Salam,
PKI sudah menjadi sejarah yang manis maupun pahit bagi masing2 individu yang 
telah almarhum termasuk Bung Karno maupun yang masih ada.Untuk dikenang secara 
indah ataupun dilupakan dan dikutuk
Tetapi FAKTA adalah bahwa komunisme dan PKI adalah suatu gerakan yang GAGAL 
TOTAL.Dan yang berhasil di RRT,Rusia dan dalam batas tertentu di Kuba dan 
Vietnam adalah KOMUNISME BARU atau KOMUNISME TEREFORMASI atau SOSIALISME apa 
saja terserah sipemberi nama baru.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sab, 22/5/10, Umar Said <[email protected]> menulis:


Dari: Umar Said <[email protected]>
Judul: -:: Milist NB::- Sikap Bung Karno tentang PKI adalah benar!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 22 Mei, 2010, 4:00 AM


  





Tulisan ini juga disajikan dalam website http://umarsaid. free.fr/ 
yang sampai sekarang sudah dikunjungi lebih dari  610 000 kali
- - -  - 
                                                                                   
 Menyambut HUT PKI tanggal 23 Mei 1920 
                                                                                                           
 (bagian  dua )

Sikap Bung Karno tentang
PKI dan Marxisme adalah benar !
 
Seperti sudah ditulis terlebih dahulu, selama hampir setengah abad (sejak 1966 
sampai sekarang ) PKI dinyatakan sebagai partai terlarang berikut segala 
ajaran-ajaran Marxisme, Leninisme, oleh penguasa militer di bawah Suharto dan 
pemerintahan- pemerintahan berikutnya. Karena adanya larangan itu, tidak banyak 
orang tahu tentang sejarah PKI yang sebenarnya, dan apa itu sebenarnya 
Marxisme. 
 
Sekali lagi, selama hampir setengah abad ( !!!) sebagian terbesar dari rakyat 
hanya mendengar dari satu fihak atau dari satu kubu saja yang serba buruk, 
serba jahat, serba negatif saja tentang PKI.  Di suratkabar, majalah, radio, 
televisi orang sering membaca dan melihat berbagai pembesar militer dan sipil  
-- dan pemuka-pemuka masyarakat reaksioner -- berbicara tentang  bahaya laten 
komunis, « pengkhianatan PKI » lewat peristiwa G30S,  percobaan  perebutan 
kekuasaan  oleh PKI, kudeta PKI terhadap pemerintahan Sukarno. 
 
Bukan itu saja !  Seperti yang masih bisa diingat-ingat oleh banyak orang, 
bertahun-tahun sebelum dan sesudah digulingkannya pemerintahan Bung Karno, 
boleh dikatakan tiap hari ada berita-berita (bohong) di suratkabar,  atau 
majalah, radio, televisi tentang banjir dan jebolnya tanggul-tanggul karena 
sabotase PKI, atau robohnya tiang listrik dan tiang tilpun oleh aksi gelap PKI, 
atau jembatan rusak oleh gerakan PKI di bawah tanah, dan segala macam berita 
lainnya yang aneh-aneh, termasuk yang « gila » dan tidak masuk akal sama sekali.
 
Di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, dari yang paling rendah sampai yang 
paling tinggi para anak didik diharuskan membaca buku-buku pelajaran yang 
berisi tentang kejahatan yang dilakukan oleh PKI atau orang-orang komunis yang 
tidak bermoral baik.
 
Dalam dakwah  di banyak mesjid-mesjid sering disebut-sebut bahwa orang-orang 
komunis pengikut PKI adalah anti-Tuhan, anti-agama, kafir, iblis, yang  
(bahkan !) darahnya halal untuk dibunuh
Seluruh pegawai negeri diharuskan secara paksa untuk mengikuti  kursus 
Pancasila (yang palsu), di mana sering disebutkan bahwa PKI anti Pancasila dan 
orang-orang komunis adalah iblis.
 
