Dari Ziarah ke Makam Sayyid Ali Ashqor Basyaiban, Cawalikota Surabaya
Fitradjaja ketemu Mbah Muchith Muzadi dan Cak Anam di Museum NU
Setelah di Sidosermo Surabaya melakukan Ziarah dan Menapak Tilas
Perjuangan Sayyid Ali Ashqor Basyaiban Bin Sayyid Ali Akbar Bin Sayyid
Sulaiman (dia
terlahir dengan dada kanan terdapat semacam toh atau tato bawa'an lahir
yg bertuliskan surat al-ikhlas. sungguh luar biasa Sayyid Ali Ashqor Basyaiban
saat bayi. dan atas
pesan Sayyid Ali Akbar Bin Sayyid Sulaiman maka bayi itu diberi nama Sayyid Ali
Ashghor),
serta mengirim do'a yang ditujukan kepada beliau, seluruh Leluhur, dan
seluruh Keturunan serta seluruh murid - murid beliau, Calon Walikota
Surabaya Fitradjaja Purnama, Rabu (12/5), menyempatkan
diri datang ke Museum NU, Jalan Gayungsari Timur 35 Surabaya.
Kedatangan
calon walikota ini tampak tak asing di mata para pengurus
Museum NU, karena sebelum menjadi calon walikota, Fitra sering ngantor
di Museum NU. Maklum, Fitra sendiri masih menjadi pengurus Museum NU, yang juga
menjadi penulis Buku Komik NU You Know.
Selain kangen untuk ngantor ke Museum NU, kedatangan Fitra ini juga
untuk menyambut kunjungan KH Muchith Muzadi, sesepuh NU dan mantan
Mutasyar PBNU yang secara pribadi ingin melihat langsung koleksi Museum
NU.
“Sebelum dan sesudah saya jadi calon walikota, saya tidak lupa untuk
melihat kantor Museum, karena ini merupakan pekerjaan sosial guna
melestarikan nilai-nilai budaya NU.
Dan kebetulan ngantor ke museum hari ini (Rabu, red), bersamaan dengan rencana
kunjungan KH.Muchith Muzadi,” ujar Fitra.
Dalam kesempatan tersebut Fitra bersama Choirul Anam yang juga pendiri
Museum NU dan pengurus lainnya menunjukkan beberapa koleksi Museum NU
kepada KH. Muchith Muzadi. Tak hanya itu, Fitradjaja Purnama tampak
terlibat aktif berdiskusi tentang sejarah pergerakan tokoh NU dengan KH
Muchith Muzadi dan Choirul Anam. Di antara perbincangan yang menarik
tersebut antara lain juga membicarakan perihal pemikiran almaghfurlah
KH. Achmad Siddiq, salah satu Rais Aam PBNU tentang Pancasila.
Disela-sela perbincangan menarik KH. Muchit Muzadi juga mendoakan
Fitrah jaya agar terkabul hajatnya untuk menajdi walikota Surabaya.
Sebab sudah lama KH. Muchit Muzadi tidak terlalu dekat dengan walikota
Surabaya,”sejak dulu walikota Surabaya yang saya kenal hanya satu saja
yaitu Drs. Moehadji Wijaya, setelah itu saya tidak terlalu kenal, “
ujar KH.Muchit Muzadi. Dan dengan gaya menyindir KH Muchit mengatakan
mudah-mudahan saja Fitrahjaya jadi walikota, “ kan sekarang saya sudah
kenal, “kata KH. Muchit Muzadi.
Menanggapi hal tersebut Fitrahjaya hanya bisa mengamini saja. Dan
Fitrahjaya juga berharap KH. Muchit bisa terus mengawal perjalanan
Nahdaltul Ulama.” Pemikiran-pemikiran tentang Ke NU-an dari KH Muchit
Muzadi masih banyak dibutuhkan oleh kalangan generasi muda NU dan umat
Islam saat ini, untuk itu saya salut dengan sosok KH Muchit Muzadi yang
masih banyak memperhatikan perjalanan NU, “ ujarnya.