PENTINGNYA KEBENARAN
Belilah kebenaran dan jangan menjualnya (Amsal 23:23a)


Kebenaran
   merupakan hal yang terbaik dan terindah di dunia, meskipun sukar dan 
  mengecilkan hati. Tetapi toh kita selalu bersikap ambivalen dan ambigu
   terhadap kebenaran, ketika kebenaran membawa kita ke tempat yang 
tidak   kita inginkan. Ada orang yang gembira, bersyukur tak kala 
kebenaran   menghampirinya. Mereka akan melakukan apa saja untuk 
memperoleh   kebenaran (lihat: Mat. 13:44-45). Ada pula yang gugup, 
takut, dan   menjauh ketika kebenaran mulai tampat jelas di depan 
matanya (band: Yoh.   6:66). Bisa jadi, harga yang harus dibayar untuk 
kebenaran terlalu   besar. Kendati, pada abad mula-mula sampai 
pertengahan, harga memiliki   kebenaran sejati adalah nyawanya sendiri.

Sejarah gereja penuh  dengan jejak darah
 orang-orang yang  mempertaruhkan nyawanya demi  kebenaran. Jhon Bunyan 
dipenjarakan selama  12 tahun karena kebenaran.  Jhon Hus dibakar 
hidup-hidup, Marthin  Luther dikejar-kejar, Felix Manz  ditenggelamkan 
hidup-hidup karena  kebenaran, dan ada jutaan orang  percaya yang 
dibunuh, dianiaya karena  kebenaran.



Oleh  sebab itu, orang-orang Kristen di zaman ini seharusnya malu karena
   tidak mau membayar harga sedikit untuk sebuah kebenaran. Padahal 
harga   yang seharusnya mereka bayar tidak sebanding dengan orang-orang 
 Kristen  sebelumnya. Paling banter mereka ditinggalkan teman-teman atau
  dijauhi  keluarga. Andai saja mereka mau merenungkan ganjaran bila  
mereka  menerima kebenaran, nyawa pun akan mereka korbankan. 


Membeli  kebenaran memang ada harga yang
 harus dibayar (Amsal 23:23).  Namun, bila  kita merenungkan kembali 
bagaimana Yesus Kristus dengan  rela memberi  diriNya disiksa, dipukul, 
dicambuk, direndahkan dan  dibunuh, betapa  kecilnya harga yang harus 
kita bayar. Lagi pula  kebenaran akan  membuahkan berkat rohani yang tak
 ternilai harganya.

Jika hari  ini Anda menerima kebenaran, 
dampak rohani terhadap diri  Anda besar  sekali. Kehidupan rohani Anda 
akan bertumbuh pesat. Anda  akan mengerti  agenda Allah dan menjadi alat
 yang sangat efektif dalam  rencana besar  Allah. Tidak berhenti di 
situ, dampak rohaninya akan  menular kepada  anak-anak Anda dan 
orang-orang disekitar Anda. Pada  akhirnya keputusan  Anda akan 
menyelamatkan generasi ini dan generasi  yang akan datang.  Pilihan ada 
pada Anda dan Saya. Anda memilih menjadi  penonton setia atau  pelaku 
kebenaran. Ingat! Keputusan Anda akan Anda  pertanggung jawabkan  kelak 
dihadapan Tuhan (1Kor. 3:13; 2Kor. 5:10).

GBIA berkomitmen  dan bertekat 
memperjuangkan kebenaran-kebenaran  sejati tanpa kompromi,  meski sadar 
feedback-nya cukup besar.  Apa yang  kami lakukan bukan untuk  GBIA 
sendiri, tetapi untuk kebaikan semua  orang. Dan perjuangan ini  akan 
terasa ringan bila ada orang-orang yang  sungguh-sungguh mengasihi  
Tuhan turut serta menjadi pembela-pembela  kebenaran.

Mengapa kebenaran penting ?