Kampanye fitnahan selama puluhan tahun
 
Semua itu dilakukan oleh rejim militer Suharto dengan bermacam-macam paksaan 
dan melalui beraneka ragam cara, dalam waktu puluhan tahun, terus-menerus, 
secara intensif, dan besar-besaran. Dan selama puluhan tahun itu tidak ada 
orang atau kalangan yang bisa (atau boleh)  memberikan balasan atau jawaban 
terhadap suara-suara yang hanya serba negatif saja tentang PKI, apalagi membela 
PKI secara terbuka dan terangan-terangan. Selama puluhan tahun, yang boleh 
beredar hanyalah informasi yang merugikan, yang menjelek-jelekkan, yang 
memfitnah PKI dan Bung Karno.
 
Begitu hebatnya kampanye fitnahan yang dilakukan Orde Baru terhadap PKI 
sehingga tidak sedikit  orang di Indonesia yang kemudian percaya dan menjadi 
yakin bahwa orang-orang komunis atau anggota PKI adalah orang-orang jahat, 
tidak bermoral, berjiwa licik, « menghalalkan segala cara » , munafik, tidak 
manusiawi, sehingga perlu dibasmi « sampai ke akar-akarnya »
 
Kampanye besar-besaran, menyeluruh,  terus-menerus, dan secara intensif  
(sekali lagi : selama puluhan tahun)  melalui segala cara, bentuk, dan jalan  
untuk memfitnah PKI  adalah salah satu dari begitu banyak politik rejim militer 
Orde Baru yang paling kotor, bengis, biadab, di samping pembunuhan massal dan 
pemenjaraan jutaaan orang-orang tidak bersalah, dan juga perlakuan tidak 
manusiawi terhadap Bung Karno. Karena, sebagai akibat dari kampanye negatif 
terhadap PKI ini, puluhan juta orang warganegara  Republik Indonesia menanggung 
berbagai macam penderitaan, sejak jaman Orde Baru sampai sekarang.
 

Apakah PKI atau orang komunis seburuk itu ?
  
Mengingat hebatnya kampanye  berpuluh-puluh tahun jang mengandung beraneka 
ragam fitnah terhadap PKI atau anggota-anggotanya yang komunis, maka bisa saja 
ada banyak orang yang bertanya-tanya apakah  semuanya itu benar ?
 
Kiranya, terhadap orang-orang atau kalangan yang bertanya demikian , atau  
bahkan kalau ada  yang  percaya bahwa segala yang negatif itu ada benarnya, 
maka seyogianya dianjurkan untuk ber-sama-sama memeriksa hal-hal sebagai 
berikut ini sekadar untuk bahan pertimbangan dan renungan :
 
PKI telah didirikan dalam tahun 1920 di Semarang, mula-mula dengan nama Partai 
Komunis di Hindia, dan kemudian dirubah dengan  nama  Partai Komunis INDONESIA 
dalam tahun 1924. Di antara para anggota PKI pada waktu itu tadinya adalah 
anggota-anggota Sarekat Islam. Partai Komunis di Indonesia adalah partai 
komunis yang tertua di benua Asia, lebih tua satu tahun dari pada Partai 
Komunis Tiongkok yang didirikan di Shanghai dalam tahun 1921.
 
PKI yang didirikan untuk menentang penjajahan Belanda yang sudah berlangsung 
lebih dari 3 abad, telah melancarkan pembrontakan di berbagai tempat di Jawa 
dan Sumatera Barat dalam tahun 1926. Seperti yang sudah ditulis berkali-kali, 
karena pembrontakan itu maka ribuan anggota            dan simpatisan komunis 
dibunuh oleh pemerintahan kolonial Belanda, 13.000 orang dipenjarakan, dan 1308 
orang dibuang ke Digul. Dalam tahun 1927 PKI dinyatakan sebagai organisasi 
terlarang . Sejak itu, PKI terpaksa melakukan kegiatan-kegiatanny a di bawah 
tanah, sampai terjadinya proklamasi 17 Agutus 45.
 
Jadi, sudah sejak dari permulaan didirikannya dalam tahun 1920, PKI terdiri 
dari orang-orang yang mau berjuang  dengan sukarela melawan kolonialisme dan 
imperialisme, dan membebaskan rakyat dari segala macam  penindasan dan 
ketidakadilan. Para pengamat sejarah dan semua orang yang jujur dan objektif 
bisa melihat bahwa PKI merupakan satu organisasi yang anggota-anggota atau 
pengikutnya pada umumnya betul-betul mempunyai semangat yang tinggi untuk 
berjuang demi kepentingan rakyat banyak, bahkan dengan berbagai pengorbanan 
yang besar, seperti yang sudah sering ditunjukkan  di masa-masa yang lalu.
 

