Jangan ngarang2 cerita kungfu muslim, karena kungfu itu alirannya Buddhisme 
enggak ada kungfu aliran Islam, buktikan ayat2 pelajaran Kungfu dalam Quran ada 
enggak ???  Islam itu cuma berpedoman kepada Quran, jadi kalo kungfu enggak ada 
di Quran maka bukanlah kungfu itu berasal dari Islam.

Islam melarang kungfu, juga Islam melarang bertinju, apapun yang diajarkan 
dalam Islam itu sendiri berasal dari Hindu, Yunani, dan dari Yahudi.  Meskipun 
kadangkala ada yang menganggap Islam juga mengambil bagian2 tertentu dari agama 
Kristen saya tetap menyangkalnya, karena agama Kristen itu kalah tua 
dibandingkan Hindu, Yunani dan Yahudi.  Bakan ajaran Kristen sendiri juga 
mencuplik ajaran2 Hindu, Yunani dan Yahudi.

Sekarang mau di rekayasa adanya Kungfu Muslim, dan jalan menuju rekayasa itu 
sekarang sudah ada Barongsai Muslim.  Juga untuk mempercepat dan melancarkan 
rekayasa ini dibentuk Tionghoa Muslim yang katanya sudah ada sejak Islam belum 
masuk ke Indonesia.

Kungfu Muslim, barongsai Muslim, Tionghoa Muslim, Bank syariah, dan banyak lagi 
yang bentuk pakai muslim, syariah dll, meskipun begitu Islam Ahmadiah bukanlah 
Islam bukanlah muslim, lalu gimana kalo kita katakan juga Kungfu Muslim 
bukanlah Islam, barongsai Muslim bukanlah Islam, bank syariah bukanlah Islam, 
akhirnya jadi kaco balo bukan ???  Nanti bisa jadi dikatakan Quran bukan ajaran 
Islam, nabi Muhammad bukan muslim dll.

Ny. Muslim binti Muskitawati.
















--- In [email protected], Mujiarto Karuk <mka...@...> wrote:
>
> 
> 
> 
> 
> Sejarah
> Thifan Po Khan
> 
> " Kamu
> itu dididik untuk Islam dan demi Islam, jika kamu telah selesai kelak,
> camkanlah dalam lubuk hatimu bahwa ilmu yang terpegang itu bukan semata-mata
> milikmu ".
> 
> Thifan adalah nama suatu
> daerah di Negeri Turkistan Timur, daerah jajahan China yang kemudian diganti
> namanya menjadi Sin Kiang, yang artinya Negeri Baru (Lihat Turkistan: Negeri
> Islam Yang Hilang, DR. Najib Kailany). Namun kalau kita simak dalam peta 
> dunia,
> yang akan kita temukan adalah nama Turfan, daerah otonomi yang termasuk dalam
> wilayah China Utara.
> 
> Turkistan Barat dijajah oleh
> Rusia yang memasukkannya ke dalam wilayah Uni Sovyet. Sebelum Islam datang ke
> daerah ini, beberapa suku asli seperti Tayli, Kimak, Doghan, Oirat, Kitan,
> Mongol, Naiman, dan Kati telah memiliki sejenis ilmu beladiri purba berbentuk
> gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang dinamakan "kagrul",
> yang dipadukan dengan pengaturan napas Kampa.
> 
> Dakwah Islam mulai disebarkan
> di Turkistan kira-kira pada dua abad setelah hijriah, sebagaimana tertulis
> dalam Kitab Zhodam :
> 
> "Maka tatkala sampailah
> dua abad lepas hijrah orang-orang sempadan tanah China arah utara itu masuk
> Islam. Lalu ilmu pembelaan diri masa mereka memeluk Budha itu dibawanya pula
> dalam alam Islam, tetapi ditinggalkannya segala upacara yang bersangkut paut
> dengan kebudhaannya seumpama segala penyembahan, cara bersalam dengan
> mengatupkan kedua belah tangan, lambang-lambang, dan segala istilah."(ZHODAM,
> Syiharani, halaman 9).