Mengapa  kebenaran begitu sangat penting? Bukankah kebenaran akan  
berdiri tegak  sendiri tanpa harus ditegakkan? Itu benar, Jika kita  
semua adalah robot  dan iblis tidak pernah ada. Kebenaran menjadi mahal 
 harganya dan harus  ditegakkan, dikarenakan kebenaran sedang diserang. 
 Yang lebih menakutkan  adalah kebenaran-kebenaran Kristen sedang gencar
  dipalsukan. Keputusan  Anda menjadi penonton hanya akan membawa  
malapetaka besar di dunia ini.  Pikirkan itu!

1. Kebenaran penting karena inti kepercayaan kita dipertaruhkan.

Teolog Kristen, J. Gresham Machen,  berpendapat, “apabila doktrin dan  
kebenaran Alkitab ditinggalkan maka  bukan kekristenan liberal yang kita
  dapatkan, melainkan suatu agama yang  sama sekali berbeda, yakni agama
  palsu.” Kita melihat bagaimana hal ini  membuat gereja-gereja  arus  
utama merosot pada abad lalu dan hingga  sekarang ini. Gereja-gereja  
konservatif pun terancam bahaya yang sama  hari ini. Jajak pendapat yang
  dipublikasikan dari tahun ketahun  menunjukkan kemerosotan signifikan.
  Barna Research Group, sebuah badan  riset yang paling kredibel di 
dunia  mendapati 49 persen pendeta  Protestan menolak kepercayaan inti 
Alkitab (www.worldmag.com).   
Pada tahun 2005 saja, Barna Research mengadakan jajak pendapat   
dikalangan Kristen dengan tema “Belief: Heaven and Hell”. Hasilnya, 54 %
   orang Kristen percaya bahwa jika seseorang itu secara umum baik, atau
   melakukan perbuatan baik bagi orang lain selama hidup mereka, mereka 
  akan mendapatkan tempat di surga, dan 39 % percaya sesuai dengan 
Alkitab   bahwa seseorang harus bertobat dan percaya jika ia ingin ke 
sorga (www.georgebarna.com).

Saya  sendiri (Gbl. Alki) baru-baru ini 
mendengar seorang pendeta  yang  melayani disebuah gereja besar di Depok
 yang mengatakan bahwa  Yesus  bukan satu-satunya Juruselamat. Ada lagi 
seorang hamba Tuhan yang   menyandang gelar S.Th pernah berdiskusi dan 
menurutnya, “Semua agama   sama, berbeda jalan, namun menuju terminal 
yang sama.” Artinya, Pendeta   itu inging berkata, “semua agama sama 
saja, meskipun namanya berbeda,   namun semua akan menuju ke sorga.” 
Fenomena mengerikan ini sedang   menghancurkan kekristenan. Atas nama 
pluralisme dan toleransi, inti   kebenaran telah khianati. Alhasil, iman
 Kristen kini dipandang sekedar   salah satu kepercayaan biasa yang sama
 dengan agama-agama lainnya.   Setiap penyimpangan doktrin disikapi 
dengan tenggang rasa. Coba   pikirkan, Jika Kekristenan tidak bedanya 
dengan Islam, Katolik, Hindu   dan Budha, maka tidak ada alasan bagi 
kita untuk mempertahankan iman   Kristen, dan semua klaim-klam mengenai 
kebenaran Kristen adalah   kebodohan dan juga, semua misionaris, 
penginjil, dan duabelas murid yang   telah mempertaruhkan nyawanya demi 
kebenaran yang mutlak eksklusif dan   antithesis adalah orang-orang 
bodoh. Pada akhirnya, kekristenan kata   seorang atheis, Friedrich 
Nietzsche, “akan hilang sendirinya.”