Pejabat-pejabat anggota PKI umumnya jauh dari korupsi
 
Oleh karena itu semualah maka kita bisa melihat bahwa kebanyakan orang-orang 
komunis  atau sebagian terbesar anggota-anggota PKI bukanlah  seperti sudah 
dikampanyekan berpuluh-puluh tahun oleh Orde Baru (beserta para pendukung 
setianya)  sebagai orang-orang jahat, anti-Tuhan, kafir, tidak bermoral, 
munafik, suka menipu rakyat, selalu mengobarkan pertentangan berbagai golongan, 
sering mangadu-domba,  atau mengganggu ketertiban masyarakat dan selalu 
menimbulkan keonaran.
 
Padahal, sejarah sudah membuktikan bahwa ketika pemerintahan  ada di bawah 
pimpinan Presiden Sukarno, kelihatan jelas bahwa anggota-anggota atau 
simpatisan-simpatis an PKI waktu itu dapat menjalankan  jabatan-jabatan penting 
dalam berbagai lembaga negara atau badan pemerintahan secara baik, dengan moral 
bersih, jauh dari  korupsi, dan disenangi rakyat.
 
Di antara generasi tua atau kalangan lanjut usia di negeri kita mungkin masih 
banyak sekali yang ingat dan bisa menceritakan bahwa kebanyakan atau sebagian 
terbesar sekali  para anggota dan simpatisan PKI yang menjabat gubernur, 
bupati, walikota, camat, lurah atau orang-orang penting dalam banyak lembaga 
dan jawatan pemerintahan adalah orang-orang yang bersih dari korupsi atau 
penyalahgunaan kekuasaan.
 
Boleh dikatakan bahwa suratkabar, majalah, televisi pada kurun waktu itu jarang 
atau sedikit  sekali  menyiarkan adanya korupsi atau berbagai kejahatan lainnya 
yang dilakukan para pejabat yang komunis atau simpatisan PKI.
 
Perbedaan seperti siang dan malam
 
Hal yang demikian itu adalah bertentangan sama sekali, seperti siang dan malam 
( !), dengan sikap para pejabat (dan pembesar-pembesar militer) dalam 
pemerintahan Orde Baru dan pemerintahan- pemerintahan berikutnya, termasuk 
pemerintahan SBY sekarang ini. Seperti yang sudah disaksikan sendiri oleh 
banyak orang, para pejabat pendukung setia pemerintahan Orde Baru dan 
penerusnya sampai sekarang,  kebanyakan terdiri dari orang-orang yang 
motivasinya  untuk mengabdi kepada kepentingan rakyat adalah tipis sekali  atau 
nihil sama sekali, dan sikap moralnya juga jelek sekali.
 
Kebejatan moral, dan kerusakan rohani atau kebobrokan mental  yang sudah 
dipamerkan dewasa ini dengan gamblang oleh berbagai kasus besar dan parah 
sekitar masalah korupsi dan berbagai kejahatan sekitar BLBI, Bank Century, 
Anggodo, Gayus Tambunan, jenderal-jenderal  Polri, dinas perpajakan, adalah 
ibarat hanya secuwil kecil saja dari gunung Himalaya, dari segala keburukan dan 
kebusukan yang sudah terjadi sejak puluhan tahun Orde Baru sampai sekarang.
 
Sudah dibuktikan di masa lalu bahwa selama pemerintahan Bung Karno tidak pernah 
kelihatan terjadinya kebejatan moral, atau kerusakan rochani dan  kebobrokan 
mental yang skalanya sebesar itu dan keparahannya seluas itu, baik di kalangan  
para pendukung politik Bung Karno secara umum, apalagi oleh kalangan 
orang-orang komunis anggota PKI   
 
Bung Karno membela PKI sampai wafatnya
 
Seperti kita ketahui, PKI adalah satu-satunya partai politik di Indonesia yang 
sudah sejak pembrontakan melawan  pemerintahan kolonial Belanda dalam tahun 
1926 paling besar menyumbangkan pengorbanan demi kepentingan rakyat banyak. 
Sikap mengabdi rakyat ini kemudian diteruskan selama pemerintahan di bawah 
pimpinan Bung Karno, dengan mendukung berbagai politik revolusionernya, baik 
yang mengenai bidang nasional maupun internasional.
 
