Salam, 1) Negeri Belanda adalah penganut demokrasi yang KEBABLASAN, sehingga menerima SEMUA orang apalagi yang merasa diburu oleh pemerintahnya sendiri karena perbedaan pandangan politik. Belanda adalah tempat pelarian orang2 yang dituduh PKI waktu G30S yang berada di luar negeri dan tidak benari masuk kembali ke Indonesia karena ancaman akan ditahan atau dibunuh.Banyak ex Duta Besar a.l. JAWOTO dan orang2 terkenal seperti SOBRON AIDIT , dan banyak penulis dalam milis ini.Juga pelarian dari Sri Langka dsb( Macan Tamil).Siauw Giok Tjhan adalah didikan Belanda dan mungkin tidak bisa bahasa Tionghoa, jadi larinya ke Belanda, seperti banyak orang Tionghoa lain. Tetapi apalagi pelarian politik sedangkan pelarian yang MENCARI MAKAN yaitu orang2 Islam dari Turki,Iran,Maroko, Aljazair dsb, welcome di Belanda meskipun tidak mau menyesuaikan diri dan membawa kebiadaban mereka ke Belanda. Kecuali HISHI ALIE yang datang dari Ethopia yang kemudian mengutuk Islam ( kerena ia disunat waktu kecil), dan kerena itu ia sampai sekarang berusaha untuk dibunuh oleh orang Islam baik de Belanda maupun di Eropa. Inilah kutukan terhadap Belanda yang telah menjajah Indonesia selama 350 tahun dengan masuknya banyak orang Islam ke negara mereka.. 2) Barisan PO AN TUI adalah dibentuk Belanda dari orang2 Tionghoa untuk melindungi jiwa dan harta mereka dari serangan kaum ekstremis pada waktu itu , yaitu TNI dan para pemuda yang hendak merampok dan memperkosa perempuan2 mereka.Pasukan tersebut dianggap berani dan tangguh karena mempunyai dasar bela diri seperti kuntao dsb. Yang banyak memakan korban TNI dan pemuda yang terbunuh.Hampir semua serangan mereka ke peumahan Tionghhoa dapat digagalkan.Oleh karena itu maka setelah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada RI dan Belanda pergi, mereka menjadi bulan2an dan balas dendam dari TNI dan rakyat. Apakah itu yang dinamakan PEMBRONTAKAN PO AN TUI? Karena mereka dibantai habis2an ? Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Ming, 9/5/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Siauw Giok Tjhan Pengkhianat Bukan Pahlawan !!! Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 1:38 AM Siauw Giok Tjhan Pengkhianat Bukan Pahlawan !!! Terbitnya buku tentang Siauw Giok Tjhan sebagai patriot atau pahlawan dirasa tidak seimbang, karena jarang pribumi Indonesia mengenal betul siapa sebenarnya beliau ini. Oleh karena itu perlu saya kupas sedikit kebenaran yang jujur, agar keturunan Tionghoa ini tidak terkecoh untuk memuja seorang opportunis vested Interest yang telah menyebabkan terbantainya jutaan keturunan Cina di Indonesia baik dibantai dalam perang Poh An Tui di Tanggerang, maupun dibantai dalam kejadian G30S PKI, dan juga SG Tjhan ini menjadi kaki tangan Tiongkok Komunis untuk mengangkut semua keturunan Cina yang simpatisan Kuo Min Tang untuk di brainwash di Cina melalui PP 10. Salah satunya adalah kakak dari pemain bulu tangkis Indonesia yang paling top (saya lupa namanya) itu yang jadi korban PP 10 dan dibrainwash di komune2 Cina Komunis ditempat terpencil. Tulisan ini hanyalah untuk mengimbangi agar kebohongan2 yang disebarkan tentang kepahlawanan SG Tjhan bisa mendapatkan koreksi mereka dari masyarakat keturunan Cina sendiri. > "Isa" <datuksinaro@ ...