Salam, 
Sepanjang sejarah dan diseluruh dunia pejabat atau petinggi pajak selalu KAYA 
RAYA. Khususnya di Indonesia dimuliai dengan para pejabat VOC dan Jepang ( 
harta karun jendral Yamashita sampai sekarang belum diketemukan).Dan sekarang 
diwariskan kepada bangsa sendiri.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 8/4/10, rifky pradana <[email protected]> menulis:


Dari: rifky pradana <[email protected]>
Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Kebun Binatangnya Dirjen Pajak
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], [email protected], 
[email protected]
Tanggal: Kamis, 8 April, 2010, 2:09 PM


  



Direktur Jenderal Pajak, Mochammad Tjiptardjo rupanya seorang pecinta dan 
penyayang binatang.

Di salah satu rumah miliknya yang berlokasi di bilangan Rempoa Ciputat 
Tangerang, dipelihara berbagai jenis binatang yang cukup eksotik. Diantaranya 
adalah 5 ekor menjangan dan 2 ekor burung kasuari serta 4 ekor burung merak.

Konon menurut rumor, disamping rusa atau menjangan dan burung kasuari serta 
burung merak, juga dipelihara beberapa burung onta dan burung merpati dari 
berbagai jenis.

Selayaknya sebuah kebun binatang skala mini, agar binatang-binatang itu hidup 
dengan nyaman dan sehat, tentunya dibutuhkan beberapa orang untuk 
memeliharanya. Konon menurut kabar, ada sekurangnya 4 orang yang bertugas untuk 
itu setiap harinya.

Namun, rumah yang dilengkapi dengan kebun binatang mini tersebut tidak 
ditinggalinya.

“Ini rumah Pak Tjip. Pak Tjip memang sering ke sini. Saya hanya diminta 
menunggui rumah ini oleh Ibu Yani.Ibu Yani jarang ke sini. Tetapi, seminggu 
sekali pasti ke sini”, kata penjaga rumah, Jono” kata penjaga rumah itu yang 
bernama Jono.

Ibu Yani adalah nama panggilannya ibu Ahyani, istrinya Mochammad Tjiptardjo.

“Itu memang rumah Pak Tjiptardjo. Menjangannya banyak. Rumahnya kayak kebun 
binatang Ragunan.Pembantunya juga banyak mas”, kata seorang warga yang tinggal 
disekitar rumahnya itu.

Lantaran banyaknya binatang di dalam rumah tersebut, membuat anak-anak kecil 
dilingkungan perumahan itu suka memanjat dari balik pagar untuk melihat 
menjangan atau rusa.

Selain kebun binatang mini, di halamannya yang luas itu juga didirikan bangunan 
sejenis saung. Dilengkapi pula dengan mushola untuk melaksanakan ibadah shalat. 
Ditambah, garasi yang cukup luas untuk memuat beberapa mobil, seperti Mitsubisi 
Pajero merah tua dan Hyundai Trajet hitam serta Honda Jazz merah metalik.

“Itu rumah beliau. Pak Tjip sering ke sana, kadang kalau malam banyak tamu-tamu 
datang dengan mobil-mobil mewah”, kata warga yang lainnya lagi.

Menurut laporan harta kekayaan penyelenggara negara per tanggal 23 Juni 2008, 
jumlah harta Mochammad Tjiptardjo senilai Rp. 7.024.920.821 dan USD 52.624.

Jumlah ini meningkat sekitar Rp. 2 miliar dibandingkan data per tanggal 29 
Maret 2003, yang hanya sekitar Rp. 5.019.750.123 dan USD 19.158.

Sedangkan menurut data laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) per 
tahun 2010, harta kekayaannya Dirjen Pajak ini sudah naik lagi hingga mencapai 
sekitar Rp. 9 milyar, atu naik hampir sebesar Rp. 2 milyar jika dibandingkan 
dengan data per tahun 2008 yang lalu.

Jumlah harta kekayaan miliknya Dirjen Pajak itu sudah hampir seimbang dengan 
jumlah harta kekayaannya Presiden SBY.

Harta kekayaan Presiden SBY menurut data per tanggal 23 November 2009 hanya 
sebesar Rp 7.616.270.204 dan USD 269.730.

Tetapi, harta kekayaannya Dirjen Pajak itu masih jauh jika dibandingkan dengan 
harta kekayaannya Wakil Presiden, Boediono.

Menurut data per tanggal 30 September 2009, harta kekayaan Boediono senilai Rp. 
28.082.373.823 dan USD 16.000.

Dan juga, jumlah hartanya Dirjen Pajak tersebut masih teramat jauh jika 
dibandingkan dengan harta kekayaan miliknya Gayus HP Tambunan, pegawai 
bawahannya di Ditjen Pajak.

Gayus, pegawai pajak dengan pendidikan strata D-4 (Diploma 4 Tahun) dan 
bergolongan pegawai III-A ini memiliki uang di rekening bank dalam negeri 
Indonesia saja sudah sekitar Rp. 28 milyar.

