Koran bahasa Inggris The Jakarta Post, 
Monday, June 28, 2010, pada halaman pertama menulis sebuah laporan 
dengan judul Hard-line Groups Target 
Christianity with Sharia Law. Dalam laporan tersebut dituliskan 
bahwa sebuah Kongres Bersama Ormas Islam, memutuskan meminta pemerintah 
kota Bekasi untuk segera menerapkan hukum sharia di kota Bekasi. Kongres
 tersebut dimotori oleh MUI cabang Bekasi dan dihadiri sekitar 500 
peserta. Mereka jelas bermaksud menjadikan kota Bekasi seperti kondisi 
kota Mekah, dan kelihatannya mereka tidak akan membiarkan umat agama 
lain mendirikan rumah ibadah atau melaksanakan kegiatan ibadah mereka.

  

Kita harapkan mayoritas rakyat Indonesia, atau lebih khusus lagi rakyat 
kota Bekasi tidak bermaksud mendirikan negara atau kota dengan konsep 
Sacral-Society 
karena berulang-ulang kita mendengar pemimpin-pemimpin (kaum elite 
bangsa) berkata bahwa Indonesia akan menuju ke Civil-Society (Masyarakat 
Madani). Kita tidak tahu 
apakah slogan membangun Civil-Society (Masyarakat Madani) hanya sekedar 
slogan untuk menentramkan hati umat agama lain atau itu sungguh sebuah 
agenda yang diperjuangkan. Kita sangat heran ketika kita melihat adanya 
partai yang terang-terangan mengagendakan pembangunan masyarakat 
Sacral-Society. 

  

Tentu yang lebih penulis perhatikan bukan masalah politis dan aktivitas 
umat agama lain, melainkan kekristenan. Apakah para pemimpin Kristen 
sanggup melihat kondisi masa depan yang akan kita hadapi? Sadarkah para 
pemimpin Kristen bahwa sepanjang sejarah Indonesia telah berulang kali 
muncul kelompok yang selalu berusaha mendirikan Sacral-Society di Republik ini? 
Mengertikah para 
pemimpin Kristen tentang perbedaan antara Sacral-Society dan Civil-Society? 
Seandainya mengerti, maka 
bukankah para pemimpin Kristen yang harus berjalan di depan untuk 
membangun konsep Civil-Society 
yang intinya adalah keterpisahan antara agama dan negara? Bukankah 
orang-orang Kristen baik yang di legislatif, yudikatif, eksekutif, dan 
terlebih yang di Departemen Agama, berjuang keras dan berdiri di depan 
untuk memperjuangkan konsep Civil-Society?
 Perjuangan kita sama sekali bukanlah perjuangan Kristen melawan Islam, 
melainkan agar urusan agama terpisah dari 
negara demikian sebaliknya. Kiranya Tuhan Yesus Kristus menolong 
kita semua.

  

Sumber: Jurnal Teologi 
GITS, PEDANG ROH, Edisi 64 Juli-September 2010





Dede Wijaya
TOKO BUKU ROHANI DIGITAL
http://kristen-fundamental.blogspot.com
http://www.kristenfundamental.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc
http://www.kompasiana.com/
http://gbiimalioboro.wordpress.com/


      

Kirim email ke