PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA

Nomor:
245/PS/KP-PRP/e/VII/10











Hentikan
Segala Bentuk Teror Terhadap Pengungkapan Kasus Korupsi!






Salam
rakyat pekerja,

        Teror
terhadap pengungkapan kasus korupsi di Indonesia kembali terjadi.
Pada tanggal 6 Juli 2010, kantor majalah TEMPO dilempar bom molotov
oleh orang tak dikenal. Aksi penyerangan bom molotov ke kantor
majalah TEMPO tersebut terjadi pukul 02.40 WIB oleh pengendaran
sepeda motor. Tentu saja dapat kita simpulkan bahwa penyerangan
dengan bom molotov tersebut terkait dengan berita-berita yang
diangkat oleh majalah TEMPO akhir-akhir ini. Kebenaran memang majalah
TEMPO memang sedang giat memberitakan indikasi korupsi yang dilakukan
oleh para perwira polisi.

        Kemudian
pada tanggal 8 Juli 2010, peneliti Divisi Investigasi Publik dan
Investigator ICW, Tama Satrya Langkun, dibacok oleh oleh orang tak
dikenal pada pukul 03.45 WIB. Tama yang sedang membongkar kasus
rekening perwira polisi Rp 95 Miliar ini, mendapatkan 29 jahitan di 3
luka terbuka menganga lebar di kepala. Luka di kepala bagian depan
dijahit 12 jahitan, sedangkan di kepala bagian belakang terhadap dua
sayatan dijahit 11 jahitan dan 7 jahitan. Selain luka itu,Tama juga
mengalami luka di bagian leher, tangan kanan dan memar-memar di
beberapa bagian tubuh.

        Ancaman
teror yang dilakukan oleh para koruptor kepada masyarakat yang
berniat membongkar kasus-kasusnya tentu bukan kali ini saja terjadi
di Indonesia. Teror biasa dilakukan untuk membungkam suara-suara
masyarakat yang akan mengusik kenikmatan para koruptor dalam menguras
uang negara.

        Namun
hingga saat ini, ancaman teror seakan-akan dibiarkan oleh rejim
Neoliberal. Rejim Neoliberal dengan berbagai dalih mengatakan akan
berupaya mengusut ancaman-ancaman teror yang ditebar oleh para
koruptor. Tetapi kita tahu, hasil akhir dari upaya pengungkapan yang
dilakukan oleh rejim Neoliberal. Nol Besar!

        Kasus-kasus
korupsi yang terjadi di Indonesia tentunya menunjukkan bagaimana
aparat penyelenggara negara dan pemilik modal melakukan penindasan
dan pemiskinan terhadap rakyatnya. Koruptor memang telah menggerogoti
kehidupan bangsa. Dengan berbagai upaya dan menggunakan berbagai
koneksinya, para koruptor sampai saat ini menikmati hasil korupsi dan
tidak pernah ditindak oleh rejim Neoliberal. Koruptor yang biasanya
terdiri dari para penyelenggara negara dan pemilik modal, memang
seakan-akan dilindungi oleh rejim Neoliberal. Karena dengan
tindakan-tindakan merekalah, maka agenda-agenda Neoliberalisme dapat
berjalan di Indonesia. Hubungan yang harmonis antara para
penyelenggara negara yang mendukung Neoliberalisme dan pemilik modal
dibutuhkan untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.

        Maka
dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja menyatakan sikap:
Hentikan
        segala macam bentuk teror yang dilakukan rejim Neoliberal kepada
        rakyat. 
        
        Aparat
        penyelenggara negara dan pemilik modal jelas-jelas telah
        menyengsarakan dan memiskinkan rakyat Indonesia dengan perilaku
        korupsi yang dilakukan mereka. 
        
        Seluruh
        gerakan rakyat harus bersatu untuk membangun kekuatan politik
        alternatif demi melawan segala bentuk agenda Neoliberalisme di
        Indonesia. 
        
        Neoliberalisme
        telah gagal dalam mensejahterakan rakyat, dan hanya dengan
        SOSIALISME lah maka rakyat akan sejahtera 
        






        
                
                
                
                        
                                
                                Jakarta,
                                9 Juli 2010
                                Komite
                                Pusat
                                Perhimpunan
                                Rakyat Pekerja
                                (KP-PRP)
                        
                
                
                        
                                Ketua
                                Nasional
                        
                        
                                Sekretaris
                                Jenderal
                        
                
                
                        
                                

                                
                                ttd.
                                (Anwar
                                Ma'ruf)
                        
                        
                                

                                
                                ttd.
                                (Rendro
                                Prayogo)
                        
                
        







filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme 
Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun PartaiĀ  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770 
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: [email protected] / [email protected]
Website: www.prp-indonesia.org



Kirim email ke