Harta itu baru yang berupa uang saja, belum terhitung dengan kekayaan lainnya 
seperti rumah dan mobil serta asset tak bergerak lainnya.

Belum lagi, jika harta Gayus itu ditambah dengan rekening banknya yang ada di 
luar negeri, andaikan ada. 

Apalagi jika ditambah dengan harta lainnya yang diatasnamakan isteri dan 
keluarganya, andaikan ada.

Akan tetapi, harta kekayaannya Dirjen Pajak itu diduga sudah melebihi jumlah 
harta kekayaannya Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

Menurut data per tanggal 28 September 2006, harta kekayaan miliknya Sri Mulyani 
senilai Rp. 4,395 miliar dan USD 324.023.

Jumlah harta itu meningkat hampir sekitar Rp. 3 milliar jika dibandingkan 
dengan data per tanggal 24 November 2004 yang senilai Rp. 2,119 miliar dan USD 
234.844.

Berkenaan dengan harta kekayaannya Dirjen Pajak itu, beberapa hari yang lalu, 
KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menyambangi rumah kediamannya, untuk 
melakukan verifikasi atas data pelaporan harta kekayaannya.

Namun KPK tidak mendatangi rumah yang banyak binatang peliharaannya itu.

Menurut kabar, rumah yang dilengkapi dengan kebun binatang mini tersebut tidak 
ikut di verifikasi petugas KPK, karena kepemilikan atas asset itu dengan atas 
nama isterinya.

Berdasarkan data dari Daftar Himpunan Ketetapan dan Pembayaran PBB tahun 2008 
di kelurahan setempat, rumah yang terdapat banyak binatang peliharaan tersebut 
memang tercatat atas nama Ahyani.

Rumah itu berdasarkan data Daftar OP Ringkas Pelengkap Peta Blok, memiliki luas 
tanah 1.645 meter persegi dan luas bangunan sekitar 150 meter persegi. 
Sedangkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) dari asset itu sekitar Rp. 702 ribu per 
meter perseginya.

“Sesuai dengan NOP (Nomor Objek Wajib) tertulis 0239.0 atas nama Dra. Ahyani, 
berlamat di Jalan Delima Jaya I, No. 40, Rt 002/03”, kata Marhasan, pegawai di 
Seksi Pemeliharaan Fasilitas Umum.

Konon menurut kabar, disamping dua rumah itu masih ada beberapa asset lagi yang 
dimilikinya. Namun kon kabarnya, asset-asset tersebut atas nama anak-anaknya.

“Pak Tjip bangun 2 rumah lagi. Saya nggak tahu ini rumah buat apa. Tetapi, saya 
dengar ini untuk anaknya”, kata istri Ketua RT 06 RW 03 yang bernama Yanti.

“Yang sebelah kiri dibangun sebelum lebaran tahun lalu, yang di kanan baru 
dibeli dan direnovasi awal tahun ini”, kata Yanti menambahkan penjelasannya.

Berkait dengan adanya kabar datangnya petugas pemeriksa dari KPK, serta adanya 
kebun binatang mini tersebut, telah membuat komplek pemukiman di tempat 
kediaman Dirjen Pajak itu kebanjiran pengunjung. Terutama dari para wartawan 
media cetak dan televisi.

“Ini yang kedua kali perumahan ini didatangi wartawan, sebelumnya rumah Pak 
Ferry”, kata salah satu petugas sekuriti di perumahan itu yang bernama Mursan.

Ferry Yuliantoro adalah salah satu aktivis yang pernah ditangkap aparat 
keamanan negara, terkait dengan kasus demo penolakan kenaikkan harga BBM.

Situasi dimana para insan pres datang silih berganti itu rupanya membuat 
keluarga Dirjen Pajak menjadi kurang nyaman.

Berkait dengan itu, maka rumah kediamannya disamping dijaga oleh sekuriti 
komplek perumahan itu, juga didatangkan bantuan aparat penjagaan dari Mako 
Brimob, Depok.

Penjagaan dilakukan dari semenjak pintu gerbang memasuki komplek perumahan itu 
dijaga ketat petugas keamanan.. Sejumlah orang yang bukan penghuni perumahan 
yang akan berkunjung diharuskan meninggalkan kartu identitas. Sedangkan 
wartawan dilarang menuju ke rumah Tjiptardjo.

“Mohon maaf ini tidak bisa, karena sudah perintah dari keluarga Pak Tjiptardjo. 
Jika ingin bertemu langsung saja ke kantornya”, kata salah satu aparat keamanan 
dari Kesatuan Brimob yang bernama Sulaiman.

Sebenarnya, berita tentang adanya kebun binatang mini yang dimiliki oleh Dirjen 
Pajak itu tidaklah perlu membuat publik menjadi terheran-heran.

Lantaran, bagi para komunitas di kalangan pecinta dan penyayang binatang, hal 
yang seperti itu adalah biasa saja.