> 
> Menurut M. Rafiq Khan dalam
> bukunya "Islam di Tiongkok", mengatakan sebagai berikut :
> 
> "Orang Muslim pertama
> yang datang di Tiongkok ialah dalam zaman pemerintahan Tai Tsung, kaisar kedua
> dari dinasti Tang (627-650 Masehi). Jumlah mereka ada empat orang, seorang
> berkedudukan di Kanton, yang kedua di kota Yang Chow, yang ketiga dan yang
> keempat berdiam di kota Chuang Chow. Orang yang mula-mula mengajarkan Islam
> ialah Saad bin Abi Waqqas, yang meletakkan batu-batu pertama mesjid Kanton 
> yang
> terkenal sekarang sebagai Wai-Shin-Zi, yaitu Mesjid untuk kenang-kenangan 
> kepada
> Nabi"
> 
> Dituliskannya pula bahwa
> selama Pemerintahan Tai Chong (Kaisar ke-2 dari Dinasti Tsung tahun 960-1279
> Masehi) Tiongkok diserbu oleh penguasa Muslim dari Kashgharia, yaitu Baghra
> Khan beserta pasukannya, lalu menduduki Sin Kiang (Simak : Islam di Tiongkok;
> M. Rafiq Khan dan Sejarah Da'wah Islam; Thomas W. Arnold).
> 
> Hal ini disepakati oleh
> seorang China ahli sejarah terkenal yang bernama Prof. Chin Yuan menyatakan
> bahwa orang-orang Islam mengirimkan utusan-utusan mereka ke Tiongkok dalam
> tahun 651, utusan-utusan itu bertemu dengan Kaisar Tiongkok di Changan
> (Sianfu), ibukota Tiongkok pada waktu itu. Pada tahun 713 M. perbatasan barat
> Tiongkok dikuasai oleh seorang jenderal Arab yang terkenal bernama Qutaiba bin
> Muslim, pada waktu itu ia telah menaklukkan daerah yang luas di Asia Tengah 
> dan
> namanya sangat ditakuti.
> 
> Dari uraian di atas dapat
> dilihat bagaimana hubungan atau interaksi antara dakwah Islam dengan tumbuhnya
> berbagai macam beladiri di kawasan China, sehingga terjadi pula Islamisasi
> beladiri. Sesuai dengan bahasa Urwun yang merupakan bahasa asalnya, Thifan Po
> khan berarti "Kepalan Tangan Bangsawan Thifan". Beladiri ini
> mempunyai riwayat tersendiri yang khas sebagaimana diceritakan dalam kitab 
> yang
> bernama Zhodam.
> 
> Pada awalnya ada sejenis cara
> pembelaan diri purba berbentuk gumulan, sepak tinju dan permainan senjata yang
> disebut Kagrul, bercampur Kumfu China Purba. Tersebutlah seorang pendeta Budha
> bernama Ponitorm/Tamo Sozhu/Tatmo/Darma Taishi yang berasal dari Hindustan, ia
> mengembara ke China untuk menyebarkan ajarannya.
> 
> Dalam pengembaraannya
> sampailah ia ke kawasan Liang yang diperintah oleh Raja Wu, karena terkena
> fitnah ia melarikan diri dan sampai di Bukit Kao, di sana ia merenung selama 9
> tahun. Menyadari murid-muridnya sering mendapat gangguan, baik dari binatang
> buas, manusia, atau penyakit yang mengakibatkan kurang lancarnya misi
> penyebaran agama Budha, maka ia pun menyusun suatu rangkaian gerak pembelaan
> diri seperti tersebut di atas.
> 
> Campuran Kumfu China Purba
> dengan Kampahana Tinju Hindustan yang diatur dengan jalan pernapasan Yoga
> Dahtayana membentuk Shourim Kumfu/Shaolin Kungfu di wihara-wihara. Pengkajian
> beladiri ini disusun dalam Kitab I Zen Zang serta ilmu batinnya dalam Kitab
> Hzen Souzen. Sampai di sini ada kesamaan sejarah dengan beladiri lain seperti
> Shorinji Kempo, Karate, dan lain-lain, yang masih satu sumber.
> 
> Aliran Shourim terus
> berkembang ke arah utara China dan memasuki daerah orang Lama (Tibet) dan 
> orang
> Wigu (Turkistan). Di sana aliran Shourim ini pun pecah menjadi berpuluh-puluh
> cabang. Setiap cabang pun berkembang dan terpengaruh alam tempat pertumbuhan
> aliran tersebut. Pecahnya Shourim menjadi berbagai macam aliran ini disebabkan
> Dinasti yang berkuasa tidak menyukai orang Shourim.