> wrote: > Siapa Siauw Giok Tjhan? > "Seumur hidupnya apa yang > dilakukan Siauw Giok Tjhan > adalah memberikan sumbangannya > pada usaha besar pembinaan > nasion Indonesia, kepada > perjuangan untuk usaha menegakkan > keadilan bagi semua, bagi setiap > warganegara Indonesia. > SG Chan ini telah salah bertindak, karena mempengaruhi keturunan Cina di Indonesia untuk berpihak kepada komunis. Akibat tindakannya ini, ratusan ribu keturunan Cina telah dibantai ormas2 Islam dan tentara. Jadi dari kacamata siapa SG Chan ini bisa dianggap patriot atau pahlawan bangsa ??? Dari sudut pandang keturunan Cina sendiri masih lebih banyak yang menganggap SG Chan ini pengkhianat yang telah menjerumuskan keturunan Cina Indonesia dalam akrobat politik yang dikendalikan Bung Karno. Sebagai akibatnya, jutaan keturunan Cina diusir dari Indonesia pulang ke Cina (bukan dipulagkan ke Taiwan), dan setibanya di negara komunis Cina ini mereka disebar ke daerah2 kecil untuk dipekerjakan sebagai buruh kasar yang tidak bergaji hanya diberi makanan saja. UU pengusiran keturunan Cina itu telah disyahkan Bung Karno dalam PP10. Barulah setelah komunis di Cina dilengserkan CIA Amerika melalui rekayasa revolusi kebudayaan yang mengambil korban jiwa puluhan juta jiwa..... maka bekas keturunan cina Indonesia bisa pindah ke-kota2 besar, mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya, maka hasilnya bisa kita lihat, kakak pemain bulu tangkis Indonesia yang dulu terkena PP10 ini, setelah jatuhnya komunis di Cina, dia malah diangkat pemerintah Cina baru yang Demokratis sebagai pelatih nasional bulu tangkis Cina yang telah sekarang membawa Cina kedalam dunia bulu tangkis yang paling kampiun didunia sekarang. Jadi disini ada datanya... SG Chan itu pengkhianat bukan patriot, bahkan setelah Bung Karno jatuh, dia sendiri lari ke Belanda, kenapa bukan lari ke Cina ???? Terus terang aja, terlalu banyak dosa2 dan perbuatan khianat SG Chan yang merugikan keturunan Cina di Indonesia demi keuntungan pribadinya sendiri dalam mencari kedudukan pemerintahan. Dia seorang vested Interest opportunistik aseli. Akupun dengar beritanya dari seorang teman Indonesia keturunan Cina dari Belanda yang sedang turis di Amerika ini, dia bilang SG Chan di Belanda juga berusaha menjadi pemimpin mewakili keturunan2 Cina untuk mendapatkan posisi yang politis di negeri Belanda, tapi katanya keturunan Cina Indonesia yang berada di Belanda berbeda dari keturunan Cina yang lama lahir di Indonesia, hampir semua keturunan Cina Indonesia di Belanda tidak mau mendukung SG Chan yang akhirnya dia mati sebagai pelarian yang tak mungkinlah dianggap terhormat lebih cenderung dianggap pengkhianat. Tapi memang keturunan Cina itu kebanyakan dipengaruhi ajaran Konfusius, sehingga tidak secara verbal terang2an mengkritik atau menuduh SG Chan ini. Bandingkanlah, SG Chan yang bekas menteri Sukarno ini lari ke Belanda, padahal banyak menteri2 lain seperti chaerul saleh, subandrio, Lemeina, dll yang matinya dipenjara atau mati sakit dirumah dengan tekanan batin. Memang enggak gampang lari ke Belanda, apalagi dia komunis, sehingga susah untuk bisa diterima Belanda, kalopun akhirnya diterima Belanda tentunya dia harus bisa bermuka banyak. Keluarga Subandrio pun enggak bisa terbitkan buku tentang kepahlawanan Subandrio, lalu apa artinya kebesaran SG Chan