Salam, Kawan saya akrab ( meskipun berbeda umur lebih dari 10 tahun),bernama SUNOTO yang adalah kawan sekelas di SMT Solo ,dengan Omar Dhani yang dipanggil GANES.Mereka selalu berangkat sama2 kesekolah dan pada saat2 terakhur sebelum Omar Dhani meninggal, Sunoto beberapa bertemu dengannya.Akan saya tanyakan apakah pernah Omar Dhani menyinggung apa yang ditulis disini. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Sen, 10/5/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Omar Dhani Ikut Sukarno Menyaksikan Eksekusi Jendral2 Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 10 Mei, 2010, 12:51 AM Omar Dhani Ikut Sukarno Menyaksikan Eksekusi Jendral2 Omar Dhani berada diHalim, tidak mampu membuat hubungan telekomunikasi dengan Bung Karno, juga tidak mengetahui dimana beradanya Bung Karno, karena itu dia mengambil keputusan sendiri dengan mengeluarkan "...pembersihan dalam tubuh Angkatan Darat dari anasir-anasir yang didalangi subversi asing dan membahayakan Revolusi Indonesia." Menurut Omar Dhani, seharusnya perintah ini dibicarakan dulu dengan Bung Karno tapi karena Bung Karno tidak bisa dihubungi, maka perintah harian ini didiskusikan dengan Leo Wattimena. Saat Omar Dhani mau mengeluarkan perintah harian-nya, Bung Karno sudah hilang karena berada bersama penculiknya yang semuanya berwseragam Cakrabirawa sehingga supir Bung Karno juga tidak menyadari kalo semua itu adalah Cakrabirawa palsu. Kemudian, Suparto supir Bung Karno menelepon ke Omar Dhani yang waktu itu berada di Halim, agar menyambut kedatangan Bung Karno di halim dan pada saat ini semua Cakrabirawa yang mengawal Bung Karno adalah palsu semuanya. Kemudian di Halim, Omar Dhani sekalian diciduk dan dibawa serta untuk menyaksikan upacara eksekusi para jendral yang masih hidup yang diculiknya. Setelah upacara pembantaian selesai, kembali Suparto menelepon Suharto untuk menjemput Sukarno dan Omar Dhani, dan serah terima pengawalan Bung Karno diserahkan kepada pasukan Suharto yang semuanya adalah baret merah RPKAD. Pasukan Cakrabirawa palsu selanjutnya kembali kepangkalannya di Halim terbang menghilang dengan menggunakan beberapa buah helicopter yang bersimbol Cakrabirawa. Sampai detik inipun Suparto supir Bung Karno tidak tahu menahu kemana Bung Karno dan Omar Dhani dibawa, karena supir ini cuma diperintahkan komandan Cakrabirawa palsu ini untuk menunggunya diluar. > Wal Suparmo <wal.suparmo@ ...> wrote: > Adalah hak saya untuk tidak begitu > saja, membantah tetapi juga tidak > mendukung tulisan Anda. Karena > pertimbangan tertentu, bahwa Anda > juga tidak begitu mengetahui atau > kebenaran yang Anda tulis juga > semuanya benar. Dan itupun hak Anda. > Saya memang sengaja membuka > lahan baru supaya para pembaca bisa > menararik kesimpulannya sendiri tanpa > memenuhi selera Anda untuk mencari > dukungan. Mau membantah itu boleh saja tapi yang dibantah itu khan harus topiknya, lalu kalo ada pembaca yang membaca topiknya tertarik akan jawabannya, tentunya jadi kecewa karena isinya bukan bantahan dan bukan dukungan melainkan topik lain yang tidak ada hubungannya. Ini bukan masalah selera anda, melainkan aturan dan teknik menulis untuk memudahkan pembaca. G30S tetap masih dianggap mysteri, dan Omar Dhani adalah orang yang paling dekat dengan kejadian penculikan tsb. Bahkan Omar Dhani mengakui bahwa operasi intelejen gerakan ini paling rapih dan dia mengakui tidak ada satupun jendral di Indonesia waktu itu yang mampu melakukan gerakan seperti ini. Atas dasar inilah, saya membuat analisis berdasarkan fakta2 dilapangan. Silahkan saja anda baca sendiri wawancara Omar Dhani dengan Wartawan Kompas dibawah ini: http://harryyuliart o.multiply. com/journal/ item/18/Wawancar a_Omar_Dhani_ dengan_Kompas Kesangsian Omar Dani sampai sekarang ikut menjadikan peristiwa G30S sebuah misteri yang masih tetap gelap. Atau dalam kata-kata Kolonel Wisnoe Djajengminardo, ketika peristiwa G30S menjabat Komandan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, "Misterinya mirip permainan jigzaw. Belum semua potongan kertasnya kita temukan, sehingga gambar keseluruhan juga masih tetap belum jelas." Dan dalam Bukunya "Pergunakanlah Hati, Tangan dan Pikiranku: Pledoi Omar Dani" anda bisa tetap membaca konsistensi pendirian Omar Dhani mengenai G30S. http://openpdf. com/ebook/ pergunakanlah- pdf.html Pada waktu itu, nggak ada jenderal di Indonesia yang bisa membuat suatu operasi intelejen yang begitu canggih seperti G-30-S yang sampai sekarang belum ada titik terangnya.