> 
> Tersebutlah seorang bangsawan
> bernama Je'nan dari Suku Tayli yang pandai ilmu Syara dan terkenal sebagai
> ahund (ustadz atau guru) muda. Je'nan menghimpun ilmu-ilmu beladiri itu dan ia
> pun berguru pada pendekar Namsuit serta orang-orang Wigu. Bersama para 
> pendekar
> Muslim lain yang memiliki keahlian ilmu Gulat Mogul, Tatar, Saldsyuk, Silat
> Kitan, Tayli, mereka pun membentuk sebuah aliran bernama Shurul Khan (siasat
> para raja/bangsawan).
> 
> Dari Shurul Khan inilah terbentuk sembilan aliran, aliran-aliran ini kemudian
> digubah, ditambah, ditempa, dialurkan, lalu dipilah, diteliti dan dikaji
> sebagai cikal bakal munculnya Thifan Po Khan. Pada masa itu pengaruh ajaran
> Islam sudah masuk ke dalam beladiri ini.
> 
> 
> 
> Perkembangan Thifan Po Khan di Indonesia
> 
> Diperkirakan Thifan masuk ke
> Indonesia pada tahun 1678 pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kerajaan
> Lamuri, pada saat itu Sultan Malik Muzafar Syah mendatangkan pelatih-pelatih
> dari Turki Timur yang kemudian disebarkan ke kalangan para bangsawan di
> Sumatera (dapat dilihat dalam Kisah Raja-raja Lamuri/ Raja Pasai).
> 
> Pada abad ke-18 Tuanku Rao dan
> kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan
> dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian Timur dan Riau yang
> berpusat di Air Jernih, Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan
> menyebar ke Malaysia dan Thailand. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai
> utara Sumatera sampai ke kota Muko-Muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa, 
> terus
> menyebar dan tidak diketahui ke mana saja penyebarannya.
> 
> Sekitar tahun 1900-an Tuanku
> Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di
> daerah Betawi dan sekitarnya.Masuknya ilmu Thifan ke pulau Jawa ada yang
> langsung yaitu yang disebarkan oleh orang-orang Tartar ke pulau Jawa sambil
> berdagang kain, ada pula yang tidak lansung yaitu melalui pesisir pulau
> Sumatera seperti tersebut di atas.
> 
> Pada masa SDI dan SI ada
> beberapa pemuda Islam yang mengkaji beladiri Thifan Po Khan, kemudian pada 
> masa
> Masyumi beladiri Thifan Po Khan mulai berkembang dan dikaji oleh beberapa
> kelompok pemuda Islam tetapi tidak berlanjut.
> 
> Pada tahun 1960an
> gerakan-gerakan keislaman mulai surut, beladiri-beladiri yang berasaskan Islam
> pun ikut surut, sehingga penyebarannya pun terjadi dengan sembunyi-sembunyi,
> begitu juga dengan Thifan Po Khan yang berasaskan Islam, penyebarannya kembali
> surut, pada masa itu hanya beberapa orang saja yang mengkaji Thifan Po Khan 
> dan
> itupun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi.
> 
> Pada masa Orba untuk pertama
> kalinya gerakan Keislaman mulai timbul kembali dalam batas-batas tertentu, dan
> akhirnya tersendat kembali. Pada waktu itu penyebaran beladiri Thifan Po Khan
> kembali surut dan hanya dikaji oleh beberapa orang saja secara pribadi dan
> tidak dibuka secara umum.
> 
> Pada tahun 1972 Thifan Po Khan
> mulai diajarkan kembali secara pribadi-pribadi di kalangan pemuda PERSIS,
> walaupun banyak tantangan dari kalangan pemuda PERSIS sendiri, akhirnya pada
> tahun 1976 dibentuk Yayasan Thifan Po Khan, tapi yayasan itu tidak berkembang
> karena beberapa kendala, beladiri Thifan Po Khan pun hampir hilang dari
> permukaan.
> 
> Pada tahun 1980an beladiri
> Thifan Po Khan mulai tersebar ke berbagai wilayah di pulau Jawa, tetapi
> penyebarannya terbatas pada Pesantren-pesantren PERSIS dan pemuda-pemuda
> masjid.
> 
> Pada tahun 1987an berdiri
> lembaga olah raga beladiri Thifan Po Khan, kemudian berganti-ganti badan 
> hukum,
> timbul beberapa kendala di dalamnya dan akhirnya terbentuklah Persaudaraan
> Thifan Po Khan Indonesia pada awal tahun 2005.
