PERNYATAAN
SIKAP

PERHIMPUNAN
RAKYAT PEKERJA

Nomor:
256/PS/KP-PRP/e/VII/10











Usut
Tuntas Kasus Penembakan Aktivis LMND!

Rezim
Neoliberal Melakukan Teror Politik terhadap Para Aktifis!






Salam
rakyat pekerja,

        Setelah
teror terhadap aktivis ICW terjadi beberapa waktu lalu, teror
terhadap aktivis lainnya kembali terjadi. Aktifis Liga Mahasiswa
Nasional untuk Demokrasi (LMND) Garut, Herman, tewas tertembak pistol
polisi pada dahi kanan. Mahasiswa tahun ke-2 jurusan PPKN, Sekolah
Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Garut tersebut, tertembak
pada hari Senin malam tanggal 19 Juli 2010. Menariknya, pada siang
harinya, Herman bersama-sama dengan ratusan warga Pasir Wangi baru
saja melakukan aksi di depan kantor PT Chevron Geothermal Indonesia
di Garut. Apakah ada hubungan antara aksi massa ke PT Chevron
Geothermal Indonesia dengan penembakan terhadap Herman?

        Namun
yang jelas, kepolisian berupaya menutupi-nutupi kasus ini dengan
mengatakan kepada keluarga korban, bahwa Herman tewas akibat bunuh
diri atau mengalami kecelakaan. Pada awalnya, keluarga korban
mendapatkan informasi mengenai tewasnya Herman akibat kecelakaan.
Informasi ini didapat dari Briptu Sofyan, salah satu anggota
kepolisian sektor Pakenjeng, Garut. Namun ketika keluarga korban
memeriksa jenazah korban, tidak ditemukan luka lecet sedikitpun yang
dapat mengindikasikan terjadinya kecelakaan. Yang ditemukan malah
luka berlubang di bagian kening kanan korban.

        Motif
dan pelaku penembakan yang menyebabkan tewasnya Herman hingga kini
memang masih terus didalami oleh Polres Garut. Polres Garut
memastikan peluru yang menembus dahi Herman berasal dari pistol
Sofyan, namun belum diketahui secara pasti motif penembakan Herman.
Kesimpulan sementara pihak Kepolisian, peristiwa tewasnya Herman itu
murni akibat kelalaian salah seorang oknum polisi yang dengan sengaja
bermain-main dengan senjata api.

        Berubah-ubahnya
informasi mengenai informasi penembakan Herman ini tentu saja
menimbulkan kecurigaan. Upaya mengalihkan kasus ini ke kasus bunuh
diri atau kecelakaan merupakan sebuah upaya untuk menutupi-nutupi
kejadian sebenarnya kepada keluarga korban dan masyarkat. Polisi pun
mengisolasi seluruh saksi kunci, termasuk Briptu Sofyan. Kepolisian
berupaya untuk menutup akses informasi kepada media massa untuk
mempublikasikan peristiwa tersebut, bahkan menutup akses keluarga
dengan melakukan penjagaan yang sangat ketat terhadap jenazah korban.

        Jika
melihat aktifitas korban selama ini bersama-sama warga untuk menolak
kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), dan menuntut PT Chevron
Gheotermal Indonesia agar memberikan royalti, serta menagih komitmen
PT Chevron untuk menyisihkan 6% keuntungannya bagi pembangunan desa
sekitar tentunya menjadi masuk akal bahwa tewasnya Herman merupakan
pembunuhan yang berlatar belakang politik. Aparat kepolisian
digunakan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para pemilik modal
dengan melakukan teror kepada rakyat yang berupaya menggugat
keuntungan para pemilik modal.
        Dengan
semakin sering dan vulgarnya teror serta kekerasan negara maupun
pemilik modal yang terjadi terhadap rakyat pekerja dan para aktifis
di Indonesia, merupakan suatu fakta adanya ancaman serius bagi
demokrasi dan hak azasi manusia (HAM). Fakta-fakta itu tentu saja
mengingatkan kembali memori kita pada tindakan kekerasan rezim Orde
Baru terhadap rakyat Indonesia. Bertambahnya teror terhadap
aktifis-aktifis di Indonesia dan tidak jelas pengungkapannya semakin
menunjukkan, bahwa rezim neoliberal membiarkan tindakan-tindakan
teror tersebut. Dan semakin tragis karena keberanian mengulang
watak Orde Baru tersebut diakibatkan karena tidak adanya satu pun
kasus pelangggaran HAM terhadap rakyat sejak masa lalu yang
diselesaikan dan dituntaskan dengan kemenangan keadilan bagi rakyat.

        Maka
dari itu, kami dari Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP) menyatakan
sikap:
Usut
        tuntas motif penembakan Herman oleh aparat Kepolisian.
        Pihak
        PT Chevron Gheotermal Indonesia turut bertanggung jawab atas
        kematian Herman. Untuk itu, PT Chevron Gheotermal Indonesia harus
        segera membantu penyelidikan yang mengungkap tuntas
        penembakan/pembunuhan keji tersebut.
        Menuntut
        negara, khususnya KomNas HAM, untuk bertanggung jawab atas tidak
        adanya penuntasan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, yang elah
        berakibat tumbuh kembalinya gelombang kekerasan HAM berat di masa
        kini
        Lawan
        upaya-upaya teror yang dilakukan oleh rezim neoliberal dan pemilik
        modal dengan melakukan persatuan seluruh elemen gerakan rakyat di
        Indonesia. 
        
        Bangun
        kekuatan politik alternatif untuk melawan neoliberalisme di
        Indonesia 
        
        Kapitalisme
        telah gagal mensejahterakan rakyat dan hanya dengan SOSIALISME lah
        maka rakyat akan sejahtera. 
        






        
                
                
                
                        
                                
                                Jakarta,
                                22 Juli 2010
                                Komite
                                Pusat
                                Perhimpunan
                                Rakyat Pekerja
                                (KP-PRP)
                        
                
                
                        
                                Ketua
                                Nasional
                        
                        
                                Sekretaris
                                Jenderal
                        
                
                
                        
                                

                                
                                

                                
                                ttd.
                                (Anwar
                                Ma'ruf)
                        
                        
                                

                                
                                

                                
                                ttd.
                                (Rendro
                                Prayogo)
                        
                
        




filtered {margin:0.79in;}P {margin-bottom:0.08in;}-->___*****___Sosialisme 
Jalan Sejati Pembebasan Rakyat Pekerja!
Sosialisme Solusi Bagi Krisis Kapitalisme Global!
Bersatu Bangun PartaiĀ  Kelas Pekerja!

Komite Pusat
Perhimpunan Rakyat Pekerja
(KP PRP)
JL Cikoko Barat IV No. 13 RT 04/RW 05, Pancoran, Jakarta Selatan 12770 
Phone/Fax: (021) 798-2566
Email: [email protected] / [email protected]
Website: www.prp-indonesia.org



Kirim email ke