Salam, Abbas yang mewarisi Palestina Fatah dari Yasser Arafat adalah pluralis dan menjadi lawan dari Hamasnya Hanniyef yang hendak membentuk negara Islam dan tetap mau melemparkan Israel kedalam laut Tengah. Semua kegalan perundingan disebabkan sikap Hamas yang menguasai Gaza. yang antara lain di dukung Indonesia.
Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Ming, 1/8/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Obama Ultimatum Palestina Berunding Tanpa Syarat !!! Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 1 Agustus, 2010, 9:48 AM Obama Ultimatum Palestina Berunding Tanpa Syarat !!! Akhirnya, Obama kehilangan kesabarannya, dia jadi naik pitam melihat cara2 orang Arab berunding, pelintir sini dan pelintir sono. Kita sama2 masih ingat urut2an permasalahannya setelah Israel menyerang habis2an dalam sweeping pengikut2 Hamas. Akibatnya negara2 Arab protest karena banyaknya korban2 yang jatuh. UN meminta Israel untuk menghentikannya, tapi Israel tidak mungkin menghentikan serangan cuma secara sepihak. Atas kemauan baik Israel menyatakan kesediaan menghentikan serangannya dengan cara melakukan blokade ekonomi agar supply senjata Hamas untuk menghancurkan Israel bisa diblokade. Demikianlah disertai dengan pembangunan tembok2 beton mengelilingi perbatasan Israel akhirnya berhasil serangan2 roket Hamas dikurangi, namun selama supplynya masih ada, maka tembakan2 roket itu akan berlangsung terus. Barulah setelah blokade makin rapat akhirnya semua serangan2 Hamas bisa diminimalisir. 75% kekuatan Hamas berhasil dihancurkan. Tetapi negara2 Arab masih menuntut agar blokade dibuka dan Israel menolaknya. Negara2 Arab meminta agar Abas bersedia berunding dengan Israel, tetapi setelah Abas bersedia berunding dengan Israel tanpa syarat, justru Israel menolak berunding karena apanya yang mau dirundingkan lagi kalo kenyataan pasukan Israel sudah berhasil membungkam kekuatan teror2 Hamas. Dengan lobi politik negara2 Arab kepada Amerika, akhirnya Amerika bersedia menjadi perantara untuk memaksakan Israel turun berunding dengan Abas. Tapi, setelah Israel bersedia berunding, Abas ngaco lagi, dia minta agar pengembangan pemukiman di Jerusalem Timur dihentikan. Kembali Amerika menekan Israel agar menghentikan pembangunan tsb dan Israel hanya bersedia menghentikannya selama 3 bulan agar perundingan bisa berlangsung. Apa lacur, dasar orang Arab ngomongannya enggak bisa dipegang, setelah pembangunan dihentikan, ternyata Abas meminta jaminan tertulis dari Amerika. Benar2 tolol, wong kalah koq justru menuntut precondition ??? Bagi Israel berunding tidak penting, lebih penting menghancurkan semua musuh2nya yang berusaha memusuhinya. Obama akhirnya naik pitam, tuntutan jaminan tertulis dari Amerika tidak dijawab oleh Obama. Kalopun mau dipikir pakai pikiran sehat, justru Arab2 Palestina inilah yang tidak pernah bisa dipercaya dalam perundingan. Meskipun sudah ditanda tanganinya seperti perjanjian Camp David tapi ternyata bisa gampang saja dilanggarnya sendiri. Dari pengalaman cara2 Arab melanggar perjanjian camp David, tentunya tidak perlu ada perjanjian2 kosong lagi. Amerika tidak mau dipermalukan kedua kalinya, susah payah dengan dana besar perjanjian camp david bisa dirampungkan ternyata juga dilanggar oleh Arab Palestina ini. Sekarang sudah kalah sekalipun masih saja menuntut agar Amerika yang disuruh memberi surat jaminan kepada Abas. Lucu bukan ???? http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/internasional/10/08/01/127761-obama-tekan-palestina-untuk-segera-berunding-dengan-israel Jawaban Obama tegas, Abas diminta berunding tanpa syarat, kalo tidak mau berunding maka tugas Amerika sebagai perantara sudah selesai dan Obama tidak akan mau menemui Abas lagi. Urus sendiri aja dengan Israel tanpa perlu mengharapkan bantuan Amerika. Ny. Muslim binti Muskitawati.
