Mus, klo mau ngomongin soal POSO jangan setengah-setengah, ambil berita yg tidak jelas kebenarannya untuk propaganda sesat
Klo mau yg benar baca di link berikut ini, semua ini pengakuan dr pelaku yg terbukti bersalah di pengadilan dan sudah dihukum mati serta tidak bermaksud SARA http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/04/tgl/15/time/142958/idnews/575939/idkanal/10 From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of muskitawati Sent: Monday, May 03, 2010 4:54 PM To: [email protected] Subject: -:: Milist NB::- Islam Agama Teror Harus Dipahami Semua Umat Bukan Islam Islam Agama Teror Harus Dipahami Semua Umat Bukan Islam Demi keselamatan dan keamanan umat yang bukan Islam, maka saya sebagai muslimin menganjurkan agar memahami bahwa Islam sebagai agama Teror dan agama Kebencian. Sehingga dengan adanya pemahaman seperti ini maka setiap umat yang bukan Islam bisa ber-hati2 apabila terlibat dalam lingkungan hidup orang2 yang beragama Islam. Kalo sebagai umat yang bukan Islam anda menganggap Islam adalah agama damai yang penuh persaudaraan, maka nasib anda bisa mengalami seperti dua anak gadis Kristen yang dipancung kepalanya oleh tetangganya di Poso beberapa waktu yang lalu. Padahal kalo saja keluarga Kristen di Poso ini memahami bahwa Islam itu agama teror dan kebencian, paling tidak mereka bisa ber-hati2 menjaga anak dan keluarganya yang berpapasan dengan umat Islam yang tidak dikenalnya. Jadi menyadari bahwa Islam sebagai agama teror dan kebencian, bukan untuk men-jelek2an melainkan untuk antisipasi kemungkinan2 terjelek yang bisa anda alami. Memang tidak pernah ada dalam Quran yang menyatakan bahwa Islam adalah agama teror. Inilah stereotype cara ulama dan kaum muslimin yang menyangkal dan membantah bahwa Islam adalah agama teror. Tetapi bantahan ini tidak mengubah kenyataan2 bahwa memang ISLAM MERUPAKAN AGAMA TEROR DAN AGAMA KEBENCIAN. Karena dalam ayat2 Quran yang ditulis dalam bahasa Arab itu disebutnya "Jihad" bukan "Teror". Teror itu adalah kata dalam bahasa Inggrisnya, dan dalam bahasa Arabnya disebut Jihad, tapi artinya tetap sama. JIHAD = TEROR Ulama dan muslimin kadang kalo juga membantah, bahwa berjihad bukan selalu artinya berperang, padahal dalam dunia teror juga tidak selalu teror itu artinya berperang, bisa artinya mengancam, bisa artinya membayar (menyumbang) sejumlah uang kepada pelaku teror. Demikianlah dengan Jihad, tidak selalu harus maju berperang tetapi boleh dengan membayar atau menyumbang dengan uang atau harta benda. Setiap hati nurani muslimin yang benar2 mendalami agama Islam tentunya mengakui bahwa Islam memang agama teror. Hal inilah yang menyebabkan konflik batin bagi setiap muslimin sehingga se-olah2 agama lain lebih benar. Padahal bukan demikian seharusnya. Mengakui bahwa Islam adalah agama teror dan agama kebencian tidak berarti kita sebagai muslimin harus pindah agama, atau harus mengakui kebenaran agama lainnya.... disinilah kesalahan terbesar dari kebanyakan pemahaman muslimin. Padahal meskipun Islam itu agama teror dan agama kebencian, kita sebagai kaum muslimin tetap bisa menganutnya tanpa menyebarkan atau mempraktekan teror2nya dan kebencian2nya. Untuk itu kita harus memahami, bahwa ayat2 Quran selalu dibimbing dengan tafsir2 hadist-nya, yang artinya, Islam itu sebenarnya hanya dihayati sebagai tafsir2 saja yang bisa ditafsirkan apa saja. Kalo bagian2 teror dan kebencian itu bisa kita tafsirkan kepada hal2 lainnya, tentunya tidak perlu adanya teror dan kebencian dan bisa dihilangkan dari Islam itu sendiri. Mau masuk agama lain pun sama sekali tidak salah, sama sekali tidak murtad, karena kalo kita muslimin masuk agama lainnya tetapi agama Islam yang sebelumnya tetap kita pegang tidak keluar dari Islam, maka hal ini tidak membuat kita jadi murtad. Murtad itu artinya = keluar