kan g bilang apa jangan lawan dengan kolbu pasti mentok ama si mus, diakan cari dalin apapun berdasarkan logika americanya itu untuk mematahkan kata2 kawan2 sekalian, maka dengan ini saya mengajak marilah kita simak tulisannya yang didalamnya pun sudah tercipta sebuah pertentangan, kalo kita tanya kenapa kuku kita bisa tumbuh terus padahal sering di potong dan nggak terasa sakit lagi dia bakal jawab dengan science jadi biarin aja kita simak baik baik kelucuan apa lagi yang akan dia torehkan disini, yakin g dia nggak pernah berdoa kalo mau berak ataupun mau kimpoei sekalipun jadi percuma kalo kita ajak berdebat itu memang kesukaannya dia, manusia yang ngatur alam, kalo emang iya lu bisa ngatur ujan, dasar muskitawati, lu pada tau kagak ada singkatannya tuh MUSrik KIkir TAilah tulisannya WAnita taktahu diri TIada tara dalam membual jadi mari kita nikmati sajian dagelan propaganda dari muskitawati.huahahahahaha
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, April 16, 2010 11:03:26 PM Subject: -:: Milist NB::- Jangan Propaganda Agama Mencatut Nama Science !!! Jangan Propaganda Agama Mencatut Nama Science !!! Benar, hukum alam bisa mengatur semuanya dan juga harus ditambahkan bahwa hukum alam juga bisa mengacaukan semuanya, dan harus diingat! Bahwa kita tidak perlu menyembah hukum alam, tidak perlu percaya bahwa hukum alam mengirim utusannya kebumi ini untuk menegakkan Syariah Islam. > Kiyai Ngrambyang <kalimalang@ ...> wrote: > Hukum alam mengatur dinamika benda2, > dari yang berukuran besar seperti > tata surya hingga yang berukuran > kecil, seperti elektron, misalnya. > Bukan hukum alam yang mengatur dinamika benda2, melainkan manusialah yang mengaturnya dengan memanfaatkan hukum alam. Contohnya saja, ada kalanya sebuah meteor sebesar bumi mau menabrak bumi kita hingga kiamat, maka dengan memanfaatkan hukum alam memungkinkan kita untuk mengalihkan tubrukan meteor yang memusnahkan kehidupan manusia ini. Demikianlah, kita manusia yang mengatur dinamika hukum alam ini untuk manfaat dan kepentingan kehidupan manusia itu sendiri bukan untuk mematuhi perintah2 Tuhan dengan meledakkan bomb ditengah pasar. Hukum Alam tidak memerintahkan siapapun untuk membunuhi kafir, murtad, yahudi, dan penyembah berhala. > Apabila manusia telah mengetahui > SEMUA hal di alam semesta ini, > maka science menjadi "tak terbatas". > Tetapi kenyataannya, manusia baru > mengetahui sebagian kecil saja. Manusia tidak akan mengetahui semuanya, karena semuanya selalu berubah dan setiap saat muncul pengetahuan baru. Hari ini ada gunung meletus, hari ini ada gempa bumi, dan hari ini juga bertambah lagi pengetahuan manusia untuk menyelidikinya baik tentang perbedaan gunung meletus yang sekarang dan yang sebelumnya, menyelidiki perbedaan gempa yang sekarang dengan gempa yang sebelumnya, menyelidiki pengetahuan2 baru yang muncul dalam alam semesta ini demi keselamatan, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas kehidupan manusia itu sendiri. Jadi tidak ada perlunya mengukur sebagian kecil saja atau sebagian besar dari pengetahuan itu diketahui manusia, bukan masalah kecil besarnya melainkan manfaatnya, pengetahuan yang tidak bermanfaat seperti bersyahadat, bershalat berapa rakaat.... dll semua itu tidak ada gunanya karena bukan pengetahuan yang dihafalkan sebagian manusia sebagai