutupi kekecewaannya dengan membentuk angan2 baru dalam Jihad Islam yang sekarang malah diperangi seluruh dunia dalam kubu "war on terror". Ny. Muslim binti Muskitawati.
