huahahhahahahaha yang jelas lu bukan kriteria wanita indonesia, soalnya lu itu abal2, jelas kalo lu bilang wanita indonesia harus kayak wanita eropa jelas aja kayak sekarang nih banyak yang pada selingkuh artis pada cere bikin wanita indonesia tidak lagi anggun dan kemayu, pada suka pake baju mini tapi kalo diliatin ditarik2 di tutup tutupin ini jelas tau kalo wanita indonesia belom siap nerima budaya abal2 kayak lu tu mus seutuhnya, kalo lu sih g yakin aurat lu ngemprah juga gak risih tapi di indonesia cewek yang jadi korban eropa abal2 lu itu pasti risih dan malu, sok tau lu bungkarno anti syariah islam, bukan anti tapi beliau ingin semuanya seimbang, karen di indonesia itu multi etnis, asal lu tau ya di america isinya dulu bukan orang bule tapi indian yang pakeannya nggak ngeler2 aurat, tapi sekarang kemana orang indiannya, ilang dibikin minggir, sotoy, sotoy sotoy sotoy
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, April 22, 2010 9:10:10 AM Subject: -:: Milist NB::- Idealisme Kartini Adalah Pluralistik Anti-Syariah Islam !!! Idealisme Kartini Adalah Pluralistik Anti-Syariah Islam !!! Pluralistik artinya bukan cuma hidup dalam lingkungan yang beragam budaya dan agamanya saja, bahkan bisa disertai juga menganut lebih dari satu agama, termasuk juga kebebasan pindah2 agama setiap saat yang dilindungi secara hukum tanpa boleh dianggap murtad. Begitulah idealisme Kartini yang merujuk kebebasan wanita2 di Eropah untuk menjadi profile "wanita Indonesia". Jadi, idealisme wanita Indonesia merujuk kepada Kartini dengan busana kebaya dan kerudung yang bebas dibuka kerudungnya setiap saat. Wajah wanita Indonesia dihargai sebagai "wajah" bukan aurat Jadi, idealisme wanita Indonesia bukan merujuk kepada Islam yang dipaksa selalu berjilbab yang tidak boleh dibuka meskipun kepanasan matahari. Wajah wanita Islam direndahkan sebagai "aurat" bukan sebagai wajah. > "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote: > kalau ambil berita yang dari sumber > yang benar, tau ga wikipedia ? Tulisan kamu malah enggak punya sumbernya sama sekali!!! Apa yang aku tulis jelas ada sumbernya, yaitu budaya Islam Jawa bisa diperiksa namanya Islam Kejawen. Hal yang begini semua orang Indonesia dan juga orang Barat sudah tahu dan sumbernya sangat jelas. Juga semua surat2 Kartini itu bukan milik orang Arab atau Islam Habis, semuanya tersimpan di Den Haag. Dan satu hal yang tidak bisa anda bantah, bahwa Kartini dinobatkan sebagai satu2nya idealisme wanita Indonesia oleh Bung Karno. Dan semua orang tahu, Bung Karno itu anti-Syariah Islam. Jadi apa salahnyakalo aku katakan bahwa dinobatkannya Kartini sebagai idealisme wanita Indonesia merupakan BENTENG PENANGKAL SYARIAH ISLAM. Naaah.... pernyataan ini bagaimana mau membantahnya? ?? Sumbernya sudah saya cantumkan, bukan cuma Wikipedia, juga dokument2 yang dimiliki teman2 kartini seperti Abendonan yang justru orang Yahudi Belanda. Untuk menjamin bahwa lastname Abendonan ini orang Yahudi, silahkan anda baca daftar lastname dari website dibawah ini. Ingat juga, ny.Abendonan ini sahabat karib Kartini yang menyimpan semua surat2 Kartini, dan jangan luba ya..... Abendonan ini bukan orang Arab dan bukan beragama Islam !!! http://www.wisatame layu.com/ id/news.php? a=Y0ZtbS8g= Klenteng dikampung Welahan, yang menginspirasi Kartini menjadi seorang vegetarian dan mengaku sebagai penganut "Buddha". Silahkan anda teliti kata2 yang saya kutib dari website diatas, jelas2 tidak dikatakan bahwa Kartini menganut Islam Habib, Kartini menganut bukan cuma satu agama. Ini umum didunia Barat ditempat mana beliau sekolah bahwa menganut agama lebih dari satu sudah menjadi kebebasan yang dijamin oleh negaranya. Anda juga harusnya ingat dong, semasa hidupnya Kartini belum ada Republik Indonesia. Jadi Kartini hidup dalam dua lingkungan di Eropah-Belanda, dan lingkungan Jawa dengan Islam Kejawen. Beliau berjiwa pluralistik yang menganut agama pluralistik lebih dari satu. Tapi satu hal yang pasti, beliau tidak mau belajar baca Quran, menolak menghafalkan AlQuran, menolak Poligamy, menolak shalat 5 waktu, dan idealisme Kartini adalah wanita2 Eropah yang bebas sama dengan kebebasan laki2. Jadi berita yang saya tulis diatas bukan cuma dari wikipedia, tapi berbagai sumber yang isinya memberitakan hal yang sama. Apalagi tahun lalu upaya kelompok Islam Habib gagal untuk menggantikan profile ideal wanita Indonesia dari "Kartini", menjadi "Tjut Nyak Dhien". Tentu dong, Kartini beda dari lain2 pejuang wanita yang cuma jadi perisai suami2nya yang jadi pemberontak yang cuma perlawanan fisik, sebaliknya, Kartini memiliki idealisme yang berupa ideology, yaitu ideology pluralistik yang menentang Syariah Islam. Jelas enggak tuh ..... ???? Kalo mau bantah yang saya tulis jelas sia2, karena apa yang saya tulis semuanya fakta bukan rekayasa karang2an saja sekedar untuk menonjolkan kepercayaan kosong. Ny. Muslim binti Muskitawati.
