Salam, Saham Free Port diperdagangkan di Bursa Dunia. Harus diteliti apakah sudah atau akan beli oleh Para raja dan syeik Arab.Karena sekarang hamipir semua saham perusahaan besar di Amerika dan Eropa sudah dikuasai orang Arab.Andaikata benar, mungkin tercapai perdamaian di Papua seperti yang dikehendaki orang Indonesia.. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Jum, 16/4/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Freeport Bukan Milik Pemerintah RI Kepada: [email protected] Tanggal: Jumat, 16 April, 2010, 9:11 AM Freeport Bukan Milik Pemerintah RI Tidak ada satupun negara bisa Merdeka kalo tidak menghormati hak2 rakyat setempat. Misalnya, dizaman belanda ditahun 1935, pak Anto adalah pemilik tanah 10 hektar di Gunung Kidul, pak Anto ini memiliki bukti2 yang dikeluarkan pemerintah Belanda yang syah waktu itu. Lalu sewaktu Indonesia Merdeka, maka tanah 10 hektar milik pak Anto ini harus tetap milik pak Anto, tidak bisa dianggap tanah pak Anto jadi 7 hektar karena yang 3 hektar tanah ini menjadi milik pemerintah yang baru. Demikianlah arti hak azasi dalam deklarasi HAM di United Nation dimana seluruh negara2 didunia harus menjadi anggautanya untuk bisa diakui sebagai negara. Memang dalam prakteknya tidak selalu sejalan, banyak rakyat Indonesia macam pak Anto diatas malah tanahnya tinggal 10m2 bukan lagi 10 hektar karena sudah dimakan oleh pejabat2 korup yang mempermainkan surat2 tanahnya dan memalsukan tanda tangan pak Antol. Namun kejadian2 seperti itu tidak bisa langsung ditindak oleh UN hanya dimasukkan dalam catatan2 pelanggaran HAM. Demikian hal yang sama juga berlaku bagi Sadam Husein yang membumi hangus Kuwait, kejadian itu sama sekali tidak gratis, dan pasti harus dibayar dan ditanggung oleh pemerintahan yang baru, untuk maksud inilah Amerika turun tangan menggulingkan Sadam Husein agar bisa dibangun negara baru yang menghormati hak2 yang berlaku. Pada 1935, Jean-Jacquez Dozy adalah seorang ahli Geology bangsa Belanda yang bekerja pada perusahaan yang dibangun oleh Shell dalam usaha patungannya dengan Mobil Oil dan Chevron yang bernama Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM). Distribusi sahamnya adalah Shell 40%, Mobil Oil 40%, dan Chevron 20%. Pada saat ini belum berdiri negara Republik Indonesia. Dozy menemukan di tahun 1936 adanya deposit tembaga didalam gletzer Gunung Jayawijaya yang waktu itu namanya Willhelmina Mountain. http://www.absolute astronomy. com/topics/ Grasberg_ mine Wilayah gunung dan tanah ini tetap menjadi milik perusahaan tsb sehingga sewaktu Sukarno meminta dukungan Amerika agar Irja bisa menjadi wilayah Indonesia, Sukarno menyetujui dan menyatakan bersedia mematuhi peraturan Internasional tentang hak milik tanah dan wilayah yang sudah ada disitu sebelum dikuasai Indonesia. Eksplorasi oleh perusahaan2 tsb sudah berlangsung sejak 1936 dan pemerintah RI menghormati dan mematuhi ketentuan dan UU yang berlaku secara Internasional tentunya tidak bisa merampas dan menasionalisasi wilayah ini. Karena kalo hal ini terjadi, nasibnya akan seperti Sadam Husein yang membumi hangus Kuwait dan akhirnya toh harus dibayarnya tidak bisa gratis saja. Pada Maret 1959, New York Times melaporkan kegiatan ahli2 Belanda yang menemukan lumpur gunung yang mengandung Emas di lingkungan gunung tsb. Pada bulan Agustus 1959, Forbes Wilson and Del Flint, yang dibayar oleh Freeport Sulphur Company melibatkan diri dalam skandal yang menyeret presiden Kennedy (yang berkolaborasi dengan Sukarno untuk menjadikan IrJa menjadi wilayah Indonesia), kemudian skandal ini di investigasi oleh senat di Amerika yang melibatkan juga direktur2 dari Godfrey Rockefeller, Texaco chairman Augustus Long, and Robert Lovett. Dengan berbagai skandal kotor maupun intrik2 kotor pejabat2 negara RI, akhirnya berbagilah kepemilikan itu dalam saham2 dimana nama orang2 Indonesia yang terlibat didalamnya tidak disebutkan secara jelas, tapi yang pasti adalah individu Cendana. Pemilik mayoritas adalah: Freeport-McMoRan 67.3% yang berpusat di Amerika PT.Indocopper Investama Corporation 9.3% Pemerintah RI 9.3% Rio Tinto Group 13% yang berpusat di Australia. Mengenai berbagai skandal antara para pejabat dan perusahaan2 luar negeri ini tidak saya tulis disini karena anda bisa baca sendiri historynya secara lebih detail dan lebih lengkap: http://scholarspace .manoa.hawaii. edu/bitstream/ 10125/13611/ 2/v14n1-69- 100.pdf.txt Namun nama2 yang terlibat disini adalah Suharto dan keluarganya, dan juga Bakri Brothers. Bahkan siapa orang Indonesia yang membuka pusat bisnisnya di Australia dan di Amerika juga bisa anda reka2 atau cari sendiri informasinya. Gunung emas di IrJa juga telah menarik kelompok Islam Indonesia untuk menangguk ikan diair keruh, rombongan ulama dan jemaahnya ber-bondong2 melakukan Islamisasi di Papua, akibatnya terjadi clash fisik hingga sekarang, sehingga pihak pemilik asing bisa jadi memikirkan untuk memisahkan IrJa nantinya jadi negara tersendiri, atau justru seluruh negara Indonesia akan ditata ulang oleh para pemain konspirasi Internasional disini. Pemerintah RI dinilai tidak mampu mengamankan wilayah IrJa meskipun sudah meraup saham sebanya 9.3%. Jadi niat kelompok2 Islam ini ingin menjerat saham menjadi diatas 10% boleh dikatakan cuma impian belaka yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Ny. Muslim binti Muskitawati. __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
