> Al Faqir Ilmi <alfaqiri...@...> wrote:
> Namun, mata boleh buta dan kakipun
> boleh lumpuh, tapi jangan ragukan
> semangatnya dalam menuntut keadilan.
> Saya harus berani melawan, demi
> keluarga saya, ucapnya lirih terbata,
> sambil berusaha menata duduknya di
> dalam mobil nan sumpek lagi panas itu.
> 


Mau nuntut keadilan kemana kalo memang perbuatannya salah???  Misalnya 
melindungi terorist itu jelas salah, jadi kalopun ketembak bukan kesalahan dan 
juga bukan kebetulan, tapi memang merupakan pilihan sendiri akan resiko 
ditembak.

Memang tetap ada jalan menuntut keadilan apabila dia tidak bersalah, namun 
biarpun bersemangat menuntut polisi tetapi kalo perbuatannya jelas2 salah 
apalagi melindungi dan membantu teroris jihad Islam atas dasar motivasi agama 
Islam, biarpun menganggapnya tidak bersalah tetap secara hukum dinyatakan 
bersalah.

Kita enggak bisa begitu saja percaya bahwa dia tertembak karena korban ketidak 
adilan, karena polisi yang nembak itu juga telah dididik dan dilatih cara2 
menegakkan keadilan.

Jadi kalo kita analysa kata2 diatas memang sang korban ini militant, sampai 
kemanapun katanya mau menuntut Polisi, padahal orang yang tidak bersalah tidak 
akan menyatakan akan melawan polisi, mereka menuntut keadilan bukan kepada 
polisi tetapi kepada pengadilan.

Kalo polisi kesalahan menembak tentu bisa dipecat, sebaliknya kalo polisi 
ditembak terorist maka siapa yang mau dipecat???  Oleh karena itulah kalo ada 
yang mencurigai sebagai terorist maka polisi harus menembak dahulu daripada 
didahului ditembak terorist.  Oleh karena itu kalo memang orang baik2 yang 
tidak bersalah, maka jangan dekat2 terorist sehingga kita bisa dituduh 
melindungi terorist.  Karena meskipun kita tidak melindungi terorist tetapi 
kita dekat2 dengan terorist agar bisa jadi perisai melindungi terorist sehingga 
polisi bisa disalahkan kalo perisainya ditembak, maka apabila hal ini terjadi 
cuma menyesalkan diri sendiri karena keadilan akan ditegakkan tanpa perlu 
pengadilan.  Bukan karena tidak adanya keadilan, karena mereka yang ditembak 
itu tidak punya waktu lagi untuk mengadu kepengadilan.

Ny. Muslim binti Muskitawati.





Kirim email ke