Salam,
Peristiwa Priok adalah konflik antara pemimpin/aparat Pemerintah yang KORUP 
dengan masyarakat FANATIK/ FUNDMENTALIS.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Kam, 15/4/10, KP-PRP <[email protected]> menulis:


Dari: KP-PRP <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Pernyataan Sikap PRP Kecam Upaya Adu Domba pada 
Peristiwa Tj. Priok [1 Attachment]
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 15 April, 2010, 6:49 PM


  


[Attachment(s) from KP-PRP included below] 





PERNYATAAN SIKAP
PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA
Nomor: 225/PS/KP-PRP/ e/IV/10






Rezim Neoliberal harus bertanggungjawab atas peristiwa “Tanjung Priok berdarah”!
Satpol PP hanya menjadi “anjing penjaga”kepentingan pemilik modal!



Salam rakyat pekerja,
Rezim Neoliberal semakin menunjukkan niatnya untuk mengeksploitasi keuntungan 
dari rakyat demi kepentingan para pemilik modal, tanpa mengindahkan 
kepentingan- kepentingan rakyat. Peristiwa yang terjadi pada hari Rabu tanggal 
14 April 2010 di Tanjung Priok, Jakarta Pusat, menunjukkan hal tersebut. 
Peristiwa tersebut telah memakan ratusan korban, baik dari pihak Satuan Polisi 
Pamong Praja (Satpol PP) maupun warga yang melawan.
Kebrutalan Satpol PP dalam menghadapi warga yang melawan tentunya tidak dapat 
dibenarkan. Tindak kekerasan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP dalam 
menghadapi perlawanan warga, tentunya menunjukkan didikan rezim Neoliberal 
untuk memaksa rakyat yang melawan agar tunduk kepada perintahnya. Kenyataannya, 
tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat Satpol PP hanyalah untuk 
merealisasikan kepentingan para pemilik modal agar dapat memperbesar 
keuntungannya saja. Hal ini kemudian sangat didukung oleh rezim neoliberal yang 
tunduk kepada para pemilik modal.
Kebrutalan aparat Satpol PP bukan hanya terjadi pada peristiwa Tanjung Priok 
saja, namun dalam pengalamannya, kebrutalan mereka juga terjadi di beberapa 
daerah ketika melakukan tugasnya. Sebut saja misalnya dalam menangani 
penggusuran terhadap warga Cina Benteng di Tangerang. Bentrokan antara aparat 
Satpol PP dan warga Cina Benteng pun tidak terelakkan. Tidak menutup 
kemungkinan kebrutalan aparat Satpol PP juga terjadi di berbagai daerah di 
Indonesia.
Rakyat dibenturkan hanya untuk kepentingan para pemilik modal oleh rezim 
Neoliberal yang dipimpin SBY saat ini. Sudah diketahui oleh rakyat, bahwa 
aparat Satpol PP hanyalah alat rezim neoliberal agar dapat mengamankan dan 
merealisasikan kepentingan- kepentingan para pemilik modal. Aparat Satpol PP 
adalah orang-orang yang tadinya kehilangan pekerjaan karena hempasan krisis 
ekonomi yang diakibatkan oleh kapitalisme. Mereka juga seharusnya menjadi 
bagian besar rakyat yang tertindas akibat sistem kapitalis ini.
Dalam peristiwa “Tanjung Priok berdarah” kemarin, jelas-jelas motivasi 
pembongkaran makam Mbah Priok adalah hanya untuk memperluas areal bongkar muat 
pelabuhan. Perluasan areal bongkar muat pelabuhan tentunya tidak bersentuhan 
langsung dengan kepentingan rakyat, namun perluasan tersebut bersentuhan 
langsung dengan kepentingan para pemilik modal. Perluasan areal bongkar muat 
pelabuhan tersebut akan memperbesar keuntungan para pemilik modal karena peti 
kemas yang dimiliki oleh para pemilik modal akan semakin banyak dapat 
dikirimkan melalui pelabuhan Tanjung Priok. Rezim neoliberal pun menyetujui hal 
ini karena memang jalannya rezim saat ini hanya untuk melayani kepentingan- 
kepentingan para pemilik modal. Perluasan areal bongkar muat peti kemas 
tersebut jika dilihat tentunya sangat sesuai dengan hasil-hasil National 
Summit, yang menitikberatkan pada percepatan pembangunan infrastruktur di 
Indonesia. Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut hanya
 demi untuk kepentingan para pemilik modal.
Maka dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:


Mengecam upaya-upaya adu domba yang dilakukan rezim neoliberal terhadap rakyat 
pekerja pada peristiwa “Tanjung Priok berdarah” tanggal 14 April 2010, hanya 
demi kepentingan pemilik modal. Untuk itu, rezim neoliberal harus bertanggung 
jawab atas peristiwa tersebut.

Perlawanan rakyat harus diarahkan kepada rezim neoliberal. Nyatakan sikap 
OPOSISI terhadap rezim neoliberal dan bentuk front perlawanan oposisi rakyat 
terhadap rezim neoliberal. 

Neoliberalisme telah gagal mensejahterakan rakyat dan hanya SOSIALISME lah 
jalan satu-satunya agar rakyat sejahtera. 












Jakarta, 15 April 2010
Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP-PRP)


Ketua Nasional

Sekretaris Jenderal




ttd.
(Anwar Ma'ruf)



ttd.
(Rendro Prayogo)




___*****___
Sosialisme Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun Partai  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770 
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: komite.pusat@ prp-indonesia. org / prppu...@yahoo. com
Website: www.prp-indonesia. org


____________ _________ _________ _________ _________ __
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam 
http://id.mail. yahoo.com 






__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam?  Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam  
http://id.mail.yahoo.com 

Kirim email ke