> 
> Sebenarnya cukup banyak orang
> yang berjasa dalam menyebarkan ilmu Thifan Po Khan di pulau Jawa, tetapi
> nama-nama mereka tidak dikenal dan penyebarannyapun tidak diketahui ke mana
> saja.
> 
>  
> 
> Amanah Ilmu Thifan
> 
> Status ilmu Thifan Po Khan
> adalah Wakaf, sebagaimana tercantum dalam kitab Zhodam (kitab yang sebagian
> isinya menceritakan hikayat-hikayat para pendekar Thifan), pada waktu seorang
> guru mau mengajarkan ilmu Thifan Po Khan selalu mengatakan :
> 
> " Kami wakafkan Thifan
> dan tidaklah kami hadiahkan karena ditakutkan menjadi milik pribadi lalu jatuh
> ke tangan munafikin yang merupakan musuh dalam selimut, semoga Allah menjadi
> saksi wakaf ini ".
> 
> Maksud wakaf disini adalah
> agar ilmu Thifan Po Khan ini diajarkan tetap sebagaimana aslinya, tidak
> dicampur aduk dengan jenis beladiri lain.
> 
> Di dalam jiwa tamid-tamid
> Thifan Po Khan ditanamkan semangat sebagai berikut :
> 
> " Kamu itu dididik untuk
> Islam dan demi Islam, jika kamu telah selesai kelak, camkanlah dalam lubuk
> hatimu bahwa ilmu yang terpegang itu bukan semata-mata milikmu ".
> 
>  
> 
> Janji Tamid Thifan Po Khan
> 
> 1.         Sanya
> (Bahwasanya) aku tidak akan menyekutukan Alloh, aku tidak akan percaya pada
> takhayul, khurafat, dan tidaklah aku akan berbuat bid’ah dalam syara
> 
> 2.         Sanya aku
> akan mentaati hukum Alloh dan Rosul-Nya, sedaya upayaku kujalankan perintah
> Alloh dan Rosul-Nya, sedaya upayaku kujauhi larangan Alloh dan Rosul-Nya
> 
> 3.         Sanya hanya
> kupergunakan ilmu ini pada jalan haq, dan semoga terumpang barahlah aku 
> apakala
> ilmu ini kupergunakan pada jalan bathil atau aku mengkhianati amanat sehingga
> ilmu ini jatuh di luar haq
> 
> 4.         Sanya aku
> berusaha amar ma’ruf nahi munkar
> 
> 5.         Sanya aku
> akan mentaati segala peraturan lanah sepanjang peraturan itu tiada menyimpang
> dari hukum Alloh dan Rosul-Nya
> 
> 6.         Sanya aku
> tidak akan tekebur, pongah dan congkak
> 
> 7.         Tidaklah aku
> akan terpancing, terhasut lawan, lalu tidaklah aku akan mengikuti jalan
> kekafiran
> 
> 8.         Aku akan
> teliti bertindak dan tekun mencahari ilmu
> 
> 9.         Aku berdaya
> upaya bersahabat dengan siapapun di dalam batas-batas hukum syara
> 
> 10.       Aku tidak akan menganut dan
> berasas ashobiyah
> 
> 11.       Aku tidak akan mempergunakan
> lambang-lambang, upacara-upacara, penghormatan yang menyalahi syara’
> 
> 
> Tingkatan
> Latihan
> 
> 
> 
> Pelatihan Thifan Po Khan terdiri dari 12 tingkat, masing-masing tingkat
> mempunyai warna sabuk yang berbeda serta mempunyai makna berbeda-beda pula,
> tingkat terakhir dari sabuk Thifan Po Khan merupakan harapan dan tujuan akhir
> dari pelatihan Thifan Po Khan, yaitu membentuk muridnya menjadi pembela hak
> (dienul Islam).
> 
> 
> 
> Tingkatan-tingkatan dalam Thifan Po Khan adalah sebagai berikut :
> 
> 1.    Fuen (putih)
> artinya bersiap ditulisi.
> 
> 2.    Loin houkun
> (hijau muda) artinya mulai hijau.
> 
> 3.    Kotlu (ungu)
> artinya hijau itu mulai masak.
> 
> 4.    Tureiyt
> (biru) artinya kedewasaan.
> 
> 5.    Konlut
> (coklat tua), artinya sendapan pendekar.
> 
> 6.    Fuenloin
> (putih dan hijau) artinya rangkap berfikir.
> 
> 7.    Tawgi kotlu
> (ungu dan kuning) artinya menjelang pendekar.
> 
> 8.    Fun tureiyt
> (merah dan biru) artinya santaran darah.
