salam, sepertinya kamu benci sekali pada islam dan orang islam yah? hampir atau bahkan mungkin semua postingan kamu slalu berisi hinaan, fitnah kpd islam dan penganutnya....tapi bagi Islam dan orang islam hal itu tidak berpengaruh apa2, tak akan ada yang berubah iman orang islam hanya karena fitnah dari orang2 seperti kamu....karena apa? karena kami paham betul bahwa usaha seperti itu sudah pasti ada sampai hari kiamat, InsyaAllah kami akan bersabar....So, silahkan saja kalau mau terus memfitnah Islam, Lakum dinukum waliadin..tapi yang jelas dan kamu pun pasti mengakuinya bahwa segala sesuatu perbuatan baik atau buruk pasti ada balasannya, di dunia dan akhirat!
wasalam Muslimin ----- Original Message ----- From: muskitawati To: [email protected] Sent: Wednesday, April 21, 2010 9:06 PM Subject: -:: Milist NB::- Keluarga Kartini Islam Kejawen, Dirinya Katolik dan Buddha Keluarga Kartini Islam Kejawen, Dirinya Katolik dan Buddha Kartini adalah figure pluralisme yang ditentang MUI dan kelompok Islam Habib. Oleh karena itu kelompok Islam Habib mengharamkan perayaan Kartini yang harus diganti dengan wanita yang membawakan Islam Habib. Orang tua Kartini beragama Islam Kejawen yang juga dimusuhi oleh kelompok Islam Habib. Yang jelas, Kartini fasih berbahasa Belanda dan Inggris, tidak paham bahasa Arab. > Mujiarto Karuk <mka...@...> wrote: > Mengenai agamaku Islam, Stella, > aku harus menceritakan apa? Agama > Islam melarang umatnya mendiskusikannya > dengan umat agama lain. Lagi pula > sebenarnya agamaku karena nenek > moyangku Islam. Bagaimana aku dapat > mencintai agamaku, kalau aku tidak > mengerti, tidak boleh memahaminya? Tulisan diatas jelas palsu cuma propaganda Islam karena sebelumnya gagal untuk melarang peringatan Kartini dan menggantikan Kartini dengan Tjut Nyak Dhien. Kartini sekeluarga penganut Islam Jawa atau Islam Kejawen yang damai sama seperti Islam Ahmadiah. Keluarga dan nenek moyang Kartini memang Islam tapi Islam Kejawen yaitu Islam Jawa bukan Islam Habib yang kita kenal di Indonesia sekarang. Nasib Islam Kejawen sama seperti nasib Islam Santriloka dan Islam Ahmadiah, yaitu dimusuhi dan dianggap bukan Islam. Tulisan diatas tidak ada referensinya, tapi website dibawah ini dimana Kartini menentang Syariah Islam yang mengekang wanita Kartini also expressed criticisms about religion. She questioned why the Quran must be memorised and recited without an obligation to actually understand it. She also expressed the view that the world would be more peaceful if there was no religion to provide reasons for disagreements, discord and offence. She wrote "Religion must guard us against committing sins, but more often, sins are committed in the name of religion" Kartini also raised questions with the way in which religion provided a justification for men to pursue polygamy. For Kartini, the suffering of Javanese women reached a pinnacle when the world was reduced to the walls of their houses and they were prepared for a polygamous marriage. http://en.wikipedia.org/wiki/Kartini > Kartini menemukan dalam surat > Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH > -lah yang telah membimbing orang2 > beriman dari gelap kepada cahaya > (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Tulisan diatas juga palsu, karena Kartini enggak bisa berbahasa Arab, enggak bisa baca tulisan Arab, bahkan enggak bisa baca Quran dan hal itu diungkapkan kepada kawannya Abendon bukan stela tidak ada temannya yang bernama stela. Kartini banyak mengkritik agama Islam dan AlQuran, Di Belanda bersama teman2nya dia sering ke Gereja Katolik, tapi dia tertarik agama Buddha di Indonesia karena sering dia bersamadhi di sebuah kelenteng dibelakang rumahnya, dan bukti2 ini bisa anda baca di website dibawah ini. http://www.wisatamelayu.com/id/news.php?a=Y0ZtbS8g= Yang penting untuk kita pahami adalah, bahwa Sukarno dan M.Yamin menolak Syariah Islam untuk ditegakkan di Indonesia, dan untuk itulah Kartini sebagai Benteng Penangkal Syariah Islam mendorong Sukarno untuk mengangkat figure Kartini sebagai pahlawan bangsa dan idealisme wanita Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati.
