Dari dulu hingga sekarang postingan bung Rifky tidak ada yang terbukti

Dari Dulu jaman Mau Capres selalu Mengunggulkan JK buktinya 
???????????????? 

SEKALI KALI DUNK POSTING FAKTA YANG BISA DIBUKTIKAN
BUKAN BERDASARKAN POLITIK DAN PRASANGKA

BIAR TIDAK MEMBOSANKAN PEMBACA.....








rifky pradana <[email protected]> 
Sent by: [email protected]
05/08/2010 11:27 AM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected], 
[email protected], [email protected]
cc

Subject
-:: Milist NB::- Sri Pergi, SBY Terjungkal






 
Sri Mulyani ditarik oleh Bank Dunia untuk menyelematkannya dari kejaran 
KPK ?.

Bisa jadi iya, karena sekalipun KPK menyatakan keyakinannya dengan 
mengatakan tak masalah asalkan masih di muka dunia, maka pemeriksaan akan 
tetap berjalan terus. Akan tetapi kenyataannya, toh KPK tak berkutik dalam 
kasus lainnya, terbukti tak berkutik dengan kepergian Nunun Nurbaeti yang 
pergi ke Singapura untuk berobat jalan saja.

Namun bisa jadi juga tidak, mengingat proteksi yang diberikan rezim 
pemerintah saat ini terhadap kasus ini luar biasa all out-nya. Terbukti 
dengan pemberian hak istimewa dalam kunjungan sowannya KPK ke gedung 
Kemenkeu. Bahkan dengan dalih soal tata tertib, maka berkas hasil 
investigasi Pansus pun tak pernah terkirimkan ke KPK.


Jadi, dalam konteks apa Sri Mulyani ditarik Bank Dunia di saat tekanan 
terhadapnya semakin hari semakin kuat itu ?.

Patut diduga, pihak Bank Dunia tak ingin ‘orangnya’ menjadi bagian dari 
sebuah rezim yang akan tumbang.
Istilah kasarnya, pihak Bank Dunia tak ingin Sri Mulyani yang merupakan 
anak kesayangannya itu masih menjadi menteri di sebuah pemerintahan yang 
mereka perkirakan akan segera roboh.

Jika rezim roboh di saat Sri Mulyani sudah tidak menjadi bagian 
daripadanya, maka catatan karier Sri Mulyani menjadi terhindar dari noda, 
dan di masa mendatang pihak Bank Dunia tidak kehilangan orang yang masih 
bisa berkiprah lagi di Indonesia bagi kepentingannya.


Lho, apakah rezim pemerintahan Presiden SBY akan segera lengser keprabon 
?.

Bisa jadi iya, jika KPK dalam kasus Century ini segera bisa menemukan 
titik masuk yang tepat sehingga permasalahannya langsung mengarah ke 
jantung kekuasaan pemerintahan.

Namun bisa jadi juga tidak, jika KPK menemui jalan buntu untuk masuk ke 
titik permasalahannya yang sangat patut diduga akan mengarah ke jantung 
kekuasaan pemerintahan.


Lha, apa KPK sudah menemukan titik permasalahannya itu ?.

Bisa jadi iya, mengingat KPK sudah berani mulai menjamah Sri Mulyani dan 
Boediono, walau kelihatannya KPK masih malu-malu sehingga rela sowan 
kepada pihak yang terperiksanya.

Namun, bisa jadi juga tidak mengingat Bibit dan Chandra terlihat kikuk 
yang menyiratkan adanya trauma akan permasalahan yang pernah ditimpakan 
kepada mereka.


Kalau pun benar begitu, jika ternyata rezim pemerintahan Presiden SBY 
masih tetap kokoh, maka apakah pihak Bank Dunia tidak rugi kehilangan 
operator handalnya di jantung kekuasaan kebijakan ekonomi Indonesia ?.

Bisa jadi tidak rugi, karena kalau pun dugaan dan perkiraan Bank Dunia 
meleset, toh jika kasus Century sudah mereda maka Sri Mulyani nantinya 
masih dimasukkan lagi ke jantung kekuasaan pemerintahan yang bahkan 
mungkin dengan posisi jabatan dengan level yang lebih tinggi dan 
menentukan.

Dan lagian, dengan kepergian Sri Mulyani ini maka KPK akan menjadi 
kesulitan meneruskan pemeriksaan lebih mendalam lagi atas kasus Century 
ini, yang sangat bisa jadi permasalahannya bisa berkembang mengarah ke 
jantung kekuasaan pemerintahan.


Berarti, kepergian Sri Mulyani ini menguntungkan bagi karier Sri Mulyani 
di masa mendatang dan juga bagi Presiden SBY dong ?.

Bisa jadi begitu, menguntungkan bagi kedua-duanya. Mungkin jika dalam 
permainan sepakbola dapat disamakan dengan strategi save the keeper 
(menyelamtkan keadaan dengan memberikan bola kepada kiper) disaat tim lagi 
dalam posisi tertekan.

Jadi, ya mungkin bisa juga dikatakan bahwa pihak Bank Dunia itu dari dulu 
sampai sekarang itu memang masih tetap sayang kepada Sri Mulyani dan 
Presiden SBY.


Lalu, kenapa pihak Bank Dunia itu sayang sama Sri Mulyani dan Presiden SBY 
?.

Bisa jadi karena dua tokoh pimpinan Indonesia itu maka kepentingan Bank 
Dunia di Indonesia menjadi terakomodasi dengan baik.


Wah, apakah itu berarti Sri Mulyani dan Presiden SBY adalah komprador dan 
anteknya Bank Dunia di Indonesia ?.

Sulit untuk mengatakannya iya, karena tidak berarti begitu. Jikapun 
kepentingannya Bank Dunia terakomodasi maka bukan berarti mereka itu 
adalah anteknya.


Ah, apa iya begitu ?.

Ya…..Wallahulambishshawab.



*
Catatan Kaki :
Artikel bertema Sri Mulyani dapat dibaca di “Sri Mulyani Wapres 2014-2019” 
, dan “Menggagas duet Syafrie – Mulyani” , serta “Pilih Sri Mulyani atau 
Susno Duadji ?” .
Artikel bertema lainnya dapat dibaca di “Sekolah Negeri tak Gratis, Swasta 
pun tetap Mahal” , dan “Indonesia Hamil Tua” , serta “Rakyat Tuyul dan 
Pemimpin Pencuri” .
*
Sri Pergi, SBY Terjungkal
http://polhukam.kompasiana.com/2010/05/08/sri-pergi-sby-terjungkal/

*
















Kirim email ke