KEHANCURAN LINGKUNGAN AKAN TERJADI

Walaupun kita percaya bahwa Allah telah menaruh manusia di dunia untuk 
menggunakannya, bukan untuk merusaknya, dan walaupun kita bersyukur 
untuk udara dan air yang bersih, dan kita mendukung hukum-hukum 
perlindungan lingkungan yang masuk akal (Dr. Cloud telah tinggal di 
negara dunia ketiga selama 17 tahun), tetapi gerakan environmentalism 
tidak seharusnya menjadi fokus seorang anak Allah. Anda bisa membaca 
Perjanjian Baru mulai dari awal hingga akhir, and anda tidak akan 
menemukan petunjuk dukungan terhadap environmentalism. Fokus kehidupan 
Kristiani dan penekanan Amanat Agung Tuhan adalah memberitakan Injil dan
 dengan demikian menarik orang-orang berdosa dari penghakiman yang akan 
datang sebelum semuanya terlambat. Perjanjian Baru memberitakan bahwa 
penghakiman ini dapat terjadi kapan saja dan harus menjadi motivasi bagi
 orang Kristen untuk rajin dalam tugas yang Kristus tinggalkan bagi kita
 (Mat. 28:19-20; Mar. 16:15; Kis. 1:8). Kitab terakhir dalam Alkitab 
menggambarkan secar mendetil penghukuman yang akan datang, dan akan 
terjadi kehancuran lingkungan secara total, yang dilakukan oleh Allah 
sendiri. "Lalu malaikat yang pertama meniup sangkakalanya dan terjadilah
 hujan es, dan api, bercampur darah; dan semuanya itu dilemparkan ke 
bumi; maka terbakarlah sepertiga dari bumi dan sepertiga dari 
pohon-pohon dan hanguslah seluruh rumput-rumputan hijau. Lalu malaikat 
yang kedua meniup sangkakalanya dan ada sesuatu seperti gunung besar, 
yang menyala-nyala oleh api, dilemparkan ke dalam laut. Dan sepertiga 
dari laut itu menjadi darah, dan matilah sepertiga dari segala makhluk 
yang bernyawa di dalam laut dan binasalah sepertiga dari semua kapal. 
Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit 
sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa 
sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air. Nama bintang itu ialah 
Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak 
orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit. Lalu malaikat yang
 keempat meniup sangkakalanya dan terpukullah sepertiga dari matahari 
dan sepertiga dari bulan dan sepertiga dari bintang-bintang, sehingga 
sepertiga dari padanya menjadi gelap dan sepertiga dari siang hari tidak
 terang dan demikian juga malam hari" (Wah. 8:7-12) "Dan malaikat yang 
kedua menumpahkan cawannya ke atas laut; maka airnya menjadi darah, 
seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa, yang hidup di
 dalam laut. Dan malaikat yang ketiga menumpahkan cawannya atas 
sungai-sungai dan mata-mata air, dan semuanya menjadi darah....Dan 
malaikat yang keempat menumpahkan cawannya ke atas matahari, dan 
kepadanya diberi kuasa untuk menghanguskan manusia dengan api. 9 Dan 
manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat 
nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapeta ka itu dan mereka 
tidak bertobat untuk memuliakan Dia" (Wah. 16:3-4, 8-9). "Maka 
memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi 
yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas 
bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu....Dan semua pulau hilang lenyap, 
dan tidak ditemukan lagi gunung-gunung. Dan hujan es besar, seberat 
seratus pon, jatuh dari langit menimpa manusia, dan manusia menghujat 
Allah karena malapetaka hujan es itu, sebab malapetaka itu sangat 
dahsyat" (Wah. 16:18, 20-21).

Dede Wijaya
TOKO BUKU ROHANI DIGITAL
http://kristen-fundamental.blogspot.com
http://www.kristenfundamental.co.cc
http://dedewijaya.blogspot.com
http://dedewijaya83.blogspot.com
http://dedewijaya.multiply.com
http://dedewijaya83.multiply.com
http://dedewijaya.wordpress.com
http://www.webkristiani.co.cc
http://www.kompasiana.com/
http://gbiimalioboro.wordpress.com/


      

Kirim email ke