Aduh........ nich orang makin kacau aja omongannya,......... sebelum kamu bisa membedakan antara HAM dan Demokrasi sebaiknya kamu gak usah ngomong masalah HAM,...... karena hal itu akan semakin membuat membuat kamu ditertawakan oleh semua orang,.........dan semakin terhina muskit,........
terus kok pertanyaan yang ini tidak dijawab,..... ya meskipun jawaban pertanyaan yang lain juga ngaco semua,...... 1. Muskit Wrote 1 April 2010 8:55 AM : > > Kebebasan sex itu memang tidak dilarang di Amerika tapi tetap ada rambu2nya, > kalo dilakukan terhadap anak dibawah umur, tentu masuk penjara 5-20 tahun > hukumannya. Pelacuran juga masuk penjara. Kalo dilakukan dengan isteri > orang, suaminya bisa menuntut ke pengadilan setelah dia lebih dulu > menceraikan isterinya karena tuntutan tidak bisa dilakukan tanpa menceraikan > lebih dulu. > > > > Inilah HAM yang di agung2 kan Oleh simuskit, Mohon penjelasan untuk kalimat > yang bertuliskan warna hijau. bukankah hal itu melanggar HAM ? seharusnya muskit mendahulukan pertanyaan saya yang diatas daripada menjawab pertanyaan lainnya Muskit Wrote: 2. Otak anda betul2 rusak, kalo penguasa setempat tidak melarang maka hal itu sama artinya "meng-izinkan". Semua tulisan saya itu intinya membantah alasan pelanggaran HAM dalam pelarangan berjilbab !!! Jadi kalo tidak ada pelarangan tak perlu diperdebatkan. Topiknya disini adalah masalah pelarangan Jilbab ditempat publik di-negara2 sekuler yang anti-Syariah Islam. Hehehehehehehehehehe..... mulai mengalihkan topik,........ Muskit Wrote: 3. Pelanggaran HAM itu terjadi bila berjilbab atau berburqa itu dikenakan di-mesjid2 !!! Juga apabila negara Pancasila yang jelas2 bukan negara Syariah memaksakan wanita2 Islam untuk berjilbab, maka hal ini juga pelanggaran HAM. Karena UU negara Pancasila menjamin rakyatnya untuk memilih berdasarkan pilihan sendiri. Lain kalo memaksakan berjilbab itu di Mesjid2 di Indonesia tentu hal itu merupakan otoritas mesjidnya. Tapi pun kepada wanita yang melanggarnya karena tidak mengenakan jilbab tak bisa dihukum cukup dilarang masuk ke wilayah area mesjidnya aja. Karena hak menghukum itupun berada ditangan pengadilan. ibu bisa lihat di Indonesia, apakah yang ibu tuduh kan terjadi? Muskit Wrote: 4. Tetapi saya yakin, negara2 Syariah ini secara bertahap pasti akan memperbaiki negaranya dengan tunduk kepada UN dan Amerika. Melawan UN dan Amerika hanyalah menambah penderitaan rakyat sendiri juga menambah kekacauan yang tidak akan ada perbaikannya. oke kita sama2 tunggu pembuktian Hipotesis Ibu. From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of muskitawati Sent: Tuesday, May 04, 2010 4:56 AM To: [email protected] Subject: : Milist NB::- Re: FW: [GerejaBethanyIndonesia] Etika Universal Berlaku Public Domain > "Sutarmin" <sutar...@...> wrote: > Apakah pemakaian Jilbab dipublik > melanggar HAM, padahal penguasa > setempat tidak ada pelarangan? > Otak anda betul2 rusak, kalo penguasa setempat tidak melarang maka hal itu sama artinya "meng-izinkan". Semua tulisan saya itu intinya membantah alasan pelanggaran HAM dalam pelarangan berjilbab !!! Jadi kalo tidak ada pelarangan tak perlu diperdebatkan. Topiknya disini adalah masalah pelarangan Jilbab ditempat publik di-negara2 sekuler yang anti-Syariah Islam. Di Saudi Arabia malah dilarang berjilbab, karena aturan disana mewajibkan wanita mengenakan burqa. Ini bukan pelanggaran HAM tetapi UU yang ditetapkan oleh pemilik kekuasaan. Juga disini tidak bisa diprotes, sama tidak bisa diprotes apabila Perancis dan Belanda melarang berjilbab dan burqa ditempat umum. Pelanggaran HAM itu terjadi bila berjilbab atau berburqa itu dikenakan di-mesjid2 !!! Juga apabila negara Pancasila yang jelas2 bukan negara Syariah memaksakan wanita2 Islam untuk berjilbab, maka hal ini juga pelanggaran HAM. Karena UU negara Pancasila menjamin rakyatnya untuk memilih berdasarkan pilihan sendiri. Lain kalo memaksakan berjilbab itu di Mesjid2 di Indonesia tentu hal itu merupakan otoritas mesjidnya. Tapi pun kepada wanita yang melanggarnya karena tidak mengenakan jilbab tak bisa dihukum cukup dilarang masuk ke wilayah area mesjidnya