2. Tanpa kebenaran, injil diselewengkan.

Melemahkan  komitmen kita kepada kebenaran memungkinkan kita merusak  
injil tanpa  menimbulkan protes siapa pun. Anda bisa membuktikannya  
dengan menghadiri  gereja lain secara acak. Anda akan menemukan  
injil-injil murahan sedang  dikhotbahkan di mimbar-mimbar gereja. Para  
pengkhotbah tidak lagi  mengkhotbahkan pertobatan sebagai tema utama  
(Mat.3:2; 4:17; Kisah.2:38;  20:21). Berita tentang dosa nyaris tak  
terdengar. Akibatnya, dosa tidak  lagi dipandang sebagai sesuatu yang  
sangat menjijikkan, melainkan suatu  kelemahan biasa, lumrah dan bisa  
dimaklumi. Berkat, Mujizat, kaya,  kasih, sukses, telah menjadi tema  
utama (2Tim.4:3-4) . Sementara itu,  mereka yang jujur memberitakan  
kebenaran dianggap tidak toleran, tidak  punya kasih, menghakimi dan  
kaku. Banyak Hamba-hamba Tuhan, karena  khawatir tidak diundang lagi,  
mereka mendisain ulang Injil menurut  selerah orang. Asal jemaat senang,
  racun diubah menjadi madu.

3. Menolak kebenaran mengakibatkan buta Alkitab.

Bahwa  kebenaran sudah ditinggalkan terbukti dari meluasnya buta  
Alkitab.  Tanyakan pada diri Anda sendiri seberapa sering Anda membaca  
dan  merenungkan firman Allah dalam sehari? Apakah gereja di mana Anda  
 berjemaat menuntun Anda agar hidup Anda melekat dengan Alkitab? Apakah 
  gereja Anda mengadakan kelas-kelas study Alkitab supaya Anda paham dan
   mengerti isi Alkitab, bahkah Anda sanggup menjelaskan kebenaran 
Alkitab   kepada orang lain? Yang saya saksikan justru mengerikan. 
Sangat sedikit   orang Kristen yang telah membaca habis Alkitab dari 
Kejadian sampai   Wahyu. Sangat sedikit orang Kristen yang paham 
mengenai pokok-pokok iman   Kristen, apalagi menjelaskannya. Jangan 
heran bila dosa semakin   merajalela.
4. Menolak kebenaran menyebabkan kebingungan etika.

Menyangkal  kebenaran wahyu Allah merusak setiap upaya untuk menghadapi 
  pertanyaan-pertanya an etika kontemporer, khusunya dalam hal seks, 
yang   punya peran besar dalam seluruh kehidupan kita. Sering kali di 
situlah   kita ingin mengarang aturan sendiri. Limapuluh tahun lalu kita
 akan   sulit menemukan sepasang laki-laki dan perempuan yang hidup 
bersama   tanpa ikatan perkawinan. Begitu juga dengan mereka yang hamil 
di luar   pernikahan. Apalagi perselingkuhan dan perceraian. 
Perbuatan-perbuatan   demikian masih dianggap aib atau dosa besar yang 
sangat memalukan.   Tetapi, di abad 20 s/d 21, hal-hal itu dianggap 
lumrah, lazim atau   biasa. Hamba Tuhan yang mengecam dosa-dosa itu 
dianggap kejam, tidak   punya kasih dan ekstrim. Parahnya lagi, banyak 
dari mereka yang   melakukan perbuatan demikian mendapat jabatan penting
 dalam gereja. Oh,   jangan menghakimi…. Oh, jangan bilang itu salah…. 
Oh, semua orang   melakukanmya… itulah slogan mereka (band: Mat. 5:37; 
Yoh. 7:24). 


Belum  lama ini ada gereja yang 
meneguhkan pasangan yang ternyata  salah  satunya masih beristri. 
Anehnya, ketika pasangan ini tahu bahwa   perbuatan itu salah, bukannya 
bertobat, mereka meneruskan perbuatan dosa   mereka. Dan salah satu dari
 pasangan itu sangat giat melayani di   beberapa gereja. Ketika 
kebenaran dikompromikan, akibatnya sangat besar   dan terus membesar. 
Ketika gereja menurunkan standart kebenaran, dunia   akan 
mempertontonkan etika buatan iblis, yakni: Seks bebas,  pembrontakan  
anak kepada orangtua, anarki, perselingkuhan, perzinahan,  percabulan,  
mementingkan diri sendiri, tinggi hati, sombong, dll (2Taw.  15:3-6).  
Mengenai keluarga, George Barna pernah mengadakan riset Pada  tahun 
2007,  persentase kelahiran yang terjadi di luar nikah di Amerika  
mencapai  40%. Ini adalah dua kali lipat dibandingkan dengan 1980 dan  
delapan kali  lipat dari 1950. Di Islandia, 66% kelahiran terjadi pada  
wanita yang  belum menikah; di Swedia, 55%; di Norwegia 54%; di Denmark 
 46%.  Lagi-lagi, ketika kebenaran Alkitab dikompromikan, hasilnya  
seoerti ini.  Firman Allah memperingatkan: “Kebenaran meninggikan  
derajat bangsa,  tetapi dosa adalah noda bangsa” (Amsal 14:34).