pengetahuan. > Menurut saya di situlah keindahan > science, sebab selama manusia manusia > masih eksis di bumi ini, manusia > bisa terus menikmati proses mencari > kebenaran yang tiada hentinya. Keindahan science juga disertai keburukannya tergantung penggunanya, namun untuk menjadi seorang ilmuwan atau scientist diperlukan ikatan etika professional, etika kedokteran, etika ilmuwan dlsb. yang bertujuan penggunaan ilmu pengetahuan hanya untuk meningkatkan kualitas hidup manusia demi kebahagiaan semua. Jadi penyalah gunaan science misalnya untuk jihad teror Islamiah bukan lagi keindahan melainkan kebiadaban yang dikutuk oleh semua umat manusia. Karena science miliki kita semuanya, yaitu milik semua umat beragama apa saja bukan cuma milik Islam yang tidak pernah mengembangkan science ini. Dengan science kita menyelamatkan semua umat beragama termasuk orang2 murtad, orang2 kafir, orang2 Yahudi, para penyembah berhala, dan juga tentunya orang2 Islam juga. Tapi Syariah Islam menyalah gunakan science hanya untuk memuliakan muslimin saja, menghinakan yang bukan muslimin, menganggap mereka yang menolak menyembah Allahnya sebagai musuh2 agamanya yang harus ditumpas yang tidak berhak ikut menikmati nikmat Allah mereka. Demikianlah, science tidak selalu indah, bisa jadi mengerikan kalo disalah gunakan oleh teror jihad Islamiah. > Tuhan yang mempunyai pengetahuan > tidak terbatas tentang segala > sesuatu, bukanlah hal aneh. Sebab > Ia adalah Tuhan, bukan? Salah, Tuhan tidak perlu pengetahuan, buat apa pengetahuan kalo tidak punya perut, tidak punya mata, tidak punya kaki, seperti yang saya definisikan bahwa science digunakan oleh manusia bukan oleh Tuhan, dan manusia menggunakan science untuk meningkatkan kualitas kehidupan, padahal Tuhan itu bukanlah kehidupan. Tuhan itu tidak mati dan tidak hidup. > Tetapi manusia -ciptaan Tuhan- > yang bisa menemukan sendiri > bagaimana hukum alam bekerja, > tanpa disuapi atau diberi > tahu oleh Tuhan, bukankah itu > merupakan hal yang menakjubkan. Alam memang telah memberi manusia pengetahuan, tapi Tuhan enggak ada satupun pengetahuan yang pernah diberikannya kepada manusia, dan Tuhan itu bukan mahluk yang berpengetahuan, Tuhan disembah bukan karena pengetahuannya, karena sorganya, karena mereka yang percaya takut kepada neraka yang merupakan ancaman teror psikologis. Jadi jangan mencatut nama science untuk memuliakan Tuhan, memuliakan Allah, menghinakan Berhala, menghinakan Yahudi, menghinakan murtad, dan menghinakan mereka yang tidak percaya. > Bukankah itu justru menunjukkan > kebesaran Tuhan, yang menciptakan > manusia itu? > Bukan Tuhan yang menunjukkan kebesarannya, tapi alam semesta ini lah yang menunjukkan kebesarannya. Alam semesta ini bukan Tuhan, dan Tuhan bukan alam semesta, karena alam semesta tidak memerintahkan manusia untuk menyembahnya, sebaliknya Tuhan memaksa manusia menyembahnya dengan ancaman neraka dan pahala sorganya. Sekali lagi, jangan menyesatkan membohongi pembaca agar mempercayai apa yang anda percaya dengan membonceng science yang kenyataannya membawa kebahagiaan kepada semua manusia. Ingat, science bukan milik Tuhan, tapi milik kita manusia seluruh dunia baik yang percaya Tuhan atau yang tidak percaya Tuhan, tidak ada keharusan menyembah Tuhan dalam memanfaatkan science ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
