Salam Meskipun WN asing tetapi jika masih merasa bangsa Indonesia, masih terlalu banyak masalah berat yang harus dihadapi bangsa Indonesia ketimbang memikirkan problim dan persoalan bangsa2 Timur Tergah, seperti Yahudi dan Arab bersama agama2 direvatnya yang tidak bergunba dfan hanya mengacaukan manusia dan dunia saja..Tetapi ini tentunya hanya untuk orang yang masih sehat fikirannya. Wasalam,
Wal Suparmo --- Pada Ming, 18/4/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Yahudi Masuk Islam Masihkah Harus Dibuang Dilaut ??? Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 18 April, 2010, 12:03 AM Yahudi Masuk Islam Masihkah Harus Dibuang Dilaut ??? Banyak ulama maupun umat Islam yang masih suka pura2 menganggap bahwa konflik Israel Yahudi bukanlah konflik agama tetapi konflik nasionalisme karena katanya Israel menjajah tanah Palestina. Faktanya, tanah Palestina itu bukan cuma Israel, tetapi termasuk Jordania, Libanon, Syria, dan sebagian Turki. Lalu kenapa yang harus diusir keluar dan yang dianggap penjajah tanah Palestina itu cuma Israel??? Fakta lainnya, kalo ada orang Yahudi yang masuk Islam, apakah mereka juga termasuk yang harus dibunuh ??? Jawabnya enggak perlu dibunuh karena sudah bukan lagi penjajah. Penjajah itu cuma Yahudi, kalo sudah masuk Islam bukan penjajah lagi. Disinilah salahnya cara berpikir yang merusak otak para muslimin, ulamanya, dan ajaran Islamnya. Cara bepikir logis diatas ini sama sekali enggak susah asal saja berpikirnya jangan menggunakan keimanan Islam. Dan dari pemahaman diatas inilah saya mengharap para pembaca dan semua muslimin bisa memahami mengapa seluruh dunia mendukung Israel bukan Arab biadab. Perbuatan seseorang itu harus dinilai dari tingkah laku tindakannya bukan dari agamanya. Masa sih dua orang pencuri dimana satu beragama Islam dan satu lagi beragama Yahudi akan menghasilkan penilaian yang berbeda???? Yahudi yang mencuri disebut "maling", muslimin yang mencuri disebut "pahlawan". Naaah.... cara berpikir dengan contoh diatas disebut cara "comparative" , kemampuan untuk berpikir comparative ini disebut "Rational". Mempelajari permasalahan secara rational, disebut COMPARATIVE STUDY. Dengan cara2 "Comparative Study" inilah bisa dibuktikan muslimin salah, Islam salah, Tuhan tidak ada, Allah angan2, dan agama hanyalah sebatas hiburan bukan alat penegak keadilan. Ny. Muslim binti Muskitawati. __________________________________________________ Apakah Anda Yahoo!? Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam http://id.mail.yahoo.com
