> From: Lheo_coker Lheo_coker <lheo_co...@...> > Percuma saja kalau saya menjawab tulisan > anda yang panjang lebar dan seakan-akan > paling tahu segalanya, tapi dasar > pemikiran kita sudah beda. Kalau kita > sama-sama Muslim dan percaya kepada nabi > Muhamad dan al-Qur'an maka kita masih > bisa bicarakan tentang Islam. Tapi kalau > dasar disini sudah beda, maka percuma saja > kita bicara Islam. Karena akan menimbulkan > perpecahan Umat, dan disinilah yang ahirnya > jadi tidak benar.
Ajaran semua agama essensinya cuma satu, yaitu membicarakan kebenaran, bukan membenarkan yang salah. Jadi tidak akan berbeda pendapat yang parah kalo memang tujuannya berpihak kepada kebenaran, bukan membenarkan pihak yang salah. Jadi meskipun sama2 muslim kalo satu pihak membela yang salah tentu tidak bisa kita membicarakan kebenaran itu sendiri. Merampok kepada siapapun salah, merampok kepada umat agama manapun salah, jadi tidak bisa membicarakan kebenaran Islam dengan cara membicarakan teladan nabi Muhammad yang merampok dan kemudian mem-bagi2kan hasil rampokan itu. Itulah sebabnya, saya bilang, quran bukan ajaran nabi Muhammad, karena tidak mungkin Muhammad merampok Yahudi karena Waraqa itu rabbi Yahudi dan isterinya Khadijah itu pedagang yang erat hubungannya dengan langganan2 Yahudi. Langganan2 Khadijah tentu bukan orang Arab, tapiorang Yahudi. Jadi yang harus dibicarakan sebagai umat Islam adalah benarkan nabi Muhammad itu perampok padahal sebelumnya dia terkenal sebagai pedagang??? Menjadi pedagang adalah pekerjaan mulia, lalu setelah meningkat tentunya bukan jadi perampok, tapi kenapa diceritakan bahwa sunnah nabi yang jadi perampok???? Ini bukan saya yang menghina nabi Muhammad tapi Quran sendiri isinya penuh dengan merendahkan dan menghina nabi Muhammad. Kita mengimani kebenaran, bukan mengimani kesalahan yang dianggap benar dengan dibungkus kebohongan2 wahyu Allah dan ajaran Muhammad. Kita mengimani kebenaran, dan karena kita anggap Islam dulunya adalah kebenaran, maka kita mengimani Islam sebagai variabel dari kebenaran. Ny. Muslim binti Muskitawati.