5. Menolak kebenaran menuntun kepada ilah-ilah palsu.

Ketika  Tuhan Alkitab ditolak, orang pun memilih ilah baru. Zaman  
pascamodern  telah melantik toleransi sekuler sebagai ilahnya. Dulu  
teleransi berarti  mendengarkan semua titik pandang dengan penuh hormat,
  bebas berdiskusi  untuk sama-sama mencari kebenaran. tetapi pengakuan 
 iman bagi toleransi,  ilah baru itu, adalah kebenaran mustahil  
diketahui. Jadi, setiap orang  bebas berpikir dan bertindak sesukanya,  
dengan satu kekecualian:  Orang-orang yang berani percaya bahwa mereka  
mengetahui kebenaran,  khususnya jika mereka berpikir bahwa Allah yang  
mengungkapkan kebenaran  itu kepada mereka, tidak boleh ditoleransi.  
Akibatnya, orang-orang yang  memahkotai ilah baru toleransi menjadi  
wasit mutlak atas budaya. Ilah  baru toleransi menjadi dalam kedok  
liberalisme, tiran mutlak. 


Ilah  toleransi benci kepada orang 
Kristen yang mengusung klaim  kebenaran.  Tetapi satu-satunya yang 
dibencinya melebihi mereka ini  adalah orang  Kristen yang membuktikan 
dan menyebarkan kebenaran itu.  Mengapa  kebenaran sangat penting? 
Karena gereja benar-benar tidak bisa  menjadi  gereja tanpa memihak 
kebenaran. Yesus datang  sebagai jawara  kebenaran  dan sosok yang 
memihak kebenaran. Tanpa kebenaran, gereja  berpaling  kepada penggunaan
 terapi dan mendapatkan pasien, bukan murid.

Tugas  angkatan ini sama seperti setiap 
angkatan adalah memahami  kekristenan  sebagai pandangan lengkap tentang
 dunia dan tempat manusia  di dalam  dunia, yaitu sebagai kebenaran.  
Jika kekristenan bukan  kebenaran, ia  bukan apa-apa, dan iman kita 
hanyalah perkara yang  sentimentil belaka  atau mungkin tahayul.  (by: 
Gbl. Alki Tombuku GBIA  Komunitas Depok)

                        Recent Posts
                        Apakah KEBENARAN itu? KEKHUSUSAN PANDANGAN ALKITAB 
TENTANG KEBENARAN PENTINGNYA KEBENARAN KOMPAS ETIKA Berita Mingguan 17 Juli 
2010 Berita Mingguan 10 Juli 2010 24 Rekor Dunia yang dimiliki Indonesia Berita 
Mingguan 03 Juli 2010 Berita Mingguan 26 Juni 2010 Berita Mingguan 19 Juni 2010 
Foto-Foto Unik Pernikahan IKAN RAKSASA Ir. Basuki Tjahaja Purnama, MM Menuju 
Gubernur 2015 dan Presiden RI 2024 PDF Buku “Merubah Indonesia” Berita Mingguan 
12 Juni 2010 
                

Dede Wijaya
TOKO BUKU ROHANI DIGITAL
http://kristen-fundamental.blogspot.com
http://www.kristenfundamental.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc
http://www.kompasiana.com/
http://gbiimalioboro.wordpress.com/


      

Kirim email ke