dirayain cuma buat nginget kagak ada arti apa2 menurut gue nah mungkin lu nggak pernah dirayain atau di peringati makanya ngemengnya buayak bgt, kayak ayam kelolodan karet, huahahahhahhaaha
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, April 22, 2010 8:36:13 PM Subject: -:: Milist NB::- Hari Kartini Bertujuan Memperteguh Kesatuan Bangsa Hari Kartini Bertujuan Memperteguh Kesatuan Bangsa Tujuan utama dari peringatan hari Kartini adalah memperteguh kesatuan bangsa Indonesia, dan bukan sama sekali meng-kotak2 bangsa ini dalam kotak2 fanatisme agamanya. Apalagi ada yang bertujuan untuk mengubah menjadikan figur Nasionalisme Kartini ini menjadi figur wanita Islam yang memaksakan pemberlakuan Syariah Islam di Indonesia ini. Memang, sejak permulaan bangsa ini berdiri, ada sekelompok kecil yang berusaha memaksakan pemberlakuan Syariah Islam di Indonesia yang bertujuan meng-kotak2 bangsa ini dalam perpecahan yang tidak akan ada habis2nya dalam menghambat kemajuan cita2 bangsa dalam tujuan mereka menjadikan bangsa ini sebagai sapi perahan bangsa lain melalui penjajahan agama kepercayaan yang sumbernya dari bangsa asing diluar Indonesia. > "Greg Le Mond" <grek_2...@. ..> wrote: > Ngomong sama muskitawati yang mau > menang sendiri memang repot > Iya.... masalah penilaian itu kita serahkan saja kepada masing2 pembacanya, yang penting tulisan itu ada dasarnya, tulisan itu bukan propaganda, tulisan itu bukan dakwah untuk menyebarkan agama, tulisan itu bukan dongeng, dan tulisan itu bukan bohong. > "Y. Adam Prasetyo" <yadamp@> wrote: > kalau ambil berita yang dari sumber > yang benar, tau ga wikipedia ? Sumber2 yang saya cantumkan hanyalah untuk memperkuat fakta2nya yang sudah ada yang umum diketahui masyarakat di Indonesia. Karena apa yang saya tulis itu khan bisa dianalisis dan dibandingkan dengan hal2 lainnya yang menyokong. Misalnya, Kartini yang juga menganut Buddha itu bukanlah hal yang aneh karena memang budaya Jawa berlatar belakang Hindu dan juga Buddha. Lihatlah budaya jawa yang berkenaan dengan Wayang2 yang kita semua tahu berasal dari agama Hindu yang tetap melekat dalam jiwa setiap orang Jawa meskipun beragama Islam. Dan kalo kita pelajari juga Islam Kejawen adalah Islam aseli Jawa, yang disebarkan oleh Wali Songo pertama kalinya yang berakulturasi dengan ajaran Buddha, Hindu dan berbagai kepercayaan2 kebatinan lainnya. Jadi, Islam Kejawen yang dianut keluarga Kartini memang membuktikan bahwa Kartini pribumi Jawa, dan ini sejalan dengan kepercayaan umum Islam Jawa yang menolak ajaran2 biadab Islam Habib yang biasa memaksakan Syariah Islam. Figure Kartini yang menganut tradisi, budaya, dan agama yang pluralistik ini bukan kebetulan, tapi memang dipilih Bung Karno untuk dijadikan tokoh, idealisme atau teladan wanita Indonesia yang mewakili bangsa dalam pembentukan nasionalisme kesatuan bangsa yang bukan untuk memecah belahnya. Itulah sebabnya, tentu enggak bisa untuk idealisme wanita Indonesia ini dipilih tokok wanita Arab misalnya isteri2 nabi Muhammad untuk dijadikan teladan nasionalisme wanita Indonesia. Kartini sebagai pemersatu bangsa memang pada kenyataannya diterima oleh semua agama, termasuk Islam, Nasrani, Buddha, Hindu, dan Animisme. Kartini meskipun merupakan idealisme Indonesia yang berjiwa dan menganut tradisi maupun agama Timur, tetapi dia juga menerima pemikiran Barat. Bahkan sikap pluralistik Timur inilah merupakan hasil dari interaksinya dengan pemikiran2 Barat. Jadi sekali lagi, semua tulisan2 saya mengenai Kartini memang bertumpu dari kepentingan Nasional, bertumpu untuk kesatuan bangsa, bertumpu untuk memajukan kualitas wanita2 Indonesia melalui pendidikan yang sama dengan dibolehkan untuk laki2. Jadi idealisme Kartini ini bukan dan jangan dijadikan propaganda agama apapun juga, apalagi untuk Islamisasi untuk mengubah bangsa ini menjadi sepecies orang Arab yang tidak ada darah Arabnya. Jadi menyesatkan kalo ada yang mau menggunakan idealisme Kartini yang pluralistik ini untuk Islamisasi, Kristenisasi, ataupun Arabisasi, karena Kartini adalah idealisme wanita Indonesia yang fondasinya diletakkan oleh Bung Karno untuk memajukan wanita Indonesia dan melepaskan diri wanita itu dari penindasan2 masa lalu sejarahnya, baik itu oleh penjajahnya, ataupun oleh agama dan budayanya. Jadi mohon dipahami, Kartini adalah tokoh Nasional, tokoh kebangsaan, bukan tokoh Agama, tapi tokoh pluralistik yang menerima semua agama secara sama tentu dengan kesediaan untuk memperbaiki segala kekurangan2nya demi tujuannya dalam memajukan bangsa ini. Adakah anda sebagai bangsa Indonesia bisa meresapi dan menjiwai semangat Kartini untuk menjadi bangsa Indonesia yang bebas dari penjajahan ideologi Arab atau penjajahan fisik Barat ??? Disinilah letaknya kunci Nasionalisme Indonesia yang membedakan kita dari orang Malaysia meskipun sama rumpun Melayu-nya dan sama agamanya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