dibandingkan Subandrio ???? Sebaiknya kita jujur terhadap sejarah, jangan dipelintis yang logikannya jadi kontroversi. Menerbitkan buku2 seperti ini hanyalah akan menimbulkan kebencian pribumi Indonesia kepada keturunan Cina yang berusaha eksklusif ini. Kalo saja SG Chan bisa meniru Yasser Arafat membentuk Palestine Liberation Organisasion (PLO), meskipun Palestina itu bukan tanah airnya, meskipun dia sendiri kelahiran Kairo Mesir, ternyata dia mengaku sebagai orang Palestina yang berjuang merebut tanah milik orang Yahudi dengan segala kekuatan keturunan Arab Palestina yang jadi korban-nya, akhirnya Yasser Arafat dianggap pahlawan oleh semua Arab Palestina. Seharusnya SG Chan memimpin pasukan pemberontak keturunan Cina dizaman Poh An Tui itu dengan mendirikan Hoakiou Liberation Organisasion (HLO) seperti yang dilakukan Yasser Arafat. Kabar ceritanya, pemberontakan Poh An Tui itu dibantu Belanda dan bekas KNIL sehingga benar2 hebat perang yang terjadi dimana seluruh tanggerang dan sekitarnya jatuh berada dibawah kekuasaannya. Akhirnya Sukarno perlu waktu beberapa tahun untuk merebutnya kembali dan semua anggauta Poh An Tui yang keturunan Cina ini habis ditembak mati oleh pasukan TNI dibawah Jendral Gatot Subroto. Pemimpin2 Poh An Tui telah mati masih dihormati dan disembahyangi sebagai pahlawan oleh keturunan Cina di Tanggerang. Kejadian inilah yang menyebabkan keturunan Cina di Tanggerang yang begitu heroic dinamakan sebagai "Cina Benteng", karena wilayah Tanggerang yang pernah direbutnya itu dulunya menjadi benteng pertahanan pasukan keturunan Cina Poh An Tui. Apa peranan yang dilakukan SG Chan dizaman pemberontakan Poh An Tui ini ??? sama saja, dia mengkhianati para pahlawan Poh An Tui ini yang dibujuk untuk menyerah meskipun posisinya pemberontak ini lebih unggul tidak kalah. SG Chan membohongi mereka, katanya yang menyerah akan diampuni tidak dihukum. Tapi setelah tertangkap semuanya dieksekusi, terjadi pembantaian massal keturunan Cina yang paling mengerikan dalam sejarah Indonesia setelah pembantaian G30S. Jutaan keturunan Cina jadi korban pembunuhan baik itu dibunuh dalam penjara maupun banyak yang diperkosa. Semua anggauta Poh An Tui yang bisa lari melarikan diri termasuk amoy2 keturunan Cina Indonesia yang hamil akibat pemerkosaan juga melarikan diri dan menyebar ke-pelosok2 rumah penduduk diseluruh Jawa Barat. Jadi sekarang kalo anda lihat banyak orang2 sunda yang kulit kuning langsat sangat cantiknya... .. mereka itu lah generasi selanjutnya Poh An Tui. Memaksakan keturunan Cina di Indonesia berassimilasi itu sangat merendahkan harga diri keturunan Cina, karena keturunan Cina itu manusia bukan binatang, bukan sapi, bukan anjing yang bisa dipaksa kawin dengan siapa saja yang direncanakan majikannya. Assimilasi itu artinya, keturunan Cina Indonesia yang kaya raya harus mengawinkan anak perempuannya dengan laki2 pribumi yang miskin sehingga taraf hidupnya bisa ditingkatkan. Jadi maksudnya assimilasi bukan perkawinan antara laki2 keturunan cina yang taraf sosialnya rendah dikawinkan dengan anak2 pejabat RI sehingga status politik keturunan Cina bisa ditingkatkan dan diskriminasi bisa diatasi. Justru laki2 keturunan Cina malah dilarang jadi Abri atau Polisi, dilarang masuk ke perguruan tinggi negeri dll. Ny. Muslim binti Muskitawati.