> 
> 9.    Loin houkun
> (hijau dan coklat tua) artinya tahan diri.
> 
> 10. Konlut fuen
> konlut (coklat tua berjalur putih), artinya tahu akan harga diri.
> 
> 11. Fun fuen fun
> (merah berjalur putih) artinya Pertahankanlah hak.
> 
> 12. Tughi onlu
> tughi (ungu berjalur kuning) artinya pembela hak.
> 
>  
> 
> Tempat Latihan
> 
> 
> 
> 1. Pembimbing : Ust.Usep
> 
> GOR Cempaka Putih - Jakpus
> (Untuk sementara pindah ke Al Azhar Rawamangun)
> 
> Ahad, pk. 07.00 - 09.00
> 
> 2. Pembimbing : Ust.Abu Bakar
> 
> Ciamis
> 
> Rabu, pk. 20.00 - selesai
> 
> 3. Pembimbing : Ust.Hasan
> Muttaqien
> 
> SDIT Raudhotul Mutaqin - Pd
> Gede, Senin dan Jum'at, 14.30- selesai
> 
> Masjid Al Amin DEPKEU Lapangan Banteng, Kamis 17.00- selesai
> 
> SMPIT Insan Robbani - Bintara, Selasa 16.30
> 
> SMIT Al Husnayain, Harapan Baru,Bekasi Barat
> 
> 4. Pembimbing : Ust. Sarno
> 
> Masjid Nurul Huda- Bekasi
> Utara
> 
> 5. Pembimbing : Ust Herman B
> (081319626630)
> 
> SEBI - Ciputat, Rabu dan
> Jum'at 17.00 - selesai
> 
> Curuq Sawangan Depok, Sabtu 16.00 - selesai
> 
> UI Depok, Belakang Balairung,
> Ahad 08.00 - selesai
> 
> 6. Pembimbing : Ust Usep MR
> 
> Ma'had Al Bina - Kerawang
> 
> Persis Tarogong - Garut
> 
> 
> 
> 7. Pembimbing : Ust Kusnadi
> 
> Nuris - Ps Kopi, Ahad jam
> 16.00 - selesai
> 
> 8.Pembimbing Ust Faiz
> 
> Ma'had Bin Baaz - Jogjakarta
> 
> 9.Pembimbing : Ust Mahmud
> 
> Surabaya dan Tulungagung
> 
> Perum Telaga Harapan,
> Cibitung/Cikarang Barat
> 
> 10.Pembimbing : Ust Dedi
> Rosyidi
> 
> Jl. Ibu Ganirah No.46/68
> Rt.04/04
> 
> Cibeber - Cimahi - Bandung
> 
> 11.Pembimbing : Ust Dasril
> 
> Komplek Perumahan Departemen
> Keuangan, Cilandak
> 
> Ahad, 07.00 - selesai
> 
> 12.Pembimbing : Ust Bahrudin
> 
>     
> SMPIT Nur Hidayah
> 
>      Jl. Kahuriban Utara
> 
>      Sumber, Banjarsari, Solo
> 
>      Waktu : 16.00 - Isya'
> 
>  
> 
> 13 Dan tempat lain........(Pem Pos) 
> Sumber : 
> http://thifanpokhan.org/
> http://thifanpokhan.blogspot.com/search/label/Artikel
> http://www.sandwiseno.com/2007/12/zhodam_04.html
> 
>  
> 
> 
> 
> --- On Fri, 6/18/10, Irfan Fathina <fun_...@...> wrote:
> 
> From: Irfan Fathina <fun_...@...>
> Subject: Re: [PERSIS] Re: [eramuslim] THIFAN
> To: [email protected]
> Date: Friday, June 18, 2010, 4:57 AM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
>   
> 
> 
>     
>       
>       
>       Suheng Zia emang rojulun masya Allah..
> 
> masih suka ngelatih tae Kungfu kang?
> 
> 
> 
> --- On Thu, 6/17/10, Muhammad Ziaulhaq <em_...@...> wrote:
> 
> 
> 
> From: Muhammad Ziaulhaq <em_...@...>
> 
> Subject: Re: [PERSIS] Re: [eramuslim] THIFAN
> 
> To: [email protected]
> 
> Date: Thursday, June 17, 2010, 3:18 AM
>  
> 
> 
> Salam, tertarik dengan istilah Thifan po Khan sebagai Kungfu Muslim dari 
> Kang Iqbal. Sebenarnya terkait dengan beladiri ini bisa dikatakan sebagai 
> salah satu sumbangsih dari khazanah tradisi negeri Cina-Mongol, mungkin 
> etnis-etnis lain yang masuk pada dua etnis tersebut. karena saya kurang 
> informasi tentang itu.kenapa bisa di sebut Kungfu Muslim, karena mungkin 
> beladiri kungfu ini banyak disarikan dan dikompilasi oleh orang Muslim. 
