Pluralisme agama tidak bisa ditolak karena sudah ada sejak Indonesia belum dilahirkan.
Pluralisme agama sudah menjadi kenyataan yang diterima oleh seluruh rakyat di Indonesia yang diwakili oleh Bung Karno dalam Bhineka Tunggal Ika. Jadi Bhineka Tunggal Ika itu adalah keberagaman atau pluralisme dalam semua aspek kehidupan bukan cuma agama saja, tetapi juga budaya, tradisi, bahkan jugak ethnicity. Jadi janganlah coba2 memaksakan penyeragaman agama, karena agama tidak boleh distandarisasi oleh negara, setiap umat berhak memilih atau menciptakan cara2nya sendiri dalam melakukan ibadah agamanya tanpa siapapun diluar dirinya boleh memaksakan cara2nya. > Mujiarto Karuk <mka...@...> wrote: > tidak ada agama yang benar di atas > muka bumi selain Dinul Islam. Dinul > Islam adalah penutup seluruh agama- > agama yang ada dan menghapus agama, > syariat dan millah sebelumnya. > Tidak ada satu agamapun di atas > muka bumi yang boleh dipakai > sebagai tatanan beribadah kepada > Allah selain Dinul Islam. > Allah berfirman: "Barangsiapa > mencari agama selain dari agama > Islam, maka sekali-kali tidaklah > akan diterima (agama itu) > daripadanya, dan dia di akhirat > termasuk orang-orang yang > rugi" [QS. Ali-Imran (3) : 85] >