Kiranya, karena sejak mudanya Bung Karno sudah tertarik kepada Marxisme dan 
juga bukti-bukti yang sudah ditunjukkan dengan jelas oleh PKI dalam sejarah itu 
pulalah maka Bung Karno, sebagai pemimpin dan pemersatu bangsa  ia  
mengeluarkan konsepsinya yang terkenal, yaitu  NASAKOM.
 
Seandainya PKI atau orang-orang komunis itu memang betul-betul mempunyai 
ciri-ciri seburuk atau watak-watak sejahat seperti yang dikampanyekan oleh 
kalangan  reaksioner dalam dan luar negeri sebelum dan sesudah peristiwa G30S, 
maka tentunya Bung Karno tidak akan mau (atau tidak berani) menyajikan gagasan 
besarnya NASAKOM kepada seluruh bangsa kita 
 
Bahkan sebaliknya. Ketika jutaan kader-kader, anggota dan simpatisan PKI  (dan 
juga orang-orang yang tidak ada hubungan sama sekali dengan PKI), sudah 
dibunuhi atau dipenjarakan di seluruh Indonesia oleh militer bersama kalangan 
reaksioner, Bung Karno dengan gigih masih membela PKI dan NASAKOM-nya, sampai 
akhir hayatnya.
 
Dalam rangka mengenang hari lahir PKI tanggal 23 Mei tahun 1920 maka tulisan 
ini berusaha menyajikan  sebagian kecil sekali dari sejarah  PKI  dan mencoba 
menyoroti berbagai fitnahan terhadap orang-orang  komunis yang  --  sebagai 
akibatnya -- selama hampir setengah abad mengalami perlakuan tidak adil, atau 
disengsarakan dengan berbagai macam penderitaan.
 
Sikap Bung Karno terhadap PKI adalah benar
 
Sebab, di Indonesia perlulah kiranya difahami oleh sebagian terbesar rakyat 
bahwa orang-orang komunis yang tergabung dalam gerakan kiri atau organisasi 
semacam PKI pada umumnya merupakan unsur-unsur penting dalam  perjuangan  
rakyat untuk melawan berbagai ketidakadilan dan  untuk membangun masyarakat 
adil dan makmur, dan dalam dewasa ini juga untuk menentang neo-liberalisme.
 
Di skala dunia pun, dalam perjuangan melawan neo-liberalisme yang berlangsung 
di Eropa, Afrika, Asia, Australia, Amerika Serikat dan Amerika Latin, 
orang-orang komunis atau berbagai macam aliran kiri lainnya menjadi pendorong 
atau bagian aktif dari banyak gerakan. Sudah dicatat dalam sejarah dunia bahwa 
berbagai macam aliran kiri atau unsur-unsur revolusioner adalah pelopor dari 
adanya banyak perubahan-perubahan politik, ekonomi dan sosial di berbagai 
negeri. 
 
Karenanya, adalah jelas sekali bahwa terus-menerus melarang PKI beserta 
Marxisme di Indonesia adalah sama sekali tidak menguntungkan bagi perjuangan 
rakyat melawan neo-liberalisme beserta agen-agennya di dalam negeri dan 
perjuangan untuk mengadakan perubahan-perubahan besar dan fundamental.
 
Perkembangan situasi di Indonesia dewasa ini dan juga di kemudian hari akan 
menunjukkan dengan jelas kepada siapa pun bahwa terus-menerus melakukan 
kampanya fitnah terhadap PKI dan menjelek-jelekkan orang-orang komunis juga 
tidak adanya gunanya sama sekali bagi kepentingan rakyat banyak.
 
Oleh karena itu, kita bisa melihat bahwa sikap Bung Karno  -- dalam banyak hal  
-- mengenai PKI atau 
Marxisme adalah benar.
 
Pariq, 22  Mei 2010
 
A. Umar Said
 
* * *
 
 
 
 






Kirim email ke