Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 17/5/10, Wal Suparmo <[email protected]> menulis:


Dari: Wal Suparmo <[email protected]>
Judul: Bls: [Spiritual-Indonesia] Toleransi Beragama RI Dicermati: Delegasi AS 
Beri Rekomendasi bagi Obama
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 17 Mei, 2010, 9:46 AM


  








Salam,
Tidak ada kekacauan yang lebih parah lagi  ketmbang yang ada di KALANGAN  Islam.
Paling2 Imam Besar Mesjid Boston karena di Amerika, pasti dianggap MURTAD.  
Semuanya karena setiap kalangan dan golongan tunduk kepada hasutan para pemuka 
agamanya, sesuai pandangan POLITIK mereka masing2.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sab, 15/5/10, Spiritual Indonesia <spiritual_indonesia @yahoo.com> 
menulis:


Dari: Spiritual Indonesia <spiritual_indonesia @yahoo.com>
Judul: [Spiritual-Indonesi a] Toleransi Beragama RI Dicermati: Delegasi AS Beri 
Rekomendasi bagi Obama
Kepada: spiritual-indonesia @yahoogroups. com
Tanggal: Sabtu, 15 Mei, 2010, 9:02 AM


  



http://www.facebook .com/home. php#!/notes/ spiritual- indonesia/ toleransi- 
beragama- ri-dicermati- delegasi- as-beri-rekomend asi-bagi- obama/3918957080 99






Toleransi Beragama RI Dicermati

Delegasi AS Beri Rekomendasi bagi Obama


Sabtu, 15 Mei 2010 | 04:37 WIB

Jakarta, Kompas - Delegasi Komisi Internasional Amerika Serikat untuk Kebebasan 
Beragama (US Comission for International Religious Freedom) mengunjungi 
Republik Indonesia untuk mencermati kebebasan beragama. Delegasi sempat 
mengunjungi tempat ibadah yang ditutup sepihak.

Saat ditemui Kompas di Perumahan Taman Galaxy, Kamis (13/5) petang, anggota 
komisi tidak mau memberikan komentar kepada media. Delegasi dipimpin ketua 
mereka, Leonard Leo, bertemu dengan masyarakat yang beribadah di gedung ber-IMB 
yang dipenuhi tulisan ”disegel”.

Rohaniwan Martinus Tetelepta yang menemui delegasi AS mengatakan, rombongan 
berbincang dengan masyarakat serta mengumpulkan informasi.

”Data tersebut disampaikan kepada Presiden Barack Obama. Turut dalam rombongan 
AS, Imam Besar Mesjid Boston, Massachusets, yang juga salah satu pimpinan 
masyarakat Muslim di Amerika Serikat,” ujar Tetelepta.

Leonard Leo mengatakan, Imam Besar Masjid Boston mengaku, pemerintah di tingkat 
kota, distrik, negara bagian, dan pusat di Washington DC sangat memerhatikan 
hak-hak dan kebebasan beragama semua kelompok, termasuk minoritas Muslim 
Amerika Serikat.

Delegasi AS saling bertukar informasi dengan masyarakat di Perumahan Taman 
Galaxi, Kota Bekasi. Rombongan yang diantar mobil Corps Consul dengan nomor 12 
milik Kedutaan AS meninggalkan Bekasi sekitar pukul 16.00. Sejumlah polisi 
berjaga-jaga di lokasi pertemuan yang berada di sudut perumahan.

Aksi-aksi sepihak menutup rumah ibadah itu memiliki modus mirip dengan 
pengerahan massa oleh gerakan Komunis sebelum pemberontakan PKI tahun 1965.

Kunjungi menteri

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah yang ditemui Jumat 
(14/5) membenarkan adanya kunjungan delegasi AS. ”Mereka bukan mewakili Kongres 
AS. Delegasi tersebut mempelajari toleransi dan kebebasan beragama di 
Indonesia. Mereka sudah dan akan bertemu beberapa menteri serta pejabat tinggi 
negara,” kata Faizasyah.

Rombongan bertemu Menteri Agama di kantornya, Jumat siang. Selain itu, mereka 
dijadwalkan bertemu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Mahkamah Agung, serta 
Komisi Nasional HAM. Rombongan yang tiba awal minggu ini dijadwalkan berada di 
Indonesia hingga pekan depan.

Ditanya tentang kunjungan Presiden Barack Obama pada pertengahan Juni 2010 ke 
Indonesia, Teuku Faizasyah mengaku belum mendapat tanggal pasti. ”Namun ada 
informasi kemungkinan kedatangan Presiden AS sekitar bulan Juni 2010,” 
Faizasyah menjelaskan.

Juru Bicara Kedutaan AS di Jakarta, Paul Belmond, yang dihubungi terpisah 
mengatakan, belum mengetahui isi kegiatan delegasi selama di Jakarta.

”Kami akan berikan keterangan setelah ada informasi lengkap dari rombongan,” 
kata Belmond. (ONG)


















Kirim email ke