Salam, Abraham orang Yahudi yang dongengnya dijiplak orang yang tidak kreatif dan tidak punya otak seperti orang Nasrani dan Mohamadan.
Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Kam, 24/6/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Menjalankan Perintah Juga Wajib Berpikir !!! Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 24 Juni, 2010, 7:19 AM Menjalankan Perintah Juga Wajib Berpikir !!! Adalah salah menganggap seseorang yang tunduk menjalankan perintah sebagai orang yang setia, saleh, beriman dlsb. Demikianlah kebanyakan ulama Islam, muslimin maupun didunia Kristen menganggap Ibrahim atau Abraham sebagai rasul yang setia kepada Allahnya sehingga disayang dan ditunjuk sebagai utusannya. Dizaman sekarang, tentara yang tunduk perintah atasannya meskipun gimana setianya pun kepada negara ini, tetap dihukum mati karena tidak berpikir bahwa sebagai tentara tidak boleh dia membunuh jendral2nya sendiri seperti pada kasus G30S meskipun dianggap untuk membela kesetiaan kepada bapak presiden yang jadi Tuhannya disini. Tuhan ngetest Ibrahim dengan memerintahkan untuk membunuh anaknya dengan memenggalnya pake golok. Ternyata Ibrahim tolol bukan setia, dia menuruti perintah itu tanpa perasaan, tanpa pikiran, tanpa berpikir kritis bahwa anaknya itu khan harus dibelanya bukan dibela oleh Allahnya. Boleh saja membela dan setia kepada boss-nya Allah itu, tapi kalo disuruh membunuh anak sendiri itu khan harusnya dia menentang sehingga Allah akan menilai bahwa Ibrahim ini baik moralnya karena mau membela keluarganya meskipun untuk itu dia bisa dipecat oleh Allahnya. Kalo anaknya saja bersedia dikorbankannya, apalagi cuma allah nya itu. Enggak mungkin malah Allah mengagumi si Ibrahim ini, malah pasti mengutuknya. Kalo perintah Allah yang seperti itu saja mau dilakukannya apabila tidak dicegah oleh Allah, maka berbahaya sekali orang ini bagi Allah, karena kalo ada setan yang menyamar memalsu perintah Allah, habislah sudah. Tidak berpikir itu bukan dinamakan setia, dan tidak bisa jadi teladan. > "Tawangalun" <tawanga...@...> wrote: > Pantas kalau kamu gak tahu ttg > Ibrahim wong tahunya sajen.Ibrahim > itu sudah hampir motong leher anakNya > lalu oleh Allah diganti dg wedus > Qibas.Makane umat Islam napak tilas > peristiwa tsb. Kan itu pertanda > Ibrahim sudah bisa meng-Ilahkan > Allah.Kenapa kok Yahudi gak mengeti? Yang sebenarnya enggak ngerti itu anda karena Islam tidak mengajarkan pengertian tapi percaya buto. Sajen dengan darah daging manusia atau binatang memang ciri dari agama2 keturunan Ibrahim, berbeda dari agama2 yang diturunkan Hindu, semua sajennya hanya dari vegetable. Kalo Islam dulunya menyediakan qurban dari membantai musuh2nya, dizaman sekarang sudah dilarang oleh UN sehingga Qurban itu diganti menjadi sapi atau kambing. Memang, Ibrahim mendapatkan perintah dari Allah untuk mengorbankan anaknya. Sewaktu sang Anak hampir dipenggal kepalanya sebagai korban sembahan kepada Allah, mendadak Allah menghentikannya, kalo menurut quran karena Allah cuma menguji kesetiaan Ibrahim kepada allah. Tetapi dizaman sekarang pandangan intelektual justru sebaliknya, kalo anda jadi Allah-nya, maka anda maki2 si Ibrahim yang pandir, masa disuruh memotong kepala anaknya dituruti, dimana otaknya ??? Kalo saya jadi Allah, saya pecat Ibrahim enggak bisa jadi nabi, karena setiap perintah yang diterimanya tidak dipikirnya dengan akal sehat. Bayangin kalo perintah itu palsu bukan dari Allah tapi dari setan, maka hilanglah nyawa anaknya. Demikianlah, tidak mungkin Allah mau menunjuk Ibrahim sebagai utusannya karena berbahaya nantinya bisa mencatut nama Allah untuk perintah2 dari setan seperti perintah AlQuran yang penuh terror ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
