Salam, Saya sebenarnya juga harus minta maaf kepada The Beatles khususnya kepada RINGGO STAR, bukan hanya Paus saja. Karena waktui Mas( abang) saya tinggal di Hamstead London, rumahnya sistem cul desac dan hanya ada 3 rumah, diantaranya rumah Ringgo dan Mas , saya. Karena mobil Ringgo terlalu panjang maka , seenaknya meblokir jalan masuk kerumah dan kami harus MLIPIR kalau masuk rumah sendiri. Karena jengkel saya setiap kali menendang ban atau bahkan body mobil itu, tetapi yang kesakitan malah kaki saya sedangkan mobil itu tidak apa2. Namun demikian saya seharusnya juga minta maaf kepada The Breatles cq Ringgo Star. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Kam, 17/6/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Seharusnya Paus Minta Maaf Kepada The Beatles !!! Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 17 Juni, 2010, 10:22 AM Seharusnya Paus Minta Maaf Kepada The Beatles !!! Masih aja masyarakat pembaca dalam milis ini tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. The Beatles sama sekali tidak menghina agama Nasrani ataupun Katolik. Apa yang dianggap sebagai kesombongan bukanlah pelanggaran kriminal, setiap orang boleh dan berhak sombong dan ini tidak merugikan siapapun juga. Dimana ada aturan bahwa orang sombong harus dibunuh ???? Apalagi yang dianggap kesombongan The Beatles se-mata2 taktik promosi saja yang sama sekali tidak menghina atau merugikan umat manapun juga. Kalo dianggap sombong, silahkan dibantah saja, bukan malah dihujat agar umat menjadi marah kemudian membunuhnya !!! Meskipun kata2 The Beatles dirasakan sebagai kesombongan, tapi pernyataannya sama sekali TIDAK SALAH, karena dizaman hidupnya Yesus memang betul Yesus itu tidak terkenal sama sekali, apalagi dizaman itu belum ada media berita seperti dizaman sekarang ini. Kalopun mau dibandingkan jumlah pengagum Yesus dimasa hidupnya, maka para pengagumnya cuma berjumlah ribuan saja, sedangkan pengagum The Beatles sudah dalam hitungan milyardan. Bahkan para pengagum The Beatles juga mayoritasnya beragama Nasrani yang tidak menjadi kalap mendengar ucapan the Beatles ini. Bencana baru terjadi setelah pernyataan Paus yang menggerakan segelintir pembunuh2 fanatis ini. Seharusnya Paus menyadari akibat dari ucapannya yang bisa mengambil korban jiwa yang tidak seharusnya. Singkat cerita, Vatican dan Paus SALAH BESAR dalam kasus ini, dan harus meminta maaf kepada The Beatles, keturunannya, dan juga para penggemarnya. > "johny_indon" <johny_in...@...> wrote: > memberi maaf pada orang yg udah mati > itu hampir ngga ada gunanya. atau > jangan2 orang2 di vatikan ngga tau > kalau the beatles udah bubar? Bukan cuma "hampir" tidak ada gunanya, TETAPI memang "sama sekali" tidak ada gunanya bagi the beatles ataupun para penggemarnya. Memberi maaf kepada The Beatles juga cuma merupakan promosi atau dakwah sang Paus baik kepada umatnya dan juga kepada umat lainnya untuk menarik simpati dan menambah umat pengemarnya. Ini cara2 licik dan tidak manusiawi. Meskipun bukan kriminal tetapi "Amoral" dan "Unethical" yang sebagai manusia yang berdiri diatas kebenaran, AKU MENGUTUK PAUS atas cara2 yang memalukan ini. > "ndeboost" <rambitesemak@> wrote: > Pada puncak ketenarannya, The > Beatles telah menjadi sombong dan > mengatakan diri mereka 'lebih > besar dari Yesus'. Yang sombong itu malah umat Kristen, agama Kristen, Paus beserta umat Katoliknya. Karena pada hakekatnya pernyataan the Beatles itu se-mata2 cuma taktik promosi, apa bedanya dengan petinju sebelum bertanding sesumbar akan memukul KO lawannya dironde ke-3, setelah bertanding malah dianya sendiri yang KO dironde ke-1. Tapi ini merupakan bagian dari entertainment untuk menarik para penonton dan pasar taruhan, ini merupakan taktik atau strategi dalam promosi didunia bisnis. Jadi dimana letak kesalahannya the Beatles dengan mengucapkan kata2 tsb yang sama sekali bukan merupakan penghinaan dan sepeser pun tidak membuat umat Nasrani dan Vatican kehilangan kekayaannya. Tetapi akibat pernyataan balasan dari Vatican, malah bukan cuma merugikan The Beatles secara finansial, tetapi juga menyebabkan nyawanya melayang dibunuh oleh umat yang fanatis. Ini ajaran biadab, ini ajaran yang salah dan harus disalahkan oleh umatnya. Jadi bukan seharusnya paus memaafkan the Beatles, justru sebaliknya malah Paus seharusnya yang meminta maaf kepada keturunan dan keluarga the Beatles disertai tentunya ganti rugi yang sesuai dengan perhitungan para pakar accounting. Paus dengan Vatican sudah terlalu banyak melakukan kesalahan, meminta maaf kesalahan yang satu tetapi menjerumuskan diri kedalam kesalahan yang lain. Islam memang agama biadab tapi bukan berarti agama Katolik dengan Vatican sebagai alternatifnya. Janganlah menggunakan massa umat agama untuk diperalat mencelakakan siapapun juga seperti apa yang dialami oleh The Beatles. Ny. Muslim binti Muskitawati.
