Arab Palestina Benyek Di-kocok2 dan Di-pingpong !
                                       
Obama bilang "Israel harus dipaksa berunding dalam 2 hari ini".  Setelah hari 
ketiga, kembali Obama bilang "Kita akan menentukan sikap".  Setelah 7 hari 
kemudian kembali Obama berteriak "Israel harus tunduk kepada kemauan Amerika".

Sampai sekarang, Abbas Abu Mazen masih saja me-rengek2, katanya kepada Obama 
bahwa Palestina itu adalah interest Amerika kenapa dibiarin aja Israel tidak 
mematuhi perintah Amerika ???

Padahal sejak dulu sampai sekarang umat Arab dan umat Islam sedunia selalu 
menganggap bahwa Amerika itu ditunggangi Israel, atau Israel yang ditunggangi 
Amerika ???  Naaah.....  jawabannya bisa dicari sendiri bagaimana Amerika 
menekan Israel dengan perintah2, dan reaksi Israel terhadap tekanan itu 
bagaimana? Apakah Israel itu anjingnya, atau Amerika yang jadi anjing, atau 
malah Arab2 ini yang memang berjiwa anjing?

http://www.dallasnews.com/sharedcontent/dws/news/world/stories/DN-mideast_25int.ART.State.Edition1.4d3e8af.html

In an unusually blunt appeal, Abbas said that if Obama believes Palestinian 
statehood is a vital U.S. interest, then the American leader must take forceful 
steps to bring it about.

"Since you, Mr. President, and you, the members of the American administration, 
believe in this, it is your duty to call for the steps in order to reach the 
solution and impose the solution – impose it," Abbas said in a speech to 
leaders of his Fatah movement.

"But don't tell me it's a vital national strategic American interest ... and 
then not do anything," he said.


Saya kira anda2 aja deh yang menjawabnya sendiri dari kebingungan hingga 
mencak2 Abu Mazen ini tidak digubris semua orang, apalagi UN, besok harusnya 
ada agenda pembicaraan mengenai Palestina, mendadak agenda ini diganti dengan 
pembicaraan gunung meletus.

Juga Shalid, serdadu Israel yang diculik dan sudah dibunuh Hamas tetapi masih 
saja Hamas berbohong, katanya Shalid masih hidup dan mau ditukar dengan 
melepaskan 1000 tahanan Hamas dari penjara Israel, dan Hamas memberi waktu 2x24 
jam untuk memberi response kalo tidak Shalid akan dibunuh.  Ternyata hingga 6 
bulan juga belum ada response ternyata masih saja katanya Shalid masih hidup.  
Lhaaa....  katanya dalam 2x24 jam mau dibunuh, gimana bisa setelah 6 bulan 
masih saja hidup dan mengajak berunding untuk ditukar dengan 1000 tahanan Hamas 
keluar dari penjara Israel.

Memang susah urusan dengan terorist, tidak bisa dengan kata2 harus dengan 
senjata lebih berhasil.  Mereka sendiri yang ngajakin gencatan senjata, sewaktu 
Israel menghentikan tembakan, malah si Hamas ini nembakin terus.  Semua aturan 
dilanggar, semua perjanjian pura2 setuju belakangan ngemplang.

Akhirnya, Israel membalas serangan diomelin UN, didiamkan akan jadi perkedel, 
akhirnya Israel bangun pager beton, ditutup semuanya, terpaksa para terorist 
ini bikin terowongan, dan ratusan terowongan2 ini dihancurkan dengan missil 
khusus bawah tanah.  Hasilnya sekarang semua terorist Hama saling bunuh karena 
kelaparan, yang kuat merampok yang lemah, si lemah mencuri mereka yang kuat, 
dan sekali ketahuan, si lemah ditembak atau si-lemah bisa cari senjata untuk 
juga nembak.

Ini bener2 hiburan tontonan yang Islamiah nonton diatas pagar beton yang 
dibangun Israel.

Betul2 benyek Arab Palestina ini, ke-mana2 cuma bohong yang ditebar, akhirnya 
enggak dipercaya semua orang juga teman-nya sendiri, bahkan rakyatnya sekarang 
juga enggak percaya. Pantes kalo sekarang di-pingpong dan dikocok rame2 oleh 
Amerika, Israel, Mesir, dan juga UN ikutan main sandiwara bahkan sekali2 jadi 
sutradaranya.

Kabarnya nanti Abbas mau menyelenggarakan pemilu, pada waktu itu nanti Israel 
akan nyelundupin senjata kepada Hamas.  Dengan senjata dari Israel inilah 
nantinya semua rakyat dipaksa untuk mencontreng Hamas, yang salah nyontreng 
dipenggal kepalanya.  Israel mengharapkan Hamas bisa menang 100% voting.  
Dengan demikian habislah kewibawaan UN karena nama organisasi Hamas enggak bisa 
dong dihapus begitu aja dari blacklist terorist Internasional.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke