Salam, Diskriminasi terhadap keturunan Cina di Indonesia, banyak disebabkan POLAH mereka sendiri.Kenyataan bahwa kejahatan besar yang menghasilkan banyak uang.Bukan maling ayam atau pencuri jemuran, seperti NARKOBA dan kejahatan PERBANGKAN hampii 95 % dilakukan oleh WNI keturunan Cina.Ditambah bahwa mereka bisa hidup dimanapun di duna ditempat yang ASAL ADA UANG. Apalagi jika lari ke Singapura sebagai rublik Cina ketiga di dunia, se-olah2 wajib melindungi semua keturunan Cina ( yus sangunis ) dan orang yang membawa masuk uang ke Singapura.Singapura memang anti KORUPSI tetapi tidak anti KORUPTOR apalagi jika etnisnya sama.
Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Ming, 4/7/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Diskriminasi Cina Merupakan Sandera Pemerintah Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 4 Juli, 2010, 1:33 AM Diskriminasi Cina Merupakan Sandera Pemerintah Sudah menjadi tradisi turun temurun bahwa pengusaha Cina harus kirim angpau kepada pejabat2 RI. Kalo si keturunan Cina ini koar2, maka dia dituduh coba2 menyogok pejabat padahal sudah dimakan uang sogokannya malah si keturunan Cina-nya ditangkep dibui. Ini bukan rahasia lagi dikalangan keturunan Cina, dan juga bukan rahasia lagi dikalangan pejabat2 negara dan bukan rahasia lagi dikalangan jendral2 militer maupun tingkatan perwira2 tentara. Untuk pengusaha keturunan Cina tentu beban berat harus menggaji bulanan secara tidak resmi para pejabat dan militer untuk membekingi nafkahnya. Tanpa menggaji pejabat dan militer maka para pengusaha keturunan Cina akan jadi bulan2an para preman yang jadi imam di-mesjid beserta jutaan umatnya. > "utusan.allah" <kesayangan.al...@...> wrote: > Bila Yudhoyono menghimbau agar > jangan ada diskriminasi maka > artinya diskriminasi itu masih > ada. Yudhoyono "secara tegas > meminta tiga kementerian > sekaligus yaitu Menteri Agama, > Menteri Pendidikan Nasional, > serta Menteri Hukum dan HAM". > Diskriminasi terhadap keturunan Cina itu enggak mungkinlah dihapuskan karena kalo mau menghapuskan diskriminasi terhadap keturunan Cina sama tidak mungkinnya dengan menghapuskan agama Islam. Diskriminasi itu bukan cuma kepada Cina saja, tetapi juga kepada agama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, bahkan terhadap sesama Islam itu sendiri seperti Islam Ahmadiah. Semua itu sudah tercatat dilestarikan dalam AlQuran, bahwa mereka semua yang bukan muslimin maka dimata Allah adalah se-rendah2nya binatang yang halal darahnya ditumpahkan. Bahkan dalam ayat2 AlQuran juga tertulis kewajiban sesama umat Islam untuk saling memperingatkan kalo kita anggap mereka berbuat salah, akibatnya karena saling memperingatkan masing2 jadi saling mencurigai satu sama lain. Jangan heran, lagi tidur dimesjid sekalipun ternyata ada yang bacok hingga mati karena dicurigai murtad. Cina itu musuh Islam, seperti juga Yahudi musuh Islam, jadi kalo mau menghabiskan permusuhan ini maka Islamnya yang harus dilarang, atau Cina dan Yahudinya yang harus ditumpas, itu cuma satu pilihan yang tidak mungkin pilih dua2nya. Kalo SBY itu mau hapuskan diskriminasi hanyalah basa basi politik saja dalam kaitannya mempererat hubungan diplomatik dengan Cina daratan yang nantinya rajin berinvestasi di Indonesia. Keturunan Cina di Indonesia ibaratnya sandera dimata pemerintah dan dimata umat Islam. Kalo Cina daratan pelit2 membei bantuan ataupun terlalu rajin menagih hutang maka akan pecahlah peristiwa 13 Mei atau peristiwa 10 Mei sebagai ulangan kejadian2 dimasa lalu yang selesainya tentunya dengan angpau dari Cina daratan. Masalahnya memang untuk memberi makan 250 juta penduduk di Indonesia kemampuan pemerintah hanyalah bermain catur dengan sandera2 ini. Kalo keturunan Cina bisa kasih Angpau, maka orang2 Kristen juga disandera agar Amerika jangan pelit2 kasih bantuannya. Jangan lupa, Hindu Buddha juga dijadikan sandera, kurang2 santunannya maka kepala patung2 Buddha hilang disemua candi2 diseluruh Indonesia. Ny. Muslim binti Muskitawati.
