> Nanang Heriyanto <nan...@...> wrote: > Wah jika ada org yg berani spt ini, > jk jadi pimpinan KPK, bisa agak > berkurang korupsi dinegri tercinta > ini. Tapi kira2 apa tim seleksi yg > diketuai Mentri Hukum, apa berani > meloloskan dia sbg kandidat pimpinan > KPK? Apapun keberanian membuat komitmen > (bukan sekedar janji) spt ini patut > didukung >
Tembak kepala tidak akan menghentikan korupsi, banyak orang berani ditembak asal diberi kesempatan korupsi dulu sebelumnya. Apalagi dinegeri susah seperti di Indonesia. Orang banyak hutangpun berani bunuh diri. Apalagi kalo ada kesempatan korupsi, biar matipun asal hasil korupsi bisa dinikmati anak isteri rasanya juga bahagia. Korupsi itu sama seperti kewajiban memberi nafkah anak isteri, sama dengan kewajiban agama terutama Islam dalam memberi kesejahteraan kepada umatnya. Sama dengan jihad dengan uang korupsi untuk membeli bomb meledakkan bomb dinegeri kafir. Jadi harus disadari, korupsi itu kegagalan managerial atau kegagalan pemimpin dalam memanage atau mengatur system kenegaraan ini. Tanpa tembak kepalapun kalo bisa mengatur dengan baik maka tidak ada yang bisa korupsi, semua akan terkontrol dengan baik. Korupsi itu ibaratnya seperti menjatuhkan dompet dijalanan, semua orang bisa mengambilnya, dan semua orang yang mengambil ini tidak bisa dituduh tukang copet, dan semua ini tidak akan terjadi kalo dompetnya itu tidak dibuang dijalanan tapi disimpat ditempat yang aman. Demikianlah system management yang salah dan penuh kebocoran akan menghasilkan koruptor2. Koruptor satu mati, koruptor lain tumbuh karena system management yang salah ini merupakan lahan subur untuk tumbuhnya koruptor2. Patah hilang tumbuh berganti, satu koruptor mati seribu koruptor akan lahir lagi. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > From: <tentarabelarak...@...> > Subject: Fw: Emailing: SP 1 Peluru.doc > Date: Friday, June 18, 2010, 12:33 PM > > > > > > SURAT PERNYATAAN > >  > > Yang bertanda > tangan dibawah ini: > >  > > Nama                                      > : Saurip > Kadi. > > Umur                                       > : 59 > Tahun. > > Tempat / Tanggal > Lahir : Brebes, 18 Januari 1951. > > Pekerjaan                                : > Purnawirawan > TNI-AD (Pangkat Terakhir > >                                                >  Mayor Jenderal TNI) > > Alamat                                    > : > Jln Rantai Timah G â" 25 > >  KPAD Bulakrantai > >  Kramatjati > >                                                >  Jakarta Timur. > > Telepon Rumah /HP                : 021 809 3531 / 0815 186 > 5758. > >  > > Berkaitan dengan pengajuan saya untuk ikut dalam seleksi Calon Pengganti > Pimpinan Komisi Tindak Pidana Korupsi (KPK) dengan ini menyatakan dengan > sesungguh-sungguhnya, bahwa jika saya terpilih menjadi Ketua KPK, saya sanggup > untuk: > > 1.                 > Tidak > melakukan jual beli perkara, tidak terlibat Makelar Kasus (Markus), tidak > menerima suap atau imbalan atau janji atau hal-hal yang sejenis yang > berhubungan > dengan tugas dan jabatan sebagai Ketua KPK. > > 2.                 > Dengan > sengaja tidak merespon, membiarkan, tidak memproses, mengolor-olor waktu atau > hal-hal yang sejenis atas kasus korupsi yang berskala besar utamanya kasus > yang > dapat menghancurkan sendi-sendi kehidupan negara dan peradaban bangsa. > > Dan bila ternyata saya melanggar kedua butir tersebut diatas, dengan cukup > menggunakan indikasi yang secara akal sehat menyimpulkan bahwa saya tidak > memenuhi atau gagal melaksanakan janji tersebut, dengan ini saya mengumumkan > kepada masyarakat luas bahwa: saya menyiapkan 1 (satu) butir peluru untuk > saya tembakkan dengan tangan saya sendiri ke kepala saya. > >  > > Sikap ini saya ambil sebagai bukti terkoyaknya jiwa kemiliteran saya yang > tidak mungkin membiarkan kondisi amburadulnya negeri ini terus berkembang. > Disatu > sisi segenap prajurit TNI dengan tulus ikhlas siap mengorbankan jiwa dan raga > demi kepentingan negara dan bangsa, disisi lain  praktek korupsi semakin > merajalela dan saat > ini sudah pada tingkat membahayakan sendi-sendi kehidupan negara dan peradaban > bangsa. > >  > > Demikian Surat Pernyataan ini saya buat tanpa paksaan dari pihak manapun > juga dan dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan per > Undang- undangan yang berlaku. > >  > > Jakarta,  3 - Juni - 2010. > > Saya Yang Membuat Penyataan: > >  > >  > >  > >  > > Saurip Kadi > > Mayor Jenderal TNI (Purn) > > > > Powered by Telkomsel BlackBerry® >