dari Islam untuk masuk agama lainnya. Tetapi kalo kita tetap Islam kemudian masuk agama lainnya tanpa keluar dari Islam, maka bukan artinya murtad. Saya tertarik terhadap pandangan2 seorang muslim Mosab Hassan Yousef anak pemimpin pendiri Hamas yang direkrut menjadi agen rahasia Israel yang perlu direnungkan tentang agama Islam yang dianutnya, adalah: bahwa Islam mewajibkan umatnya membunuh penyembah berhala, orang murtad, orang kafir, orang Yahudi, dan mereka yang bukan beragama Islam. Jadi, kalo Israel membunuh umat Islam bukan karena agama Islamnya tetapi karena terornya berbeda dengan Hamas yang muslimin ini justru membunuh orang Yahudi karena agamanya. Jadi, kalo Israel membunuh anak2, wanita, dan orang tua bukan karena sengaja mau membunuhnya, tetapi karena TIDAK SENGAJA akibat salah sasaran sewaktu mau membunuh pelaku2 teror. Sebaliknya, Hamas membunuh anak2, wanita, dan orang tua itu memang dengan SENGAJA karena mereka beragama Yahudi bukan karena mereka menteror umat Islam. > Tawangalun wrote: > Tidak ada bukti bahwa cerita ini > sahih,sebab yg meriwayatkan siap > murtad seorang pembohong. > ------------------------------------- > Richan S <richansitumor...@...> wrote: > enggak percaya tulisan, silahkan > menyaksikan video debate tv yang > beliau lakukan. http://www.youtube.com/watch?v=cHq25tnZoFs http://www.buktisaksi.com/resources http://www.nydailynews.com/news/world/2010/02/25/2010-02-25_hamas_prince_who_was_spy_for_israel.html http://www.facebook.com/pages/Son-of-Hamas-by-Mosab-Hassan-Yousef/307067657791 http://www.youtube.com/watch?v=ioo-2YbQGt8&feature=related Bukti2nya bisa ditemukan dalam semua media berita dunia, dan juga bisa di search di internet. Jadi menuduh berita itu dusta adalah stereotype dari muslimin yang sudah keracunan Syariah Islam. Kalo dunia Islam biasa berdusta, jangan samakan dengan berita diluar Islam. Berita diluar Islam bertujuan untuk pemberitaan itu sendiri, beda dalam dunia Islam, pemberitaan itu bertujuan memperkuat keimanan bohong Islam itu sendiri. Betul, ini putera pemimpin Hamas sudah jelas dia beragama Islam dan hidup dilingkungan Islam sejak lahirnya. Jadi gimana mau dianggap dia berbohong??? Kalo berdasarkan Islam, memang dia dianggap murtad yang wajib dibunuh. Saya sendiri Islam tulen, tahu bener apa Islam itu, dan harus saya akui semua pendapat anaknya Hamas ini benar tidak salah. Tapi bedanya, saya tidak mengganggap bahwa pindah ke agama Kristen akan membuat kita jadi benar. Islam ajaran salah, Islam ajaran teror, ini tidak bisa dibantah. Tetapi bukan berarti pindah ke agama lain bisa jadi dianggap lebih benar..... bukan gitu, saya sama sekali tidak menganjurkan pindah agama karena tidak ada gunanya. Sekali etika moral anda dirusak oleh ajaran Islam, maka pindah ke agama manapun juga akan tetap rusak. Dan bagi mereka yang lahirnya dari agama yang bukan Islam, sama saja, etika moralnya juga rusak, tapi enggak separah mereka yang beragama Islam. Itulah sebabnya yang bukan Islam bisa lebih maju dari yang beragama Islam. Tetapi statistik membuktikan, mereka yang beragama apapun juga tapi menganggap agamanya hanya sebagai basa basi peradaban budaya saja....... justru lebih cerdas, lebih maju, dan menjadi ciri para ilmuwan seluruh dunia. Yousef pada mulanya juga jihad Islam yang ditraining Hamas, sedangkan ayahnya adalah pendiri Hamas. Dia tertangkap Israel dan dipenjarakan oleh Israel, saat inilah dia di interogasi dan juga menyaksikan bahwa semua yang dilakukan oleh Israel sama sekali berbeda daripada yang dilakukan Hamas. Akhirnya dia yakin se-yakin2nya bahwa Israel berada dipihak yang benar, Hamas adalah setan, begitulah anggapannya sehingga dia berhasil direkrut jadi Agen Rahasia penting Israel dalam tubuh Hamas. Ny. Muslim binti Muskitawati.
<<image001.jpg>>
<<image002.jpg>>