Walaupun mungkin, jenis binatang seperti rusa dan burung kasuari serta burung 
merak yang dipeliharanya itu disamping merupakan binatang yang eksotik juga 
terkesan agak kurang lazim, dibandingkan binatang peliharaan semacam kucing 
ataupun anjing.

Terkait dengan binatang peliharaan yang eksotik itu disamping membutuhkan orang 
yang bertugas khusus memeliharanya, juga membutuhkan makanan dan penjagaan 
kesehatan yang khusus pula.

Memang, konsekuensi dari itu tentu ada biaya yang terhitung tidak sedikit bagi 
ukuran kantung sakunya rakyat kebanyakan yang jelata.

Namun perlu diketahui, gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Direktorat Jenderal 
Pajak itu memang terbilang cukup besar.

Cukup besar, bukan saja hanya dalam arti jika dibandingkan dengan gajinya 
prajurit TNI dan aparat Polri serta PNS yang bekerja di instansi diluar 
Kementerian Keuangan.

Bahkan juga, pada jenjang kepegawaian level tertentu, gaji PNS di Ditjen Pajak 
juga masih lebih besar dibandingkan dengan gaji pegawai di perusahaan swasta.

Gayus sebagai salah satu contohnya. Pegawai dengan umur 30 tahun dengan jenjang 
pendidikan D-4 (Diploma 4 Tahun) dan golongan kepegawaian III-A serta berstatus 
staf yang belum mempunyai jabatan eselon, mempunyai gaji resmi tak kurang dari 
Rp. 12,1 juta per bulannya.

Dan, menurut Keputusan Menteri Keuangan No. 289/KMK.01/2007 yang diteken Sri 
Mulyani Indrawati, untuk pegawai dengan level pejabat eselon satu, semisal 
Direktur Jenderal, mempunyai mendapatkan tunjangan khusus pembinaan keuangan 
negara golongan tertinggi (grade 27) yang sebesar Rp. 46,95 juta per bulannya.

Apalagi jika pegawai yang seperti Mochammad Tjiptardjo ini. Meskipun sudah 
berjabatan Dirjen, masih tak sungkan untuk membuka warung kelontong yang 
menyediakan aneka macam sembako dan jasa laundry berlabel Bintang Jaya.

Warung ini merupakan satu-satunya warung kelontong yang ada di blok tersebut.

“Memang beberapa warga beli kebutuhan sembako dan laundry di rumah Pak Tjip”, 
kata seorang warga sekitar yang bernama Indah.

Akhirulkalam, andai saja kebun binatang mini itu juga dikomersilkan dengan 
dibuka untuk umum.
Maka disamping dapat memberikan tambahan pemasukan dari pungutan karcis masuk 
pengunjungnya. 

Sehingga hasil pemasukan dari karcis masuknya itu tentu dapat dipakai untuk 
membiayai perawatan dan makanannya biantang-binatang peliharaannya itu.

Disamping itu, tentu masyarakat sekitarnya pun, terutama anak-anak kecilnya 
menjadi tersenangkan dan tergembirakan serta termudahkan.

Sehingga, anak-anak kecil di lingkungan itu menjadi lebih sehat dan kuat, 
lantaran makannya menjadi lebih banyak.

Makannya menjadi lebih banyak, karena dengan melihat bibantang-bintang eksotik 
itu, anak-anak menjadi terhibur dan menjadi lebih mudah disuapi oleh ibu-ibu 
atau para pengasuhnya.

Warga disekitarnya pun menjadi sehat jasmani dan rohaninya. Lantaran 
termudahkan, tidak perlu jauh-jauh pergi Ragunan untuk melihat 
binatang-binatang yang eksotik.

Dan, bukankah perilaku yang dapat menyenangkan dan menggembirakan serta 
memudahkan bagi para tetangganya itu mendatangkan pahala dunia dan juga pahala 
akhirat ?.

Wallahualambishshaw ab.

*
Catatan Kaki :
* Artikel bertema gaji pegawai yang membahas gaji pegawai pajak dengan gaji 
pegawai lainnya dapat dibaca di ‘Mencemburui Aparat Pajak’ .
* Artikel bertema pegawai pajak yang membahas kenikmatannya para pegawai pajak 
dapat dibaca di “Nikmatnya jadi Pegawai Pajak”.
* Artikel bertema permainan pajak yang membahas contoh modus permainannya para 
pegawai pajakdapat dibaca di “Sistemiknya urusan Pajak” .
* Artikel bertema politisasi pajak yang membahas barter antara kasus pajak 
dengan kasus Centurydapat dibaca di “Meragukan Integritas Sri Mulyani”.
* Artikel bertema kebijakan remunerasi yang membahas mereka yang pusing cari 
duit dan mereka yang pusing buang duit dapat dibaca di “Insinyur pusing Cari 
Duit, Sri Mulyani pusing Buang Duit”.
*
Kebun Binatangnya Dirjen Pajak
http://polhukam. kompasiana. com/2010/ 04/08/kebun- binatangnya- dirjen-pajak/
*

[Non-text portions of this message have been removed]








__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke