Memang betul juga, banyak politisi bekas pendukung partai2 Islam gurem pendukung Syariah Islam yang gagal duduk kembali di legislatif. Mereka ini juga bergerilya mendongkel Sri Mulyani yang ternyata terbukti berbuat kesalahan. Oleh para gerilya politik ini kesalahan Sri Mulyani dimanfaatkan betul2 untuk mendongkelnya sekalian menjerumuskan SBY juga. Hal inilah yang menyebabkan PD yang jadi tulang punggung SBY jadi kelabakan menghadapi penghianatan partai2 koalisi-nya.
Saya enggak bisa menutup mata kalo hal seperti ini juga tidak saya sukai, artinya saya tidak bisa memberi kesempatan para gerilya politik partai2 Islam Gurem ini memanfaatkan kondisi ini. Tapi bukan karena alasan adanya gerilya politik ini kita kemudian harus excuse atas perbuatan penyelewengan Sri Mulyani dan SBY ini. Kita juga harus sportif, mereka yang salah harus disingkirkan dan harus kita relakan tersingkir, dan tentang masalah akibatnya nanti akan dimanfaatkan oleh gerombolan gerilya politik para pendukung Syariah Islam bisa pisahkan masalahnya. Yang penting Hukum harus ditegakkan, sama kasusnya dengan Suharto harus disingkirkan dan masalah akibatnya akan membawa Indonesia kepada krisis ekonomi boleh dipikirkan setelahnya. Juga dalam kasus penyingkiran Sukarno, memang berat waktu itu, apabila Sukarno bisa disingkirkan maka akan terjadi kekacauan bahkan korban2 jutaan orang harus mati dikorbankan, tapi semua ini bukan excuse untuk membiarkan Sukarno tetap berkuasa. Demikianlah, kembali kasus Sri Mulyani yang berduet dengan SBY yang terbukti memanfaatkan kasus bank century untuk menyulap dana negara untuk kepentingan pribadi atau kelompok politisinya. Kita enggak bisa membiarkan Sri Mulyani melarikan diri dengan cara2 seperti ini. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected], Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote: > > Salam, > Sri Mulyani diselamatkan/diungsikan oleh atasannya ke LUAR NEGERI.Sebelum > harus bertanggungjawab terhadap perbuatannya yang harus dilakukannya atas > perintah atasan. Ini perkataannya sendiri yang terselubung.Mengenai gajinya > di World bank, yang jika di rupiahkan adalah Rp 265 juta .Mungkin lebih > banyak dari gaji resmi sebagai menteri tetapi masih ada tambahan fasilitas > yang resmi maupun tidak, yang jumlahnya barangkali 3 kali lipat. > Bangsa Indoneia suka menghibur diri dengan beronani atau > bermasturbasi sebagai bangsa yang penting,pandai, berkedudukan tinggi dsb, > padahal yang digantikan di World Bank adalah posisi orang yang sama sekali > tidak terkenal dari suatu negara GUREM di Amerika Selatan. > Wasalam, > Wal Suparmo > > --- Pada Sab, 29/5/10, muskitawati <muskitaw...@...> menulis: > > > Dari: muskitawati <muskitaw...@...> > Judul: -:: Milist NB::- Sri Mulyani Keluar Indonesia Ketakutan Diciduk ??? > Kepada: [email protected] > Tanggal: Sabtu, 29 Mei, 2010, 9:42 AM > > >  > > > > Sri Mulyani Keluar Indonesia Ketakutan Diciduk ??? > > Sebenarnya berita Sri Mulyani diminta menjabat di World Bank itu tidak benar > sama sekali. Tidak pernah World Bank meminta seseorang untuk bekerja > diorganisasinya, setiap saat ada kebutuhan tenaga professional, maka > organisasi ini akan menyebarkan iklannya dalam career opportunity yang selalu > ada di website world bank. > > http://extjobs.worldbank.org/external/default/main?menuPK=64262364&pagePK=64273550&piPK=64273555&theSitePK=1058433 > > Artinya, Sri Mulyani melamar posisi yang didapatkannya sekarang diworld bank > dari jobcareer worldbank yang dibuka di internet. Pasti yang melamar itu > bukan cuma satu dua orang tapi bisa puluhan atau ratusan orang, dan Sri > Mulyani bisa terpilih tentunya dengan bersaing atas resume yang dikirimkannya. > > Namun terus terang, kedudukan dan honor yang diterimanya duduk di worldbank > jelas jauh lebih kecil daripada posisinya menjadi Menteri Keuangan di > Indonesia. > > Hal inilah yang jadi pertanyaan, kenapa Sri Mulyani melepaskan kedudukannya > sebagai menteri keuangan untuk menjabat kedudukan di worldbank yang nilainya > jauh lebih rendah ??? > > Mungkin hal inilah kesempatan emas bagi Sri Mulyani untuk mundur secara > teratur setelah sekian lama bertahan terhadap kesalahan fatal dalam blunder > bank century. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. >