> semisal, satu suku memiliki keahlian beladiri Kipas maka itu dipelajari dan 
> diambil oleh Cina Muslim. atau seperti Wigu Po'er yang diambil dari berbagai 
> jurus dari Suku Wigu. Atau ada Namsuit yang diambil dari seorang tokoh muslim 
> yang memiliki beberapa jurus, setidaknya ada beberapa jurus yang diciptakan 
> oleh Namsuit dari mimpinya.Pernah dengar tentang bagaimana Zengis khan 
> menghancurkan Baghdad??Dalam beberapa kitab tentang beladiri shurulkhan, 
> karena para prajurit zengis khan memakai bedadiri aliran Suyi atau "Kunci
> 
> 
> 
> Penghancur". dan keturunan ZK, Zahirudin Babur pada Dinasti Islam Mongol ; 
> dia mencoba menyempurkan beladiri Tae Syukhan, mungkin selanjutnya menjadi 
> Syufu Tae Syukan yang sekarang berkembang di Indonesia.Banyak sekali aliran 
> beladiri kungfu muslim ini, dan ada sebagian pendapat yang menyebutnya 
> sebagai aliran syurul khan, dengan tahapan sebagai berikut : Tae Kumfu Khan 
> atau Tae Kumfu Lhama (di Indonesia yang sempat berkembang pada generasi 
> pertama sekitar tahun 60-80, Tae Kumfu Khan aliran Suyi), lalu ada Tae 
> Syukhan Orluq. dari kedua beladiri itu disempurkan menjadi aliran yang lebih 
> lengkap : Thifan Po Khan dan Syufu Tae Syukan. Ada juga istilah Benetin untuk 
> kalangan perempuan, atau ada di sebagian dari Tae kumfu dengan menggunakan 
> teratai putih untuk perempuan.Tapi berbagai aliran shurulkhan ini banyak 
> kesamaan nama jurus tetapi dengan ragam jurus berbeda. dan untuk Indonesia, 
> aliran shurulkhan ini berkembang di kalangan Persatuan Islam, khususnya
> 
> 
> 
> dikalangan pesantren persis.Maaf jika ada yang kurang tepat, dan semoga bisa 
> dilengkapi.Salam hangat,Zya
> 
> 
> 
> --- On Wed, 6/16/10, Mujiarto Karuk <mka...@...> wrote:
> 
> 
> 
> From: Mujiarto Karuk <mka...@...>
> 
> 
> 
> Subject: [PERSIS] Re: [eramuslim] THIFAN
> 
> 
> 
> Untuk mewujudkan cita cita mulia antum dipersilahkan antum koodinasi dengan 
> Ustaz Wawan Setiyawan di Pesantren PERSIS 69 Jl. Kramat Asem Raya No. 59. 
> Telp. (021) 8196005 Utan Kayu Jakarta Timur
> 
> 
> 
> Terimakasih  
> 
> 
> 
> Wassalam
> 
> 
> 
> Mujiarto Karuk
> 
> 
> 
> --- On Thu, 6/17/10, Iqbal Al_Katiri <iqbal_e...@...> wrote:
> 
> 
> 
> From: Iqbal Al_Katiri <iqbal_e...@...>
> 
> 
> 
> Subject: [eramuslim] THIFAN
> 
> Assalamualaikum,
> 
> Sahabat Muslim, apa kabar semua?
> 
> Saya mau bertanya nih, mungkin Sahabat sekalian pernah dengar.
> THIFAN PO KHAN. KungFu Muslim.
> 
> Nah, saya tertarik nih.
> 
> Sekiranya, ada yang tahu dimana saya bisa berlatih.
> 
> Saya Domisili di daerah Tangerang - Karawaci.
> Bisa referensikan tempat latihan di Karawai - Tangerang atau di Jakarta.
> 
> Itu akan sangat membantu.
> 
> Lalu, masalah Administrasinya pula.. AKan lebih baik lagi.
> 
> Terima kasih.
> 
> Wassalamualaikum.
>


Kirim email ke