aja. Karena hak menghukum itupun berada ditangan pengadilan. Itulah kesalahan ajaran Islam, karena pelanggar Syariah Islam harus dihukum, maka terjadi hukum rimba misalnya, maling ketangkep digebukin rame2, wanita berzinah dirajam rame2, hal ini asal akarnya sama yaitu menghukum pelanggar Syariah itu bisa dilakukan setiap umat Islam. Begitulah kekacauan terjadi di-negara2 Syariah, sedangkan di Arab Saudia tidak terlalu parah karena berada dibawah pengawasan Amerika. Hamas juga contoh yang baik, hukuman bisa dilakukan dijalanan, sedangkan Abbas tidak bisa melakukan hal itu karena tunduk kepada HAM karena Palestina sudah diakui di UN. Demikianlah, semua negara yang Syariah Islam yang ditolak UN pasti amburadul main bunuh, main rajam, main pancung, semuanya ini karena agama Islam sesungguhnya adalah agama teror dan kebencian. Tetapi saya yakin, negara2 Syariah ini secara bertahap pasti akan memperbaiki negaranya dengan tunduk kepada UN dan Amerika. Melawan UN dan Amerika hanyalah menambah penderitaan rakyat sendiri juga menambah kekacauan yang tidak akan ada perbaikannya. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > Muskit Wrote: > > Mau telanjang atau mau sex ditempat yang sudah ada izinnya bukanlah > pelanggaran HAM. > > Orang tak ber moral mengajari kita tentang Moral hahahahahahahhahah... > > > > Muskit Wrote 1 April 2010 8:55 AM : > > Kebebasan sex itu memang tidak dilarang di Amerika tapi tetap ada rambu2nya, > kalo dilakukan terhadap anak dibawah umur, tentu masuk penjara 5-20 tahun > hukumannya. Pelacuran juga masuk penjara. Kalo dilakukan dengan isteri > orang, suaminya bisa menuntut ke pengadilan setelah dia lebih dulu > menceraikan isterinya karena tuntutan tidak bisa dilakukan tanpa menceraikan > lebih dulu. > > > > Inilah HAM yang di agung2 kan Oleh simuskit, Mohon penjelasan untuk kalimat > yang bertuliskan warna hijau. bukankah hal itu melanggar HAM ? > > > > From: [email protected] <mailto:Nongkrong_Bareng2%40yahoogroups.com> > [mailto:[email protected] <mailto:Nongkrong_Bareng2%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of muskitawati > Sent: Monday, May 03, 2010 3:00 PM > To: [email protected] <mailto:Nongkrong_Bareng2%40yahoogroups.com> > Subject: -:: Milist NB::- Re: FW: [GerejaBethanyIndonesia] Etika Universal > Berlaku Public Domain > > > > > > > > > "Sutarmin" <sutarmin@> wrote: > > di Australia beberapa waktu yang > > lalu, saat sesi pemotretan oleh > > fotografer, semua orang taulah, > > (program telanjang bersama) itu > > berarti melanggar HAM donk? > > kenapa tidak ada tindakan? > > Anda ini bener2 sudah rusak otaknya keracunan Syariah Islam sehingga enggak > bisa membedakan antara Hak dan pelanggaran Hak !!! > > Telanjang di foto diAustralia itu bukan tempat publik, melainkan disuatu > tempat yang ditentukan dan semua pesertanya harus memakai undangan !!! > > Mau telanjang atau mau sex ditempat yang sudah ada izinnya bukanlah > pelanggaran HAM. > > Pelanggaran HAM itu apabila terjadi gangguan kepada publik tanpa izin dari > penguasa setempat. > > Contohnya Betulin jalanan sehingga lalu lintas macet, jelas disini meskipun > mengganggu masyarakat tapi bukan pelanggaran HAM karena mereka pelakunya > adalah kontraktor yang sudah mendapatkan izin untuk mempeerbaikinya. Apalagi > perbaikan inipun demi kepentingan masyarakat umum juga. > > Contoh lainnya, nonton filem untuk 17 tahun keatas atau untuk 13 tahun > keatas, juga bukan pelanggaran HAM, karena untuk menetapkan batasan umur itu > sudah ada UU-nya atau sudah ada izinnya untuk memutar filem tsb dibioskop. > Jadi bioskop ini bukan tempat milik publik karena untuk masuk ke bioskop itu > harus bayar enggak bisa bebas dengan alasan HAM.... kalo memaksa masuk > enggak bayar, barulah itu namanya pelanggaran HAM karena gedung bioskop itu > ada pemiliknya yang punya hak apakah anda boleh masuk atau tidak. > > Anda goblok kelewatan, tidak satupun tulisan saya yang bertentangan, yang > salah itu anda sendiri yang pemahamannya sangat dangkal karena keracunan > Syariah biadab yang justru sudah ditolak diseluruh bumi ini. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
