From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Sutarmin
Sent: Wednesday, May 05, 2010 8:21 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [Debate Religious Spirituality] Cina Negara Tirai Bambu Menjadi
Tirai Digital
Nah, ketahuan kan sekarang siapa yang licik,...
berkedok dengan UN untuk perdamaian dunia tetapi memposisikan diri sebagai
Pemegang Saham,...
seluruh pebisnis dunia itu tahu apa motivasi dari seorang menanamkan saham
pada sebuah perusahaan,... keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya,dan
pastinya...wowowowowowowowowow konyol sekali kau muskit,....sekali lagi
pembuatan perumpamaan muskit,... konyol
logika kau itu makin konyol aja mus,....
From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
muskitawati
Sent: Tuesday, May 04, 2010 6:06 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Cina Negara Tirai Bambu Menjadi
Tirai Digital
Kenapa Negara Syariah Mau Jadi Anggauta UN ???
Sebenarnya enggak ada paksaan untuk menjadi anggauta un, tapi kalo mau
menjadi anggauta UN tentunya harus mematuhi aturan2 yang ada didalammya.
http://www.encyclopedia.com/doc/1O119-LeagueofNations.html
http://www.un.org/Overview/milesto4.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_the_United_Nations
http://www.encyclopedia.com/doc/1O119-CollectiveSecurity.html
Mula2 namanya "Liga Bangsa2", anggautanya belum ada, semua negara menolak
jadi anggauta. Barulah setelah Amerika menunjukkan prestasinya didunia
Internasional, maka Inggris bersedia jadi anggautanya, dan sejarah
lengkapnya bisa anda baca di website diatas.
Jadi sama seperti perusahaan, harus ada pemegang saham-nya, kalo usahanya
makin maju, maka sahamnya bisa dijual bebas dipasar saham. Tetapi pemegang
saham mula2 tetap memegang saham terbesar. Kemungkinan pemegang saham yang
satu kemudian menjual sahamnya semuanya kepada pemegang saham yang masih ada
atau dijual kepasaran bebas tetap bisa saja terjadi, tapi juga harus
memenuhi aturan2 yang berlaku.
Demikianlah kenyataannya, United Nation itu memilik hukum dan UU yang
diberlakukan kepada semua anggauta2nya.
Setiap negara didunia memang mempunyai hak yang sama, yaitu hak untuk
membuat UN-nya sendiri2. Kalo ada negara yang mau menjadi anggautanya, tentu
negara yang membentuk UN itulah yang menentukan UU dan syarat2 hukumnya.
Jadi Islam enggak bisa menuduh hak-nya enggak sama, karena semua itu udah
ada aturannya yang jelas. Hak2 setiap anggauta tetap sama, tetapi privilege
-nya tidak selalu bisa sama. Kalo ada negara Islam kepingin memiliki hak
veto, gampang sekali, buat aja UN tandingan, semua negara didunia dipaksa
mendaftar jadi anggauta2nya dengan syarat harus menegakkan Syariah Islam.
Negara bukan Islam dilarang jadi Anggautannya sehingga seluruh dunia
akhirnya jadi Islam tanpa perlu perang sama sekali.... gampang khan ????
Negara kafir dan Islam Ahmadiah dilarang jadi anggauta UN.
> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote:
> pertanyaan saya yang utama ada
> pada hak veto seharusnya dihapus
> aja?
>
United Nation itu pelopornya Amerika, jadi BPKB United Nation ini jelas atas
nama Amerika.
Mau dihapus boleh saja, tapi pasti bukan anda yang berhak menghapusnya,
karena ada yang lebih memiliki saham lebih besar daripada anda ataupun
Islam.
Sama aja kita bikin kumpulan bola, maka yang mau jadi anggauta nya khan
harus daftar dan disetujui oleh pemegang saham pendiriannya.
Kalo enggak setuju dengan UN, kenapa enggak keluar aja kemudian bikin
sendiri UN yang baru????
Dulu juga Sukarno keluar dari UN kemudian membuat sendiri yang baru yang
dinamakan "Conefo", cuma enggak laku, enggak ada yang mau daftar jadi
anggautanya. Kalo saja Sukarno berhasil mengganti UN dengan Conefo tentu
Indonesia bisa jadi pemegang Hak Veto bersama Arab, Pakistant, dan Yaman.
Ny. Muslim binti Muskitawati.